Berjuang untuk Kesetaraan dan Keadilan Gender

posted on 19/04/2014

kesetaraangender2

Sebuah lagu yang masih populer sampai detik ini ciptaan almarhum Ismail Marzuki. Syairnya berbunyi “diciptakan alam pria dan wanita/dua makhluk dalam asuhan dewata/ditakdirkan bahwa pria berkuasa/adapun wanita lemah lembut manja/wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu/namun saat  pria tak berdaya, tekuk lutut disudut kerling wanita. Dalam lirik lagu ini perempuan  digambarkan sebagai sosok yang tidak berdaya. Harus menjadi pertanyaan, mengapa perempuan selalu digambarkan dengan pencitraan sedemikian rupa, sebagai ibu yang harus selalu siap berkorban dan sebagai sosok yang tak berdaya? Sedangkan laki-laki selalu berada pada posisi berkuasa diatas perempuan? Sudahkah Sahabat GueTau merasakan kesetaraan dan keadilan gender, ketika berada ditempat umum (saat menggunakan fasilitas umum), di lingkungan kerja bahkan di lingkungan sekolah?

Berikut contoh-contoh ketidakadilan gender dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Lingkungan kerja. Labelisasi yang menganggap perempuan hanya dapat bekerja di ranah domestik saja sudah merupakan sikap yang membatasi ruang gerak perempuan dalam mengembangkan potensinya di ranah publik. Domestifikasi ini menghambat perempuan dalam mengembangkan potensinya untuk mampu berkarya dan berprestasi. Namun anggapan ini mulai hilang tergerus oleh zaman, tetapi belum cukup untuk dianggap sebagai penyetaraan gender. Contoh: di tempat kerja, masih ada pencitraan bahwa perempuan hanya cocok menjadi sekretaris, padahal perempuan juga bisa memimpin, bekerja pada posisi yang awalnya sosok pemimpin didominasi oleh laki-laki.

kesetaraangender

 

  1. Lingkungan sekolah. Sekolah adalah bagian dari lingkungan sosial dan budaya yang sarat dengan interaksi sosial sehingga mereka (baik guru maupun siswa/i) dapat belajar bersama. Kalau kita cermati, proses belajar di sekolah-sekolah masih bias gender. Sebagai contoh, pemilihan ketua kelas masih didominasi laki-laki, kenapa laki-laki? Sepanjang zaman, laki-laki selalu dianggap lebih mampu untuk memimpin. Tetapi seiring berkembangnya zaman, anak perempuan di lingkungan sekolah bisa memegang tanggung jawab sebagai ketua kelas, seksi keamanan atau menjadi pemimpin dalam upacara. Anak perempuan juga diwajibkan untuk sekolah dan meraih pendidikan. Maka, sangat penting bagi guru-guru untuk mendobrak pola patriarki dengan memberikan pemahaman kepada siswa/i tentang kesetaraan dan rasa keadilan. Sudah menjadi kewajiban bagi guru-guru dalam mendidik mereka di sekolah dengan cara mencontohkan pola kerjasama yang produktif dan harmonis, sehingga persepsi kesetaraan gender itulah yang melekat.

kesetaraangender3

  1. Pelayanan dan fasilitas publik. Dalam penggunaan fasilitas umum, siapapun boleh menaiki angkutan umum. Contoh lainnya, saat ini perempuan sudah mendapatkan kesempatan dalam berpartisipasi dan memperoleh manfaat yang setara dibidang kesehatan.

 

kesetaraangender4

 

Dari sebagian contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai kesetaraan dan keadilan gender, apakah Sahabat GueTau sudah merasakan keadilan dan kesetaran tanpa ada diskriminasi antara perbedaan gender laki-laki dan perempuan? Walaupun kesenjangan itu masih tetap ada, setidaknya posisi perempuan saat ini jauh lebih baik, terbukti Negara Indonesia pernah dipimpin oleh perempuan (Ibu Megawati sebagai Presiden Republik Indonesia). Pada level nasional, pemerintah telah meratifikasi konvensi hukum internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang dikenal dengan konvensi CEDAW (Convention on the Elimination of All Form of Discrimination Againts Women). Tapi apakah ini semua sudah cukup membantu perempuan mendapatkan kesetaraan? Lalu bagaimana dengan transjender seperti waria (laki-laki yang merasa dirinya perempuan) ataupun priawan (perempuan yang merasa dirinya laki-laki) yang juga merasakan ketidakadilan gender?

Demikian pembahasan mengenai kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan sehari-hari. Semoga informasi yang diberikan menambah wawasan Sahabat GueTau. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, Sahabat GueTau bisa mengirimkan e-mail ke info@GueTau.com.

 

Ditulis oleh Selvi Agnezmo

 

Referensi:

1.http:pinkysaptandarifisip.web.unair.ac.id/AntropologiKEADILAN0KESETARAAGENDER.html

2. www.jurnalperempuan.org

 

 

 

related post

Memang Salah Kalau Perempuan Mandiri? 4 Perempuan Ini Bisa Menginspirasi Sahabat GueTau!

posted on 09/04/2017

“Jadi perempuan mandiri bukan sesuatu yang salah” Beberapa waktu lalu, beredar luas sebuah kutipan yang diunggah oleh akun twitt

Indahnya Melihat Gender sebagai Pelangi

posted on 17/11/2015

Sumber “Seperti warna-warna pada pelangi, gender terbentang pada suatu spektrum, bukan hanya dua kategori biner lelaki-perempuan. “ Halo

Negara-negara dengan Kesetaraan Gender Terbaik

posted on 16/05/2015

Dengan keseimbangan dan kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan, maka akan tercipta keserasian dan harmoni kehidupan yang lebih baik.

One thought on “Berjuang untuk Kesetaraan dan Keadilan Gender

  1. Agus says:

    Gimana kalau laki-laki yang dirugikan karena diskriminasi gender. Kesetaraan gender di angkutan umum belum ada selama masih ada wanita sehat (tidak hamil dan belum nenek2) minta duduk sama laki-laki yang sudah duduk duluan. Kalau mau kesetaraan gender benar2 wanitanya juga instrospeksi diri, jangan lagi ada perempuan dikit2 pake alasan “saya kan perempuan itu kerjaan laki-laki” sebagai jalan untuk lari dari tanggung jawab. Thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 17 =