The Danish Girl: Tentang Perjuangan

posted on 03/03/2016

Kalau Sahabat GueTau pernah mendengar lagu ‘berawal dari tatap’, begitulah film The Danish Girl ini bermula. Dari tatapan timbul perasaan, lalu seorang laki-laki dan perempuan menikah.

Kisahnya menjadi menarik ketika pasangan tersebut membuat sebuah eksperimen seni. Eksperimen tersebut mengeksplorasi sisi feminin suami, sekaligus menjadi model lukisan sang istri.

Seiring berjalannya waktu, sang suami merasa nyaman menjalani lakon perempuan yang dinamai Lily. Lukisan hasil eksperimen tokoh imajiner Lily sukses membawa pasangan tersebut ke Paris.

Lalu konflik batin sang suami tidak bisa dihentikan. Ia menyadari bahwa ia adalah perempuan dalam tubuh laki-laki. Ketika menyadari hal tersebut, Lily menemui dua pilihan; tetap menjadi laki-laki atau berubah menjadi perempuan. Selama pencarian jati dirinya, ia menemui kekerasan dan penghakiman banyak orang.

Kisah pencarian jati diri Lily benar-benar menyentuh. Ia tidak melawan siapapun yang memperlakukannya dengan tidak adil. Ia hanya mencoba kabur dari usaha ‘penyelamatan’. Karakter Lily yang tidak banyak melawan membuat film ini jauh dari kesan promosi nilai LGBT, namun orang yang menontonnya akan mengerti bagaimana penderitaan orang-orang yang memiliki orientasi atau identitas seksual berbeda. Dalam film The Danish Girl ini, transeksual menjadi fokus utama.

Kisah lakon Lily dalam fim The Danish Girl dapat memberikan pengertian kepada anti-LGBT di Indonesia yang menganggap bahwa LGBT ada karena pengaruh budaya Barat. Dalam film The Danish Girl, latar yang diambil adalah kawasan Eropa sebelum menerima keberagaman identitas dan orientasi seksual.

Pesan yang dapat diambil dari film ini mungkin adalah bahwa penerimaan sesuatu yang baru dikenal memang butuh waktu. Memang benar, tidak ada yang instan di dunia ini. Bayangkan saja ketika kita berkenalan. Pasti akan ada jarak sebelum menjadi akrab, kan?

Di era modern ini, kamu bisa memberikan pemahaman yang tidak frontal bahwa LGBT bukanlah penyakit. Berdiskusilah dengan damai. Yang terakhir, jangan pernah menyerah seperti Lily.

Oleh Gue Tau

related post

Ramai-Ramai Bicara LGBT: Membahas Transphobia

posted on 03/02/2016

“Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Arus Pelangi–sebuah lembaga swadaya masyarakat yang membela hak-hak kaum lesbian, gay, bisek

#CariTau 7 Mitos HIV dan AIDS

posted on 28/12/2015

Sumber “Hingga saat ini HIV telah membunuh sekitar 39 juta orang, akan tetapi bahaya sesungguhnya adalah kesalahpahaman dan juga stigma ak

Indahnya Melihat Gender sebagai Pelangi

posted on 17/11/2015

Sumber “Seperti warna-warna pada pelangi, gender terbentang pada suatu spektrum, bukan hanya dua kategori biner lelaki-perempuan. “ Halo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *