Sudah Amankah Pembalut yang Kamu Pakai?

posted on 15/02/2016

    “Ternyata tidak hanya sekedar kabar, ada beberapa pembalut yang bahan bakunya tidak terbuat dari kapas 100%”

Apakah Sahabat GueTau termasuk perempuan yang tergolong kritis terhadap pemakaian pembalut pada saat menstruasi? Atau kalian pernah mendengar kabar yang beredar, tentang pembalut yang berbahan dasar serat kayu? Sangat mengerikan ya!

Sudah Amanakah Pembalut yang Kamu Pakai?

Tidak hanya sekadar kabar nih sahabat GueTau, ternyata ada beberapa pembalut yang bahan bakunya tidak terbuat dari kapas 100%. Ada produsen nakal yang menggunakan campuran serbuk kayu (pulp) dan kertas bekas yang di daur ulang. Lakukan test sederhana ini agar kamu bisa mengetahui aman atau tidaknya pembalut yang kamu pakai.

1. Sobek dan ambil bagian tengah pembalut yang sering kamu pakai.

2. Letakkan di gelas transparan yang sudah diisi air putih.

3. Aduk dengan menggunakan sumpit, diamkan beberapa menit.

Jika pembalut kamu higienis dan bersih, air akan tetap jernih, tapi jika diaduk airnya berwarna keruh dan produk yang kamu pakai menjadi hancur, maka kamu perlu waspada.

Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), kandungan Klorin yang terdapat pada pembalut perempuan dinilai dapat mengganggu kesehatan vagina. Klorin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pemutih kertas.

Pendapat lain mengenai klorin dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Maura Linda Sitanggang. Beliau mengatakan bahwa “Klorin yang memenuhi syarat batas ambang lemah tidak bermasalah, yang tidak boleh itu jika mengandung dioxin dalam pembalut. Dioxin, dalam suhu panas bisa menguap, dan bisa masuk ke dalam tubuh.”

Beliau juga memastikan, semua pembalut yang memiliki izin edar di Indonesia aman digunakan dan penggunaan klorin pada pembalut masih dalam batas aman.

Pilih Pembalut dengan Wing atau Tanpa Wing?

Hampir 90% perempuan di Indonesia lebih menyukai pembalut yang menggunakan wing, karena pembalut yang bersayap memiliki daya serap yang lebih tinggi, sehingga bisa menampung darah menstruasi lebih banyak. Bukan berarti pembalut yang tidak memiliki sayap tidak bisa menampung darah lebih banyak lho, hanya saja untuk tidak senyaman pembalut dengan wing dan pada beberapa produk mudah bocor.

Daya serap sebuah pembalut yang ideal adalah sepuluh kali lipat lebih menyerap dari berat pembalut. Jika standar tersebut tidak terpenuhi, bisa dipastikan pembalut tersebut tidak memenuhi standar. Nah, kali ini GueTau akan berbagi tips bagaimana cara mengetahui daya serap pembalut yang biasa kita pakai. Simak yuk!

1. Masukan air sekitar 35 – 50 ml / cc pada permukaan pembalut.

2. Diamkan beberapa saat, lalu tekan selembar tisu kering ke permukaan pembalut tersebut. Usahakan tekan agak kuat.

3. Apa yang terjadi?

Jika tisu basah, itu tandanya daya serap pembalut kurang memadai dan sebaiknya hindari pembalut seperti itu. Karena jika permukaan pembalut basah, maka daya serapnya terlalu minim, sehingga kelembaban organ intim akan terganggu, jika terjadi terus-menerus maka akan semakin banyak bakteri yang tumbuh di area intim kita.

Selalu hati-hati dalam memilih produk ya. Utamakan keamanan dan kenyamananmu. Kalau kamu masih penasaran dengan info pembalut lainnya, kirimkan pertanyaan kamu ke info@guetau.com.

Oleh Intan Putri

Referensi:
1. www.depkes.go.id
2. www.cnnindonesia.com

related post

Anti Bocor dengan Menstrual Cup

posted on 20/08/2016

“…karena bahan dari menstrual cup yang terbuat dari silikon, alat ini dapat bertahan lebih dari satu kali pakai atau jangka wakt

#TanyaGueTau: Tampon!

posted on 18/08/2016

“Tampon dapat mengikuti gerak tubuh dan memiliki daya serap yang tinggi sehingga kita seperti tidak sedang berada dalam siklus menstru

Penemuan Pembalut Higienis nan Murah di India

posted on 22/03/2016

“Menstruasi adalah proses yang secara biologis memang eksklusif untuk kaum perempuan. Namun, bukan berarti para pria tidak bisa ambil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *