FAQ Youth Diversity

posted on 17/10/2012

Memangnya ada berapa orang muda di Indonesia?

BKKBN, mengutip SP 2010, menyatakan dalam salah satu laporannya bahwa dari 237,6 juta orang penduduk di Indonesia, ada 40,75 juta orang yang bisa dikategorikan sebagai orang muda. Lebih tepatnya, ada 40,75 juta orang yang berusia 15-24 tahun.

Dan yang paling penting, mereka luar biasa beragam J

Keberagaman orang muda, ya? Memangnya se-‘beragam’ apa sih Indonesia?

Well, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17,000 pulau, 700 bahasa daerah, dan 300 suku yang masing-masing punya sejarah, budaya, dan identitas masing-masing, yang berkembang selama ratusan tahun. Identitas Indonesia sebagai negara yang majemuk itu sudah ga diragukan lagi. Mulai dari Sabang sampai Merauke, pasti ada keanekaragaman yang tidak bisa dihindari di seluruh Indonesia Raya. Hey, motto kita ‘Bhinneka Tunggal Ika’ alias berbeda tapi satu jua!

Kembali ke keberagaman… Memangnya ada keberagaman apa saja?

Waduh, itu sih bisa panjang lebar ceritanya. Keberagaman yang kita bicarakan di sini bukan cuma keberagaman ras atau suku. Ada keberagaman orientasi seksual (ada yang hetero, ada yang gay), ada keberagaman agama (ada yang Islam, ada yang Kristen, ada yang ga punya agama sama sekali), ada keberagaman pendapat (ada yang suka sama Lady Gaga, ada yang ga suka), ada keberagaman status ekonomi (ada yang kaya, ada yang miskin), bahkan ada keberagaman status hati (ada yang galau, ada yang bahagia aman damai sentosa…). Begitu banyak hal yang berbeda di antara kita, namun satu hal itu sama: Kita semua manusia, dan kita semua punya hak.

Di sini, kebanyakan kita akan berbicara dalam bentuk artikel opini yang, (semoga), ga terkesan terlalu serius dan ga terasa seperti tulisan koran yang dibaca bapak-bapak sambil minum kopi di pagi hari. Kita akan mencoba untuk melihat, menganalisa, dan mendengar kisah-kisah tentang keberagaman yang ada di sekitar kita, mulai dari yang unyu-unyu sampai yang dianggap ‘menyeramkan’.

Hmm, keberagaman di Indonesia oke-oke aja, kan?

Siapa yang bilang?

Oh iya, barusan dikau yang bilang.

Ehem. Sebenarnya tidak begitu. Banyak hal mengancam keberagaman di sekitar kita, dan kebanyakan diantaranya datang dari rasa takut. Tahu kan, istilah “Tak kenal maka tak sayang”? Yah, begitulah.

Oke, memang alasan sesungguhnya jauh lebih kompleks dari itu. Namun itu dia intinya – ada kebencian dan sikap tidak mau tahu yang berangkat salah satunya dari keengganan untuk benar-benar mendekati keberagaman yang dianggap ‘seram’ ini. Di situlah kita sebagai anak-anak muda yang kece dan unyu-unyu bisa berperan besar agar Bhinneka Tunggal Ika kita yang keren ini jadi semakin mantap dan bergelora.

Memangnya apa yang bisa kita lakukan?

Cari tahu. Mengerti. Terima perbedaan. Sebarkan. Bela. Informasi adalah kekuatan, dan di sini kalian akan mendapatkan informasi dan opini yang tajam, aktual, dan terpercaya (serasa acara berita nih -_-) tentang keberagaman yang ada di sekitar kalian. Ga usah jauh-jauh ke pedalaman atau desa terpencil di tengah hutan untuk melihat keberagaman. Jalan saja ke sekolah, dan lihat sekeliling. Begitu banyak orang dari ras yang berbeda-beda, suku yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda, status sosial yang berbeda-beda, semuanya ada di sekitar kalian.

Wow sekali, kan?

related post

(Bukan) Tips Menabung Sepuluh Juta Dalam Satu Bulan

posted on 24/01/2016

Sumber “Tanyakan dulu pada dirimu sendiri, apakah kamu membutuhkannya atau sekadar lapar mata saja?“ Sahabat GueTau, apakah kamu pernah

Bulan Mei=Bulan Masturbasi

posted on 14/05/2013

Halo bulan Mei! Halo bulan Masturbasi! Yup! Di Amerika Serikat, bulan Mei merupakan salah satu bulan penting yang dinanti-nanti untuk diraya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 11 =