Pelecehan Terhadap Perempuan di Berbagai Belahan Dunia

posted on 27/04/2016

“Di berbagai belahan dunia, perempuan mengalami pelecehan seksual. Mari kita simak cerita mereka mengatasi perlakuan tidak menyenangkan tersebut.”

Pelecehan seksual dapat ditemukan sehari-hari di sekitar kita. Kalau kamu menggunakan kendaraan umum, kamu bisa melihat orang dengan kecenderungan eksibisionis. Bahkan kamu berjalan dari ujung gang ke rumah pun, bisa saja ada orang iseng yang bersiul untuk menggoda. Uh, kesal banget kan!

Ternyata fenomena pelecehan di tempat umum terjadi juga di berbagai belahan dunia. Di artikel yang berjudul ‘Street Harassment around the World: What’s Your Story?’ (Pelecehan di Jalan di Dunia: Apa Ceritamu?), Malaka Gharib memaparkan dengan menarik cara-cara perempuan di berbagai belahan dunia melawan kekerasan.

Artikel dibuka dengan pengalaman pribadi Gharib saat mengalami pelecehan di Mesir. Beberapa laki-laki mengikuti dan menggodanya karena ia bercelana pendek. Kejadian tersebut membuatnya ingin mencari tahu bagaimana perempuan di berbagai belahan dunia dalam melawan kekerasan. Yuk, kita simak!

Bahamas

Di Bahamas, perempuan kerap dipanggil dengan sebutan-sebutan sesuai dengan warna kulitnya; kuning, putih, atau cokelat. Laki-laki yang menjadi pelaku pelecehan semacam ini bahkan berani meminta nomor telepon. Untuk mengatasinya, para perempuan terpaksa harus pergi dan pulang dengan rute yang berbeda. Jika diajak bercakap-cakap, mereka tidak melawan, tetapi menolak dengan halus.

India

Pelecehan terhadap perempuan di India bukan sesuatu yang baru. Perempuan di India harus bersabar menghadapi laki-laki yang menggodanya dengan berbagai macam cara. Bahkan beberapa waktu lalu, terjadi kasus pemerkosaan di kendaraan umum! Seram ya. Tren terbaru, beberapa pelaku pelecehan mengambil foto mereka diam-diam. Lagi-lagi perempuan harus berdamai dengan situasi tersebut dengan cara menggunakan pakaian yang longgar dan tidak keluar malam.

Jepang

Karakteristik pelecehan seksual di Jepang ternyata lebih menyeramkan lho. Mereka kerap disentuh pada bagian-bagian tertentu di kendaraan umum dan diikuti hingga ke rumah! Untuk mengatasinya, mereka sering berjalan beramai-ramai dan mengambil kelas bela diri.

Nepal

Yang sering terjadi di Nepal adalah pemandangan laki-laki yang mencubit, bersiul, bahkan menunjukan penisnya di depan publik. Perempuan di Nepal mengakalinya dengan menutup bagian dada mereka dengan syal dan tidak berinteraksi dengan laki-laki.

Lalu, Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia, pelecehan seksual dapat dengan mudah kita lihat. Coba deh, Sahabat GueTau amati, pasti ada saja orang yang bersiul dengan niat menggoda.

Bahkan, perempuan berjilbab juga tidak luput dari pelecehan seksual di jalanan, lho. Seorang teman berjilbab pernah dipegang payudaranya oleh dua orang laki-laki bermotor saat berjalan kaki dari kampus. Kejadian singkat itu membuatnya trauma hingga kini.

Ada banyak cara untuk melawan pelecehan. Seseorang bisa saja belajar bela diri, tapi apakah semua orang bisa dan punya waktu untuk belajar beladiri? Mungkin kita butuh alternatif lain juga.

Sebuah komunitas bernama perEMPUan memberikan satu alternatif bagi perempuan –atau siapapun, untuk melawan pelecehan yang bisa menimpanya kapan saja. Komunitas yang diawali oleh inisiatif Rika Neqy ini menerbitkan buku elektronik yang bisa kamu unduh dan pelajari. Isinya banyak berbicara tentang tips dan trik melawan pelecehan seksual. Kamu bisa unduh bukunya di https://db.tt/U5zwrDs5. Sebarkan yuk, agar teman-teman yang lain juga bisa belajar mengatasi pelecehan jika sewaktu-waktu terjadi. Sedia paying sebelum hujan.

Di negara-negara yang sudah diceritakan di atas, perempuan yang sering jadi korban. Mereka harus mengatasi berbagai bentuk pelecehan dengan caranya sendiri. Tapi, bukan berarti laki-laki tidak dapat menjadi korban ya. GueTau akan menceritakan pelecehan seksual yang korbannya laki-laki di lain kesempatan. Jika kamu pernah melihat atau mengalami pelecehan seksual, jangan ragu ceritakan ke GueTau via info@guetau.com ya!

Oleh Justian Edwin Darmawan

Referensi:
1. http://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2016/04/06/473223402/street-harassment-around-the-world-what-s-your-story
2. https://www.opensocietyfoundations.org/voices/sexual-harassment-world-s-most-dangerous-country-women

related post

Ospek Plus-Plus

posted on 15/10/2016

“Banyak yang sangat menyayangkan kegiatan yang seharusnya memberikan pengenalan lingkungan kampus bagi para mahasiswa baru malah memperken

4 Dampak Pelecehan Seksual pada Anak

posted on 24/11/2015

“Menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak (KomNas PA), tercatat sebanyak 21,6 juta kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak sepanj

Lady Gaga Melawan Budaya Pemerkosaan Melalui Lagu

posted on 08/11/2015

“Menurut studi yang ada pada Journal of American College Health, satu dari empat wanita pernah diperkosa pada masa perkuliahannya. Sed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *