Meningkatnya Pekerja Anak dan Remaja Akibat Krisis Global Keuangan

posted on 31/08/2013

Saat ini berita tentang tingginya nilai tukar Dolar Amerika terhadap Rupiah Indonesia sedang menjadi perbincangan hangat di media massa. Pemerintah Indonesia pun sedang dituntut untuk bisa mengatasi masalah ini, untuk mencegah hal-hal yang terjadi pada tahun 2008 kembali terjadi.

Jika Sahabat GueTau masih ingat, krisis global keuangan yang terjadi pada tahun 2008 menyebabkan terjadinya pemangkasan pengeluaran besar-besaran di semua negara, termasuk Indonesia. Akibatnya banyak pengusaha mengurangi tenaga kerja secara besar-besaran.

Lalu apa efeknya krisis keuangan global dengan anak-anak dan remaja?

Ternyata dampaknya sangat nyata lo Sahabat GueTau. Pada saat itu, anak-anak dan remaja banyak akhirnya masuk dalam lapangan kerja untuk membantu ekonomi keluarga karena orang tuanya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK)

Hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi banyak juga di negara-negara Eropa. PHK mengakibatkan sumber pendapatan keluarga berkurang, bahkan hilang. Sehingga tidak jarang, keluarga mendorong anggota keluarganya, bahkan yang masih berusia anak (kurang dari 18 tahun) untuk turut membantu perekonomian keluarga.

 

10 negara di dunia dengan jumlah pengangguran tertinggi

Di negara dengan jumah pengangguran yang tinggi, maka makin banyak anak-anak dan remaja yang bekerja. Organisasi Buruh Internasional atau yang dikenal dengan ILO (International Labour Organization) menyusun data tingkat pengangguran rata-rata tahunan pada 2011 yang diperoleh dari sumber statistik nasional setiap negara. Dari situ diketahui bahwa jumlah penangguran tinggi tidak hanya terjadi di negara-negara miskin dan berkembang, namun juga terjadi di 10 negara yang mempunyai ekonomi besar.

Berikut ini adalah 10 negara tersebut:

  1. Prancis
    Tingkat pengangguran: 9,3%
  2. Polandia
    Tingkat pengangguran: 9,6%
  3. Turki
    Tingkat pengangguran: 9,8%
  4. Kolombia
    Tingkat pengangguran: 10,8%
  5. Iran
    Tingkat pengangguran: 11,5% (data terbaru yang tersedia per 2009)
  6. Portugal
    Tingkat pengangguran: 12,7%
  7. Irlandia
    Tingkat pengangguran: 14,4%
  8. Yunani
    Tingkat pengangguran: 17,7%
  9. Spanyol
    Tingkat pengangguran: 21,6%
  10. Afrika Selatan
    Tingkat pengangguran: 24,7%

 

Sungguh ironis sekali jumlah pengangguran di 10 negara tersebut, Sahabat GueTau. Bisa dipastikan akibatnya banyak anak-anak dan remaja yang melakukan pekerjaan berbahaya serta beresiko. Bayangkan saja, di negara yang ekonominya besar saja krisis ekonomi meningkatkan jumlah penangguran, lalu bagaimana dengan negara-negara miskin dan berkembang, termasuk Indonesia? Akankah angka penangguran di Indonesia meningkat akibat krisis keuangan saat ini? Semoga tidak ya. Selain itu, semoga tidak ada anak-anak dan remaja yang harus tercebur dalam lapangan kerja akibat krisis keuangan ini.

 

related post

Jurus Menghindari Magang yang Mempekerjakan

posted on 03/09/2013

Program magang merupakan kegiatan intrakurikuler terstruktur berupa kegiatan praktek kerja. Sehabat GueTau yang masih sekolah di SMK atau SM

Anak Bekerja = Eksploitasi Hak Anak?

posted on 01/09/2013

          Sahabat Guetau tahu nggak bahwa Setiap tahunnya, 22 ribu anak meninggal dalam kecelakaan terkait kerja? 7

Manfaat dan Risiko Anak Bekerja

posted on 08/07/2013

Sahabat GueTau pasti sudah sering lihat banyak sekali anak di negeri ini yang sudah mulai bekerja. Bekerja di pasar, sebagai PRT, pekerja pe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 1 =