Bersama dalam Keberagaman SARA

posted on 21/03/2015

SARA1

Masih ingat dengan kekisruhan saat rapat mediasi antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD DKI di kantor Kemendagri pada 5 Maret 2015 silam? Yup, rapat yang diagendakan pembahasan evaluasi APBD 2015 DKI Jakarta  tersebut berakhir ricuh dan meninggalkan kasus baru lantaran umpatan penghinaan berbau rasis dari anggota DPRD kepada Ahok, panggilan akrab Basuki. Hal tersebut membuat LBH Pendidikan mendesak Polda Metro Jaya segera memproses laporannya terkait dugaan penghinaan yang sangat tidak mendidik dan sudah masuk kategori tindak pidana. Hal ini telah tertuang dalam pasal 156 KUHP dan pasal 207 KUHP serta  UU No. 40 tahun 2008 tentang pernyataan permusuhan dan kebencian terhadap suatu golongan atau menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Miris, ya, jika diskriminasi berbasis SARA tersebut justru dilakukan oleh seorang legislator dan bisa dikonsumsi publik melalui tayangan rapat yang sudah tersebar di YouTube. Nah, berikut GueTau akan beberkan alasan utama mengapa diskriminasi SARA tak layak dilakukan oleh siapapun.

SARA2

  1. Diskriminasi SARA adalah kejahatan kemanusiaan. Pasalnya, setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan golongan ini telah mengebiri kemerdekaan dan segala hak-hak dasar yang melekat pada manusia.
  2. Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan Republik Indonesia tersebut hendaknya bisa Sahabat GueTau pahami sehingga menyadari kondisi negeri ini yang memang berisi beragam suku, agama, ras, dan merupakan satu kesatuan yang utuh. Adanya perbedaan yang ada di dalamnya adalah bukti kekayaan Indonesia yang patut disyukuri.

Sebagai remaja, Sahabat GueTau juga bisa berkontribusi aktif dalam menghapuskan diskriminasi berbasis SARA dengan melakukan beberapa cara berikut.

  1. Bersedia bertenggang rasa. Sikap ini merupakan dasar yang harus kamu pegang teguh dalam menyikapi perbedaan. Pelajaran mengenai tenggang rasa ini tentunya menjadi menu wajib saat SD dulu, tinggal bagaimana sekarang kamu membiasakannya.
  2. Berpikir objektif dan terbuka. Biasakan untuk menilai segala sesuatu dengan kacamata yang objektif. Lihatlah individu lain secara keseluruhan dan bebaskan penilaian tersebut dari stigma yang mungkin melekat pada identitasnya.

 

SARA3

  1. Sering berbaur dengan individu ragam identitas. Hal ini untuk melatih kemampuan kamu dalam menghargai perbedaan dan adaptasi terhadap perubahan yang ada.
  2. Hentikan memanggil orang lain dengan julukan berdasarkan SARA. Hal ini mungkin bukan masalah bagi beberapa orang karena faktor kedekatan atau canda gurau saja. Namun, julukan tersebut berpotensi membuat perasaan seseorang tersinggung dan menyulut konflik.

Nah, itu tadi bahasan mengenai penghapusan diskriminasi SARA yang perlu kamu terapkan dalam keseharian. Jika mau bertanya lebih lanjut, silakan kirim pertanyaan kamu ke info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Eunike Ally

 

 

Referensi:

  1. http://www.fiskal.co.id/berita/fiskal-12/5026/rapat-mediasi-ahok-dan-dprd-tinggalkan-kasus-penghinaan-rasis,-umpatan-kasar,-dan-permusuhan#.VQRLr6Nh71U
  2. http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/05/15/0018.html
  3. http://sosbud.kompasiana.com/2012/10/20/upaya-mengatasi-konflik-sara-di-indonesia-502463.html

 

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

6 Tips Bersih-Bersih Buat Cowok

posted on 14/12/2015

Sumber “Menurut suatu studi yang melibatkan para mahasiswa di Turki, hanya 47,6% dari mereka yang mengganti celana dalamnya setiap hari.

Indahnya Melihat Gender sebagai Pelangi

posted on 17/11/2015

Sumber “Seperti warna-warna pada pelangi, gender terbentang pada suatu spektrum, bukan hanya dua kategori biner lelaki-perempuan. “ Halo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *