Ulasan Film Inside Out

posted on 10/02/2016

Halo, Sahabat GueTau! Sudahkah kamu menonton film Inside Out? Nah, sekarang GueTau akan memberikan ulasan film besutan Disney Pixar yang satu ini. Selain menghibur, ada pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari film ini. Apakah itu? Mari kita simak!

Film ini bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Riley (Kaitlyn Dias). Bersama kedua orang tuanya (Kyle MacLachlan dan Diane Lane), Riley harus pindah dari kampung halamannya di Minnesota ke San Fransisco. Sebenarnya Riley adalah anak yang periang, namun dihadapkan dengan situasi yang sulit, ia mulai berubah. Selama di sana, Riley menjadi pemurung karena ia begitu merindukan kenangan indah di tempat tinggalnya dulu.

Namun cerita sebenarnya bukanlah dari sudut pandang Riley, melainkan apa yang terjadi di dalam pikirannya. Di dalam Pusat Kendali pikiran Riley ada lima karakter emosi utama, yaitu: Joy (Amy Poehler), Sadness (Phyllis Smith), Fear (Bill Hader), Disgust (Mindy Kailing), dan Anger (Lewis Black). Kelima emosi utama inilah yang membimbing Riley dalam melewati masa remaja dan juga transisi kehidupannya di San Fransisco.

Joy adalah emosi pertama yang muncul saat Riley lahir, ia bertanggungjawab untuk membuat Riley tetap bahagia. Kemudian Sadness muncul, berlawanan dengan Joy, ia justru membuat Riley merasakan kesedihan. Fear sangatlah paranoid, namun ialah yang membuat Riley tetap aman dari bahaya. Disgust pun menjaga Riley dengan menghindari segala sesuatu yang terlihat menjijikkan. Saat Riley merasa kesal dan marah, pasti itu adalah ulah Anger.

Konflik terjadi saat Riley harus beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Joy yang ingin selalu membuat Riley bahagia, membuat Sadness merasa tersingkirkan. Saat Sadness berusaha untuk mengambil peran, Joy selalu menghalanginya karena ia tidak ingin membuat Riley bersedih. Karena suatu kecelakaan, dua emosi ini terjebak dalam sistem emosi dan tersesat dalam alam pikiran Riley, meninggalkan Pusat Kendali di tangan Fear, Disgust, dan Anger.

Masalah pun mulai bermunculan. Riley kehilangan berbagai hal dalam pikirannya, seperti teman, permainan hoki, bahkan keluarga. Riley yang dulunya selalu ceria, berubah menjadi anak yang pendiam, pemarah, dan tertutup sampai akhirnya ia memutuskan untuk kabur dari rumah.

Pada akhir cerita, Joy dan Sadness berhasil kembali ke pusat sistem pengaturan emosinya dan menyadarkan Riley sehingga dia kembali kepada ayah dan ibunya dan kembali menjadi gadis yang periang.
Jika pada kisah dongeng klasik perasaan sedih digambarkan sebagai hal yang negatif, Inside Out justru menekankan bahwa perasaan sedih diperlukan seseorang untuk keseimbangan emosinya. Kita juga membutuhkan perasaan sedih untuk kemudian bisa merasa bahagia. Hal inilah yang akhirnya disadari oleh Joy ketika melihat Sadness berperan dalam mengendalikan emosi Riley.

Dengan cara yang sederhana, Pixar sukses menggambarkan apa yang terjadi dengan sisi emosional seorang anak remaja. Dalam pembuatannya, sutradara film ini, Pete Docter dan Ronnie del Carmen berkonsultasi dengan Dacher Keltner, seorang psikologis dari Universitas California, sehingga detil cerita sangat akurat secara sains. Contohnya adalah bagaimana memori disimpan saat tidur, memori yang tidak terpakai akan dihapus, hingga penggambaran makhluk imajinasi bernama Bingbong yang terlupakan ketika Riley beranjak remaja.

Didukung dengan tampilan visual yang manawan juga dan lelucon ringan yang lucu, Inside Out bukan sekedar film animasi biasa. Film ini mampu menyentuh semua penonton dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimana menurutmu, Sahabat GueTau? Apakah kamu juga menikmati Inside Out? Jika kamu punya rekomendasi film lain yang ingin diulas, langsung saja kirimkan email ke info@guetau.com ya!

Oleh Helmi Akbar

Referensi:
1. http://movies.disney.com/inside-out
2. http://www.imdb.com/title/tt2096673

related post

Film Misteri Anu Jatuh: Belajar Untuk Tak Menghakimi

posted on 27/01/2016

Sumber “Kalau masih sulit memahami, cobalah untuk tidak menghakimi.” Bosan dengan topik serius? Tenang saja, kali ini GueTau bakal memba

Hobi Nonton Film Biru?

posted on 31/12/2014

“Menurut sebuah penelitian, usia rata-rata orang yang kecanduan film porno menjadi kebiasaan sejak umur 11-14tahun.”   Sedikit Tentang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =