ASERTIF

posted on 16/10/2012

 

Pernahkah kamu merasa tidak nyaman dengan perbuatan orang lain namun merasa tidak enak untuk memberitahunya tentang perasaanmu? Pernahkah kamu diajak oleh temanmu, namun kamu tidak bisa menolak padahal kamu punya rencana lain? Pernahkah kamu merasa pendapat orang lain tidak sesuai dengan pendapatmu namun kamu tidak berani memberitahukan pendapatmu?

Atau pernahkah kamu bertengkar dengan orang lain karena kamu ingin mempertahankan pendapatmu? Pernahkah kamu memarahi pelayan di toko/restoran karena pelayanannya kurang menyenangkan? Pernahkan kamu memukul orang lain yang mengejekmu?

Masalah-masalah di atas sering banget dihadapi oleh orang seusia kamu, jadi kamu tidak usah terlalu panik! Tetap santai, dan di bawah ini ada beberapa info asik buat kamu…

Kalau kamu sering sekali bingung bagaimana menyatakan pendapat, menolak permintaan teman, atau menyatakan tidak setuju dengan sikap orang lain, maka yang kamu butuhkan adalah sikap asertif. Sikap asertif adalah sikap dimana kamu memberitahukan pendapat kamu tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Lalu, apa bedanya sikap asertif dan agresif? Kedua hal ini mempunyai perbedaan yang sangat tipis sekali. Bersikap asertif bukanlah masalah moralitas maupun masalah “hak”. Ini adalah bagaimana kamu menjadi seorang manusia seutuhnya dimana kamu bisa bersikap sesuai dengan yang kamu inginkan. Ketika banyak orang mengatakan bahwa adalah hak mereka untuk mendapatkan perlakuan yang adil, pelayanan yang baik, dan penghargaan yang memadai, maka sebaiknya mereka juga harus memikirkan bagaimana cara mereka mendapatkan hak tersebut. Jika kamu tidak pernah mengatakan apa yang yang kamu inginkan, apa yang membuat kamu tidak nyaman, apa yang membuat kamu tersinggung, dll maka orang tidak akan pernah tahu mengenai perasaan kamu.

Kamu bisa saja memprotes seseorang yang membentak kamu, tapi kamu juga bisa saja menerimanya tanpa berkomentar, atau kamu malah berbalik membentak orang tersebut. Ada 3 jenis sikap:

  1. Permisif. Sikap ini adalah dimana kamu selalu membiarkan orang lain melakukan hal yang tidak kamu sukai, kamu sangat sulit menolak ajakan orang lain, dan membiarkan orang lain bertindak sesuai dengan yang mereka inginkan.
  2. Agresif. Sikap ini adalah dimana kamu bisa menolak permintaan orang lain, mengekspresikan bahwa kamu tidak setuju dengan mereka, serta marah saat ada orang lain menyinggung kamu namun semua itu dilakukan dengan cara yang kasar sehingga membuat orang lain tersinggung, merasa tidak nyaman, dan marah.
  3. Asertif. Kemampuan ini adalah dimana kamu bisa menolak ajakan, permintaan, menyatakan bahwa kamu tidak setuju dengan apa yang orang lain lakukan, dan memberitahukan bahwa kamu merasa risih dengan perlakukan orang tersebut. Untuk melakukan asertif, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan:
    1. Bersikaplah objektif. Bila kamu ingin mengeluh terhadap suatu hal, jangan melebih-lebihkan atau menyalahkan orang lain. Kamu harus fokus dengan apa yang membuat kamu tidak suka beserta alasannya. Misalnya jika kamu tidak suka dengan orang yang merokok di depanmu, kamu bisa mengatakan, “Maaf pak, asap rokoknya ke arah saya dan saya menjadi batuk karenanya”. Itu lebih baik daripada kamu mengatakan, “Pergi dari sini dengan kebiasaan jelekmu, Pak!”. Janganlah membuat generalisasi dan pernyataan yang mungkin bisa menyinggung serta menyerang orang lain seperti, “Rokokmu membuat saya batuk-batuk sehingga saya mau mati rasanya”.
    2. Apa yang kamu inginkan harus jelas dan spesifik. Misalnya, “Saya merasa tidak sepakat saat kamu mengatakan saya tidak pernah menepati janji, sebelumnya saya selalu datang tepat waktu namun karena kemarin saya sedang sakit maka saya tidak bisa datang”. Hal ini lebih baik daripada kamu mengatakan, “Kamu selalu menyalahkan saya!” atau “Omongan kamu tidak benar!”.
    3. Beritahukan konsekuensinya. Untuk membuat orang lain memahami bahwa terdapat hukum timbal-balik di dunia ini, maka akan lebih baik jika kamu mengatakan sesuatu sesuai dengan konsekuensi yang akan mereka dapat. Misalnya, “Kalau kamu datang terlambat lebih dari 30 menit, maka saya akan pulang karena saya harus melakukan hal yang lain”. Ini lebih baik daripada kamu mengatakan, “Kamu selalu datang terlambat dan membuat saya kesal!”.

Bagaimana teman-teman? Apakah sudah cukup memuaskan informasinya? Kalau kita selalu menuruti kemauan orang lain, maka kita tidak akan punya waktu untuk menjadi diri sendiri. Berbeda pendapat itu adalah hal biasa, namun bagaimana kita menyikapi perbedaan itu dengan cara yang baik dan tidak menyakiti orang lain menjadi penting lho teman! Selamat berpraktek yaa.. (Handa)

 

Referensi : Mathew, Andrew. 1996. Making Friends. Jakarta: Gramedia

related post

Kata Mereka: Dena Rachman Tentang Bullying di Dunia Maya

posted on 11/11/2016

“Mantan bintang cilik yang kini seorang perancang sepatu, Dena Rachman, sangat terbuka dan bangga dengan transformasinya menjadi seora

Teman Kamu Pengkhianat? Santai Aja!

posted on 13/01/2016

Sumber “Penelitian menunjukkan bahwa menyimpan dendam berlebih dapat berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh, yang bisa membuat kita l

Menjadi Remaja Asertif

posted on 02/12/2014

    “Bersikap asertif merupakan ketrampilan yang harus dimiliki remaja agar tidak kehilangan hak-hak pribadinya dan tidak mudah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =