Mari Bercermin!

posted on 19/01/2015



“Kejujuran merupakan modal awal dari refleksi diri agar bisa benar-benar melihat kelebihan dan kekurangan kamu secara nyata.”

Tidak terasa ya, nyaris sebulan Sahabat GueTau sudah menjalani tahun 2015. Di tahun yang baru ini, biasanya kita akan merancang beragam resolusi untuk dijalani. Adanya resolusi ini merupakan hal yang positif karena membuat kamu tetap berada dalam jalur mencapai tujuan hidup sepanjang tahun.

Nah, sebelum membuat resolusi baru, tentu kamu perlu melakukan analisis mengenai apakah resolusi tersebut cukup realistis dan efektif untuk dilakukan. Untuk poin internal dalam analisis resolusi, bisa banget lho kalau kamu melakukan refleksi diri.

Apa itu Refleksi Diri?

Refleksi diri atau juga disebut introspeksi, merupakan proses pengamatan terhadap diri sendiri mengenai pengungkapan pemikiran, keinginan, atau sensasi yang disadari. Melalui refleksi diri, Sahabat GueTau bisa mengevaluasi sikap, tindakan, ucapan, impian serta pemikiran kamu ke arah yang lebih baik. Perlu kamu ketahui jika kejujuran merupakan modal awal dari refleksi ini agar bisa benar-benar melihat kelebihan dan kekurangan kamu secara nyata. Dengan begitu, kamu bisa menemukan cara yang tepat untuk mendapatkan resolusi yang kamu rancang.

Kapan Melakukan Refleksi Diri?

Banyak orang yang melakukan refleksi diri pada momentum akhir tahun. Alasannya sih untuk mengulas perkembangannya selama setahun terakhir apakah sudah cukup efektif. Bisa juga, akan tetapi, menggunakan refleksi setahun sekali ini tak jarang menimbulkan penyesalan, terutama jika Sahabat GueTau lupa diri dengan tujuan awal.

Ada banyak peristiwa di mana kamu perlu belajar membiasakan “bercermin” untuk menemukan makna dari setiap tujuan dan memastikan jika langkah kita sudah terarah. Refleksi diri secara rutin ini sangat penting karena sebuah proses tidak berjalan konstan. Pengalaman yang serupa tidak selalu memberi hasil yang sama dikarenakan keterbatasan dan perbedaan sudut pandang. Bisa dikatakan jika setiap peristiwa memiliki titik kritis tersendiri.

Bagaimana Melakukan Refleksi Diri?

  1. Akui dan pahami kelemahan pribadi. Refleksi diri diawali dengan sikap rendah hati. Sadari kalau kamu memang tidak luput dari kesalahan. Memahami titik kritis ini berarti memiliki sikap waspada dan antisipasi.
  2. Agendakan “bercermin”. Susun rencana untuk menentukan kapan dan apa saja yang perlu Sahabat GueTau evaluasi. Misalnya, sebelum melakukan sesuatu untuk mengetahui sumber-sumber yang kamu miliki agar bisa dioptimalkan. Melakukan refleksi diri saat melakukan sesuatu juga bisa diterapkan agar tidak semakin jauh apabila ternyata ada kekeliruan dan bisa segera melakukan perbaikan jika diperlukan. Refleksi pasca melakukan sesuatu juga tak kalah penting, karena pengalaman tersebut bisa kamu jadikan pembelajaran agar tidak mengulang kesalahan yang sama.
  3. Refleksi diri merupakan proses menjadi pribadi yang lebih baik. Bercermin pada kesalahan atau kelemahan kamu bukan berarti bersikap menghakimi dan menyalahkan diri sendiri, ya. Sadari jika ini bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Dengan terbuka melakukan evaluasi ini, Sahabat GueTau bisa menjadi semakin dewasa dan matang.

Apakah Sahabat GueTau sudah siap untuk rutin “bercermin” di tahun 2015? Yuk, ceritakan pelajaran dan pengalaman dari refleksi diri kamu di info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Eunike Ally Sushmita

 

Referensi:

  1. http://belajarpsikologi.com/pengertian-introspeksi-diri/
  2. https://www.scribd.com/doc/250135972/Refleksi-diri-docx

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

5 Manfaat Masturbasi

posted on 27/05/2015

“Pengenalan akan anatomi tubuh ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan membangun body image yang positif.” Mastrubasi kerap diangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + eight =