Perempuan Pejuang – Pejuang Perempuan

posted on 30/04/2013

               The mother of revolution, The Lady of Arab Spring, dan the Iron Woman itulah julukan untuk perempuan yang hebat ini. Perempuan 32 tahun ini sangat giat sekali memperjuangkan hak perempuan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan dan perdamaian. Nama perempuan pejuang HAM ini adalah Tawakul Karman, yang berasal dari Yaman. Tawakul Karman juga seorang wartawati yang kritis pada setiap persoalan yang ada di negaranya. Malah pada rezim Yaman yang dipimpin oleh Presiden Ali Abdullah Saleh, perempuan peneriam nobel ini adalah penentang hebat kepemimpinan Ali Abdullah Shaleh.

Pada tahun 2005, ibu dari tiga anak ini mendirikan Perhimpunan Wanita Jurnalis Tanpa Belenggu di Yaman. Salah satu status dari perempuan ini di jejaring sosial yang menginspirasi perempuan perempuan di Yaman, yaitu “Kalian tak bisa membelenggu kebebasanku.”

           Tawakul Karman juga seorang perempuan Arab pertama yang menerima nobel penghargaan yang paling bergengsi ini. Sehingga pada tanggal 25-27 Maret 2013 di Bali pada waktu acara The 4th Meeting of The High-Level Panel of Eminent Persons on The Post-2015 Development Agenda, presiden RI mengundang perempuan hebat ini.

             Tawakul Karman menerima hadiah Nobel 2011 dalam bidang perjuangan damai menegakkan penghormatan hak perempuan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan dan perdamaian.

           Kalau kita bandingkan dengan pejuang HAM di Indonesia, perempuan ini sama seperti dengan Kartini. Mereka berdua sama-sama berjuang untuk hak perempuan bisa ikut berpatisipasi dalam pembangunan dan pendidikan.

           Pertanyaannya sekarang untuk negari tercinta ini, apakah di zaman yang sudah modern ini ada seorang perempuan seperti Tawakul Karman?

___

Ditulis Oleh: Deni, Kontributor GueTau.com

related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 3 =