Sengaja Berhenti Menstruasi, Memang Bisa?

posted on 13/01/2017

 

“Ternyata menstruasi bisa diberhentikan dengan sengaja!”

Bagi para perempuan di usia produktif, tentunya kalian semua mengalami masa-masa menstruasi. Nah, tentunya sebagian dari kalian memiliki problematika menstruasi yang cukup ribet dan mengganggu kan? Mulai dari rasa keram di bagian perut dan pinggang hingga marah-marah sama pacar karena sakit perut.

Yup, masalah hormonal yang timbul selama menstruasi memang terkadang membuat kita tidak nyaman dan berharap untuk skip masa menstruasi. Tahukah kalian kalau harapan kalian untuk gak merasakan menstruasi (namun tidak hamil tentunya) ternyata dapat diwujudkan. Di Indonesia mungkin masih jarang ada yang melakukan ini, namun di berbagai Negara berkembang seperti Amerika Serikat, perempuan yang menggunakan IUD bisa memilih untuk ‘memberhentikan’ menstruasi mereka. Di episode kedua Vagina Dispatches ini Mona dan Mae membahas tanggapan ahli dan beberapa figur lainnya tentang memberhentikan masa menstruasi, yuk simak ulasannya!

Bagaimana cara menghentikan menstruasi?

Ada beberapa yang dapat dilakukan untuk memberhentikan menstruasi, yakni, dengan menggunakan IUD, mengkonsumsi pil KB, dan menyuntikkan obat hormonal. Menstruasi memang seringkali menyulitkan perempuan.

Sayangnya, di Nepal dan Uganda menstruasi dijadikan sebagai sebuah hal yang tabu. Di Nepal apabila seorang anak perempuan mengalami menstruasi maka mereka akan diasingkan. Di Uganda sebagian besar murid perempuan tidak akan bersekolah ketika mereka mengalami masa menstruasi. Dan di beberapa Negara lainnya akses sanitasi untuk alat kesehatan reproduksi seperti tampon dan pembalut belum cukup memadai.

Baca juga: Di Nepal, Menstruasi Berarti Pengasingan

Kunjungan Mona dan Mae

Pemberhentian pertama Mona dan Mae kali ini adalah Los Angeles. Mona dan Mae mengunjungi seorang mantan atlit renang untuk olimpiade bernama Greta Andersen.  Greta bercerita kepada Mona dan Mae tentang pengalamannya. Ketika Olimpiade tahun 1948, jadwal menstruasi Greta bertepatan dengan hari dimana ia akan berlomba. Greta pun memutuskan untuk diijenksi sebuah obat untuk menunda menstruasinya.

Namun, sayang sekali akibat obat tersebut Greta malahan pingsan ketika berlomba dan gagal mendapatkan medali emas. Masalah menstruasi bagi atlit perempuan juga muncul di olimpiade tahun ini. Seorang atlit perempuan asal Tiongkok mengeluhkan rasa sakit akibat menstruasi ketika akan berlomba di olimpiade cabang renang. Dia merasa bahwa menstruasi menyebabkan rasa sakit dan membuatnya lemah dan cepat merasa lelah.

Pemberhentian kedua Mona dan Mae adalah mengunjungi seorang perempuan yang juga aktivis bagi isu kriminal perempuan bernama Donna Hylton. Donna pernah dipenjara selama 27 tahun, berdasarkan pengalamannya di penjara akses terhadap alat sanitasi perempuan cukuplah sulit. Seorang narapidana sepertinya dirinya tidak mendapatkan cukup pembalut untuk menstruasi bulanan.

Donna pernah dipenjara selama 27 tahun, berdasarkan pengalamannya di penjara akses terhadap alat sanitasi perempuan cukuplah sulit.

Menurut Donna, ketika di dalam tahanan, para narapidana perempuan harus mempunyai surat dokter untuk mendapatkan akses pembalut, padahal menstruasi merupakan suatu proses alami dan tidak seharusnya dipersulit seperti itu. Mona dan Mae kemudian berbincang dengan seorang Dokter yang berargumen bahwa menstruasi bukanlah sebuah hal yang alami. Dokter Elsimar Coutinho yang berbasis di Rio, Brazil, berargumen bahwa kehamilan dan menstruasi bukanlah hal yang alami.

Pemberhentian ketiga Mona dan Mae adalah Michigan. Mona dan Mae mengunjungi Jen Lewis dan suaminya yang merupakan seniman dan fotografer yang memotret darah menstruasi. Mereka menggunakan darah menstruasi Jen yang kemudian dijatuhkan ke sebuah larutan, kemudian difoto dan menjadi sebuah karya seni. Tujuan utama mereka adalah untuk membangun citra bahwa menstruasi merupakan hal yang normal, natural, dan agar orang memandang menstruasi sebagai suatu hal yang perlu terjadi, bukannya dikaitkan denga rasa sakit. Jen bercerita tentang pengalamannya bahwa akibat menginjeksi pil KB hormonal selama 6 tahun untuk menghentikan menstruasi, Jen menderita osteoporosis dini.

Sumber: Jen Lewis at Saatchi Art

Dari keempat narasumber yang Mona dan Mae temui, mereka akhirnya menyimpulkan bahwa sah sah saja bagi perempuan untuk memustukan menghentikan menstruasi mereka. Sebagian perempuan melakukannya agar merasakan kenyamanan dan meningkatkan kualitas dari kegiatan mereka. Sebagian perempuan merasa bahwa menstruasi adalah hal yang luar biasa  dan perlu dialami oleh seorang perempuan.

Tidak masalah apapun keputusannya, namun yang terpenting adalah efek samping kesehatan dari pemberhentian menstruasi tersebut. Pastikan lagi bahwa hal tersebut aman bagi kesehatanmu. Sekian ulasan episode kedua Vagina Dispatches ya, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi kalian. Untuk informasi lebih lanjut, kirimkan email kamu ke info@guetau.com.

Oleh Meila Ghaisani

Sumber:

https://www.theguardian.com/lifeandstyle/series/vagina-dispatches

related post

Hal-Hal yang (Mungkin) Belum Kamu Ketahui Tentang Seks

posted on 24/01/2017

    “Mungkin kamu akan penasaran!”   Akhirnya sampai juga di episode terakhir seri Vagina Dispatches dari The Gua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =