Ngobrolin Seksualitas dengan Orang Tua, Kenapa Tidak?

posted on 25/06/2014

orang tua
Untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, anak remaja harus, ibaratnya, pindah secara bertahap dari kursi penumpang ke kursi pengendara dan belajar berkendara di jalan kehidupan yang berbahaya. Tentu, beberapa remaja menginginkan lebih banyak kebebasan daripada seharusnya; sebaliknya, beberapa orang tua memberikan lebih sedikit kebebasan daripada yang bisa mereka berikan. Tarik-menarik yang timbul dari situasi tersebut dapat sangat mengalutkan orang tua dan
anak remaja. ”Orang tuaku suka atur-atur hidupku,” keluh Ben yang berusia 16 tahun. * ”Kalau sampai umur 18 aku enggak dapat lebih banyak kebebasan, aku akan pergi dari rumah!”

 

Pernah Sahabat GueTau berbagi cerita dengan orang tua tentang sekolah, sahabat, atau soal pacar? Lalu, bagaimana dengan seksualitas? Banyak remaja yang masih canggung membicarakan tentang seksualitas kepada orangtuanya dan terus demikian hingga dewasa. Namun kesulitan itu bukan milik kamu saja, orangtua pun juga sering mengalami kesulitan untuk berbicara tentang seksualitas dengan anak remajanya. Padahal, materi seksualitas sangatlah penting dan hanya lewat komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak bisa memberikan pemahaman yang benar.

Mengapa harus dengan orang tua?Orang tua berperan untuk memberi informasi yang tepat karena informasi soal seksualitas mudah diperoleh di luar rumah namun sebagian besar salah dan menyesatkan. Mau tidak mau orang tua harus mengambil bagian dalam pendidikan seksualitas untuk memastikan anak remaja mereka dapat menyaring pengaruh dari luar dengan cara yang sehat, matang dan bertanggung jawab. GueTau akan membagikan beberapa tips untuk remaja dan juga orang tua dalam membangun komunikasi yang efektif soal seksualitas.Yuk simak!

Untuk Orangtua

Waktu ngobrol dengan anak adalah hal penting untuk berbagi cerita.  Di kota Bandung, Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) telah mengajak masyarakat terutama orangtua, untuk menandatangai sebuah komitmen bersama berupamemberikan waktu 20 menit orangtua untuk mendampingi anak. Lebih mudah untuk menyediakan waktu 20 menit dibandingkan harus menerima berbagai kemungkinan risiko yang dapat terjadi, bukan? Di saat santai tersebut, orangtua bisa memulai obrolan dengan melakukan komunikasi singkat seputar seksualitas.

Berusaha untuk tetap tenang dan jangan terlihat canggung! Dengan begitu, anak remaja akan lebih merasa nyaman dan tidak ikut canggung ketika akan berbagi cerita. Buat ia senyaman mungkin agar ia mendapatkan kebebasannya untuk bertanya apa saja. Jadikan diri orangtua sebagai pusat informasi dan orang pertama yang mengetahui berbagai cerita, keluhan dan pertanyaan anak.

Nah, untuk orangtua yang berkomitmen untuk mendampingi anak remajanya, terus terbuka untuk belajar juga perlu. Selipkan isu seksualitas sebagai bagian dalam pendidikan anak remaja di rumah. Perkaya diri dengan informasi yang tepat soal pendidikan seksualitas untuk anak remaja, termasuk dengan bagaimana cara menyampaikannya. Orangtua memang sudah mengetahui banyak hal, tapi belajar tidak pernah ada batas bagi siapapun..  Lewat membaca buku, browsing di internet, atau mendapatkan informasi dari beberapa lembaga melalui diskusi atau seminar pendidikan seksualitas untuk anak remaja adalah beberapa contoh sumber pengetahuan tambahan.

Ingat, berusahalah untuk tidak mendikte! Lakukan komunikasi dua arah dengan mereka. Dengan begitu, mereka akan merasa dilibatkan dalam komunikasi tersebut, bukan hanya untuk didikte!

Untuk Remaja

Sahabat GueTau, dapatkan kepercayaan dari orangtua dengan bersikap terbuka. Banyak bercerita dan bertanyalah dengan ayah atau ibu. Semestinya kamu tidak perlu malu jika bercerita dengan orang tua dan kerahasiaan lebih terjamin.

Intinya, jangan biarkan orang tuamu saja yang berkomunikasi. Lakukan bagianmu. Beri tahu orang tuamu tentang kegiatanmu. Tanyakan juga tentang kegiatan mereka. Kalau kamu ada keluhan, belajarlah caranya mengungkapkan itu dengan santun. Dengan demikian, Sahabat GueTau bisa berlatih berkomunikasi dengan baik yang mana akan sangat diperlukan saat beranjak dewasa. Tipsnya adalah bertanya di waktu yang tepat, di saat santai dan orangtua sedang tidak disibukkan dengan aktivitas pekerjaan. Sama seperti orangtua, Sahabat GueTau juga tidak perlu canggung untuk bertanya soal seksualitas dengan mereka. Lakukan hal itu, berceritalah seperti Sahabat GueTau sedang bercerita tentang sekolah, sahabat, atau hubungan dengan pacar Sahabat GueTau.

Sekian dulu ya informasi yang bisa dibagikan oleh GueTau. Semoga menambah pengetahuan Sahabat GueTau dan orang tua, dan Sahabat GueTau dan orangtua akan lebih leluasa untuk berbagi cerita dan informasi soal seksualitas. Kunjungi diskusi tentang pendidikan seksualitas dengan orangtua juga akan menjadi hal yang sangat menyenangkan. Semoga bermanfaat ya, Sahabat GueTau. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, Sahabat GueTau bisa mengirimkan e-mail ke info@Guetau.com.

 

Ditulis oleh Liona Aprisof

 

Referensi:

  1. http://www.jw.org/id/publikasi/majalah/g201301/berkomunikasi-dengan-anak-remaja/
  2. http://www.kawankumagz.com/read/tips-ngobrol-tentang-seks-dengan-orangtua

 

 

related post

Indahnya Melihat Gender sebagai Pelangi

posted on 17/11/2015

Sumber “Seperti warna-warna pada pelangi, gender terbentang pada suatu spektrum, bukan hanya dua kategori biner lelaki-perempuan. “ Halo

5 Manfaat Masturbasi

posted on 27/05/2015

“Pengenalan akan anatomi tubuh ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan membangun body image yang positif.” Mastrubasi kerap diangga

Kamu dan Peranmu dalam Keluarga

posted on

“Peran tersebut tentunya akan menjadi nilai plus kamu nantinya sebagai bekal saat dewasa.” Sebagai remaja, tentu waktu yang kamu habiska

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − ten =