Ini dia asal usul Makanan Favoritmu, Sate Taichan

posted on 16/07/2017

Paling enak dimakan malam-malam, bersama teman-teman!

Sate Taichan kian populer di kalangan anak muda masa kini. | Foto: www.agrowindo.com

 

Sate taichan adalah varian sate yang terdiri dari daging ayam yang dibakar tanpa baluran bumbu kecap atau kacang layaknya sate pada umumnya. Sate ini  dibakar lalu disajikan dengan sambal serta perasan jeruk nipis, sementara daging satenya umumnya berwarna putih polos.

Pada tahun 2016 lalu, sate taichan sempat meraih popularitas tinggi. Banyak orang mencari keberadaan sate ini untuk sekedar menikmati keunikan rasanya. Saking banyak peminatnya, popularitas sate tacihan masih terus meningkat sampai saat ini. Hal itu terbukti dari banyaknya pedagang kaki lima atau kedai yang menjual sate taichan.

Sahabat GueTau penasaran nggak sih sebenarnya asal mula sate taichan hingga terkenal sampai sekarang ini? Hmm… usut punya usut ada beberapa versi mengenai asal mula kemunculan sate taichan, mesipun kebenarannya masih belum terkonfirmasi.

Baca juga: Cuanki Serayu: Kuliner Khas Bandung Paling Diburu

Versi pertama, ada serang pasangan muda-mudi (pria berasal dari Jepang, sementara wanita adalah warga negara Indoensia asli) yang ingin membeli sate di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada tahun 2012 silam. Pria Jepang tersebut kabarnya tidak menyukai bumbu kacang khas Madura yang menjadi bumbu sate di warung tersebut.

Asal usul sate taichan banyak versinya. | Foto: www.resepkoki.id

Dia pun berinisiatif untuk membakar daging ayam mentah yang sudah ditusuk dengan lumuran jeruk nipis dan garam, tanpa sambal dan kecap. Setelah matang, pria Jepang tersebut meminta sambal ke pedagang tersebut sebagai pendamping untuk sate. Saat pedagang sate menanyakan apa sate yang sedang dibakar, pria tersebut menjawab “sate taichan” saja, tanpa tahu apa alasan pemilihan nama tersebut.

Baca juga: 3 Tempat Nongkrong Seru di Kota Bogor

Versi lain kemunculan sate taichan adalah saat ekspatriat Korea Selatan yang sering makan sate ayam di sebuah warung sate yang berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Karena seringnya makan di warung tersebut, pria asal Korea itu sudah akrab dengan pemiliknya. Pria tersebut mengajari cara lain membuat sate kepada pemilik warung tersebut. Bumbu yang digunakan untuk membuat sate tersebut adalah bawang merah, bawang putih, cabai rawit hijau, dan garam. Belakangan, bumbu tersebut dihaluskan dan menjadi pendamping daging sate taichan yang polos.

Tren sate polos tersebut memang semakin banyak menarik minat orang untuk berjualan. Kini, sate taichan mudah ditemukan di berbagai lokasi khususnya di Jakarta. Uniknya, sate taichan selalu saja dijual pada malam hari. Salah satu pusat sate taichan adalah kawasan Senayan. Bagi sahabat GueTau yang sering berkuliner ria pastinya sudah nggak heran deh dengan kawasan Senayan yang selalu dipadati dengan penjual sate taichan.   

Oleh Dewi Maharani

 

related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 3 =