Rokok Elektrik: Alternatif yang Menyimpan Bahaya

posted on 26/05/2015

rokok1

Rokok elektrik mirip seperti 2 mata pisau. Di satu sisi, bisa digunakan sebagai alternatif cara berhenti merokok pada perokok konvensional. Tapi, di sisi lain, jika digunakan secara serampangan tanpa petunjuk atau pengawasan dari dokter terkait dosisnya, maka bisa berbahaya bagi kesehatan penggunanya.

 

Rokok elektrik (e-cigarette) saat ini sedang trend di Indonesia, terutama di kalangan perokok. Sebab disinyalir bisa membantu seorang perokok konvensional untuk berhenti merokok. Ini karena bentuknya yang mirip dengan rokok tembakau pada umumnya, dan alih-alih menggunakan tembakau, rokok elektrik menggunakan refill dalam bentuk cair dengan berbagai pilihan rasa. Dan, penggunaannya diyakini lebih aman bagi perokok pasif.

Namun, banyak pihak yang kontra terhadap rokok elektrik ini. Mereka beralasan, belum ada penelitian yang membenarkan anggapan bahwa rokok elektrik bisa membantu seseorang untuk berhenti merokok. Malah sebaliknya, yang terjadi adalah banyak orang yang awalnya bukan perokok akhirnya menjadi perokok karena mencoba rokok elektrik ini. Selain itu, ada beberapa penelitian yang menemukan bahwa kandungan nikotin  dalam cairan yang dimasukkan dalam rokok elektrik lebih berbahaya daripada nikotin dalam rokok konvensional. Ada pula yang menyatakan kalau rokok elektrik tidak hanya mengandung nikotin, tetapi juga Diethylene Glycol (DEG), Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA), dan karbon monoksida yang berbahaya bagi tubuh.

Berikut beberapa bahaya yang dapat disebabkan oleh rokok elektrik:

  1. Menyebabkan Kanker

Cairan yang digunakan untuk mengisi rokok elektrik tidak hanya mengandung berbagai zat yang bersifat karsinogenik, seperti asetaldehida, yang bisa menyebabkan penyakit kanker.

 

  1. Menyempitkan Pembuluh Darah dan Mengentalkan Darah

Jika rokok elektrik digunakan secara terus-menerus dan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, diantaranya menyempitkan pembuluh darah dan mengentalkan darah. Selain itu, belum ada batasan resmi untuk dosis yang aman bagi kesehatan sehingga ada kemungkinan digunakan secara berlebihan.

 

Socialgadget.com 1

 

  1. Infeksi Paru-paru

Ditemukan bahwa uap yang dihasilkan oleh rokok elektrik bisa menyebabkan infeksi paru-paru. Karena uap tersebut mengandung racun dan berbahaya jika dihirup terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

 

  1. Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh

Rokok elektrik bisa menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal bakteri dan virus, sehingga penggunanya yang disebut para vaper, bisa terserang berbagai penyakit, seperti pneumonia, sinusitis dan flu.

 

Mengingat bahaya yang dimiliki rokok elektrik terhadap kesehatan, saat ini BPOM sedang merancang peraturan terkait penggunaannya, dosis, iklan, batas kandungan bahan, dan sebagainya. Ini karena rokok elektrik yang beredar saat ini belum jelas kandungan bahan apa saja yang ada di dalamnya, berapa dosis yang tepat, dan belum memiliki ijin untuk dijual secara resmi.

Sebenarnya, terlepas dari kontroversi yang meliputinya, dapat dikatakan bahwa rokok elektrik mirip seperti 2 mata pisau. Di satu sisi, bisa digunakan sebagai alternatif cara berhenti merokok pada perokok konvensional. Tapi, di sisi lain, jika digunakan secara serampangan tanpa petunjuk atau pengawasan dari dokter terkait dosisnya, maka bisa berbahaya bagi kesehatan penggunanya. Jika Sahabat GueTau ingin tahu lebih banyak tentang kontroversi dan bahaya rokok elektrik terhadap kesehatan, silahkan kirimkan pertanyaan ke info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Fatimah

 

Referensi

  1. http://health.kompas.com/read/2014/08/05/172351123/Bahaya.Rokok.Elektronik.untuk.Berhenti.Merokok
  2. http://www.solopos.com/2015/04/30/ini-bahaya-rokok-elektrik-bagi-kesehatan-599620
  3. http://health.detik.com/read/2014/11/19/170835/2753252/775/bakal-ada-aturan-rokok-elektrik-yuk-dengar-unek-unek-para-vaper
  4. http://seputarjantung.com/kontroversi-rokok-elektronik-pro-dan-kontra/

 

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

6 Tips Bersih-Bersih Buat Cowok

posted on 14/12/2015

Sumber “Menurut suatu studi yang melibatkan para mahasiswa di Turki, hanya 47,6% dari mereka yang mengganti celana dalamnya setiap hari.

Indahnya Melihat Gender sebagai Pelangi

posted on 17/11/2015

Sumber “Seperti warna-warna pada pelangi, gender terbentang pada suatu spektrum, bukan hanya dua kategori biner lelaki-perempuan. “ Halo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *