Perempuan Hebat dari India

posted on 22/04/2013

Indonesia punya Kartini yang memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan. Hasilnya saat ini banyak perempuan yang sudah bisa mengenyam pendidikan dan mendapatkan kesempatan seperti halnya laki-laki (walaupun masih banyak PR yang harus diselesaikan dalam hal ini).

Bukan hanya Indonesia, India pun punya seorang perempuan yang berjuang untuk pendidikan. Ia adalah Agnes Gonxha yang lebih dikenal sebagai Bunda Teresa yang lahir pada tanggal 26 agustus 1910, di Skopje, Albania. Ia adalah anak bungsu dari sebuah keluarga di Shkoder, Albania, lahir dari pasangan Nikollë dan Drana Bojaxhiu. Pada usia 8 tahun ayahnya telah meninggal dunia. Banyak sekali yang dilakukan oleh Bunda Theresa untuk membantu orang miskin. Dia rela meninggalkan biara dan melepas jubah biara hanya untuk pekerjaan sosialnya. Pada awal tahun 1949, ia bergabung dalam usahanya dengan sekelompok perempuan muda dan meletakkan dasar untuk menciptakan sebuah komunitas religius baru untuk membantu orang-orang termiskin di antara kaum miskin.

Theresa mendapatkan izin Vatikan pada 7 Oktober 1950 untuk memulai kongregasi keuskupan, yang kemudian menjadi Misionaris Cinta kasih. Misinya adalah untuk merawat “yang lapar, telanjang, tunawisma, orang cacat, orang buta, penderita kusta, semua orang yang merasa tidak diinginkan, tidak dicintai, tidak diperhatikan seluruh masyarakat, orang yang telah menjadi beban bagi masyarakat dan dihindari oleh semua orang”.

Kongregasi ini dimulai dengan 13 orang anggota di Kalkuta, kini telah lebih dari 4.000 suster menjalankan panti asuhan, rumah bagi pengidap AIDS dan pusat amal di seluruh dunia, dan merawat para pengungsi, pecandu alkohol, orang buta, cacat, tua, orang miskin dan tunawisma, korban banjir, dan wabah kelaparan.

Bunda Theresa bepergian untuk membantu dan melayani penderita kelaparan di Ethiopia, korban radiasi di Chernobyl, dan korban gempa di Armenia. Pada tahun 1991, Bunda Theresa kembali untuk pertama kalinya ke tanah air dan membuka rumah Misionaris Cinta Kasih Bruder di Tirana, Albania.

Pada tahun 1996, ia menjalankan 517 misi di lebih dari 100 negara. Selama bertahun-tahun, Bunda Teresa mengembangkan Misionaris Cinta Kasih untuk melayani “termiskin dari yang miskin” di 450 pusat di seluruh dunia. Rumah Misionaris Cinta Kasih pertama yang ada di Amerika Serikat didirikan di South Bronx, New York. Pada tahun 1984, ordo ini menjalankan 19 organisasi di seluruh negara. Pada tanggal 13 Maret 1997, dia turun dari jabatannya sebagai kepala Misionaris Cinta Kasih. Ia meninggal pada tanggal 5 September 1997.

Pada saat kematiannya, Misionaris Cinta Kasih telah memiliki lebih dari 4.000 suster dan persaudaraan dengan 300 anggota yang menjalankan 610 misi di 123 negara. Ini termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, kusta dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, pembantu pribadi, panti asuhan, dan sekolah. Misionaris Cinta Kasih juga dibantu oleh wakil pekerja yang berjumlah lebih dari 1 juta pada tahun 1990-an.

Ia diberi pemakaman kenegaraan oleh pemerintah India dalam rasa syukur atas jasanya kepada kaum miskin dari semua agama di India.

Oke, Sahabat GueTau, itu sedikit tentang seorang perempuan hebat yang menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan pemerintah India, Bharat Ratna (1980) dan penghargaan perdamaian Nobel pada tahun 1979. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah. Saat peringatan kelahirannya yang ke-100 pada tahun 2010, seluruh dunia menghormatinya dan karyanya dipuji oleh Presiden India, Pratibha Pati.

___

Ditulis oleh Deni, Kontributor GueTau.com

related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − nineteen =