Narkoba, Rokok dan Alkohol

posted on 17/10/2012

Teman-teman, pagi-pagi kita ketemu dengan salah teman kita, namanya Raka Ibrahim dia masih single loh haha
Namun kita tidak bahas seputar status singlenya dia, namun kemarin kita ngobrol-ngobrol sama dia seputar Narkoba, Rokok, dan Alkohol

Nah ini isi obrolannya :

Oke. Sebenarnya narkoba itu apa sih?

Well, tergantung. Secara teknis, rata-rata barang yang disebut sebagai ‘narkoba’ itu cuma obat biasa (kecuali ganja, yang didapat dari tanaman). Namun, ada efek-efek tertentu yang didapat dari memakai obat-obatan tersebut yang membuatnya dilarang. Makanya istilah yang dipakai itu ‘penyalahgunaan narkoba’, bukannya ‘pemakaian narkoba’. Beberapa narkoba malah banyak dipakai dalam dunia medis alias kedokteran – contohnya morphine dan marijuana/ganja yang biasa dipakai sebagai penghilang rasa sakit (patut dicatat, bahwa penggunaan ganja sebagai obat itu diatur dan diregulasi dengan ketat, dan legalitasnya tergantung lokasi. Di satu negara/provinsi mungkin boleh, sementara di negara atau provinsi lainnya tidak).

Sebenarnya apa sih yang membuatnya dilarang?

Efek sampingnya. Tergantung jenisnya, narkoba bisa menyebabkan kecanduan serta efek buruk bagi kesehatan, baik kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa.

Oh, ternyata begitu… Kalau rokok itu apa?

Rokok? Waw. Kayaknya sekarang ini semua orang pada hobi merokok, ya? Sedikit fakta: Indonesia adalah salah satu pasar terbesar untuk rokok di dunia. Pada dasarnya, rokok jenis sigaret yang biasa kita lihat adalah tembakau (yang kadang dicampur cengkeh atau rempah-rempah lainnya) yang dilinting di dalam kertas dan filter. Prinsip dasarnya sih seperti itu.

Eh, katanya rokok itu ga baik bagi kesehatan ya…

Pasti semua orang sudah familiar dengan tulisan peringatan yang biasanya ada di belakang pak rokok, bukan? Kita akan membicarakan itu secara lebih mendetail di artikel tentang rokok J

Kalau minuman beralkohol itu…

Mirasantika?

Oh itu. Minuman beralkohol pada dasarnya adalah minuman hasil fermentasi beberapa jenis buah, tanaman, atau biji-bijian. Ada banyak jenis minuman beralkohol yang bisa kalian lihat, contohnya bir, wine, vodka, dan lain-lain…

Sebenarnya minum kaya gituan sehat atau tidak, sih?

Semuanya kembali pada jumlah. Kalau terlalu banyak dikonsumsi, minuman-minuman beralkohol bisa berakibat buruk pada kesehatan, terutama pada hati. Konsumsi berlebihan juga bisa berujung pada kecanduan alkohol.

Tapi, studi-studi menunjukkan bahwa bila dikonsumsi secara tidak berlebihan, minuman beralkohol (terutama wine dan bir) bisa menyehatkan, terutama bagi kesehatan jantung. Selengkapnya bisa dibaca di artikel kita tentang alkohol J

Namun perlu dicatat nih…

Faktanya, banyak informasi-informasi soal narkoba, alkohol, dan rokok yang kita dapat berbau propaganda alias ngibul doang. Dan ini bukan barang baru. Sama seperti fenomena apapun, narkoba, alkohol, rokok dan segala efek sampingnya dipelajari dan distudi bolak-balik oleh para ilmuwan, peneliti, dan psikolog-psikolog yang kesemuanya ahli dalam bidang mereka masing-masing. Oke, dalam beberapa hal mereka semua setuju. Namun, seringkali, temuan si A dan temuan si B bertabrakan. Penelitian dokter Jono menemukan bahwa narkoba A itu ternyata membuat kecanduan, eh penelitian dokter Suparman menemukan bahwa narkoba A tidak membuat kecanduan. Penelitian si A menemukan bahwa bir itu menyehatkan, eh penelitiah si B bilang kalau bir itu sama sekali tidak menyehatkan. Rancu, kan? Selalu ada dua, tiga, empat, dan begitu banyak sudut pandang yang saling bertabrakan dan saling lawan.

Di website ini, kita akan berusaha membicarakan narkoba, alkohol, dan rokok se-objektif dan senetral mungkin, sekaligus mencoba mengenalkan kawan-kawan dengan spekulasi-spekulasi yang ada. Kalau efek A dari narkoba A masih diperdebatkan, maka kita akan bilang bahwa itu masih diperdebatkan. Tidak ada penilaian atau propaganda – di sini kita cuma memberi informasi yang seobjektif dan se-akurat mungkin. Ga ada ceritanya kita teriak-teriak “Pokoknya ini haram” dengan nada suara ala Rhoma Irama. Tidak ada judulnya kita ngomong “Makanya, lo ga boleh melakukan ini”. Di sini kita ga bermaksud menggurui. Yuk, kita bicara terbuka, netral, dan (kurang lebih) santai soal fakta yang ada.

Setelah itu kita mau mencicipi atau tidak, semuanya terserah masing-masing…

Buat yang masih pengen nanya-nanya bisa komentar dibawah ini atau kirim pesan ke kita di info@guetau.com

related post

Tertarik Coba Sabu? Kenali Dulu Dampaknya Untuk Tubuhmu

posted on 30/03/2017

“Jangan tertipu kebahagiaan sesaat.” Sabu-sabu adalah narkoba jenis metamphethamin yang sifatnya menatimulasi sistem syaraf dan

5 Kepribadian yang Lebih Rentan Terhadap Ketergantungan Alkohol & Narkoba

posted on 24/02/2017

“Kenali kepribadianmu agar tidak terjerat ketergantungan narkoba dan alkohol.” Kenapa beberapa orang dapat berhenti minum alkoho

Ada yang Menarik dari Foto-Foto Instagram Perempuan Muda Ini

posted on 19/02/2017

“Alkohol sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda masa kini.” Bulan Agustus 2016, seorang perempuan muda bernama Louise me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × five =