Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

posted on 28/02/2015

 kanker payudara

“Penyuluhan pun menjadi penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui serta mendeteksi secara dini dan dapat menekan tingkat kematian akibat kanker payudara di Indonesia.”

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian bagi perempuan Indonesia. Kurangnya pengetahuan akan kanker ini menyebabkan masyarakat masih awam dan cenderung mengabaikan kesehatan payudara mereka. Selain itu, banyaknya mitos mengenai kanker payudara yang beredar luas pun menambah kebingungan masyarakat dalam memahami penyakit ini. Penyuluhan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui serta mendeteksi secara dini dan dapat menekan tingkat kematian akibat kanker payudara di Indonesia.

Berikut merupakan mitos dan fakta terkait kanker payudara yang perlu Sahabat GueTau pahami.

Mitos: Perempuan berpayudara kecil tidak memiliki risiko mengidap kanker payudara.

Fakta: Ukuran payudara bukan menjadi patokan besarnya risiko kanker.

Mitos: Kanker payudara selalu berbentuk benjolan atau gumpalan pada payudara.

Fakta: Terkadang kanker payudara muncul dalam bentuk kerutan kecil pada kulit payudara, berwarna merah, atau berupa perubahan pada daerah seputar puting payudara. Kanker payudara juga dapat menyebar hingga ke bagian ketiak, sehingga penderita kanker ini pun terkadang tidak menemukan adanya gumpalan pada payudaranya.

Mitos: Perempuan yang tidak memiliki anak memiliki risiko tinggi terhadap kanker payudara.

Fakta: Perempuan yang memutuskan memiliki anak di usia 30-40 tahun lebih berisiko terkena kanker payudara daripada perempuan yang tidak memiliki anak.

Mitos: Laki-laki bisa mengidap kanker payudara.

Fakta: Pernyataan ini benar. Jadi tidaklah tepat jika menganggap penyakit ini adalah “penyakit perempuan”.

Mitos: Diagnosis kanker payudara adalah kematian.

Fakta: Sebanyak 80% perempuan yang didiagnosis kanker payudara tidak memiliki tanda-tanda kanker yang menyebar di luar payudara dan di dekat kelenjar getah bening. Selain itu, mereka juga dapat bertahan hidup lebih lama dengan dukungan teknologi ilmu kedokteran yang kian berkembang dan memiliki inovasi-inovasi baru.

Mitos: Payudara perempuan yang memiliki kanker berarti payudaranya pasti akan diangkat.

Fakta: Banyak penderita kanker ini yang payudaranya selamat karena melakukan proses penyembuhan yang tidak radikal.

Mitos: Apabila ada gumpalan atau benjolan di payudara, maka itu pasti kanker.

Fakta: Benjolan atau gumpalan payudara belum tentu kanker. Bisa saja hal ini disebabkan oleh kista atau prubahan hormon saat kehamilan.

kanker payudara2

Mitos: Memakai bra berkawat adalah penyebab kanker payudara.

Fakta: Setiap perempuan memiliki risiko yang sama tingginya akan kanker payudara, terlepas dari model bra yang dikenakan.

Mitos: Operasi plastik pada payudara tidak akan menyebabkan kanker.

Fakta: Operasi penanaman payudara palsu justru mempersulit pendeteksian dini atas gejala kanker payudara.

Mitos: Usia adalah faktor utama kanker payudara.

Fakta: Memang risiko kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Studi menyebutkan bahwa 77% kanker payudara menyerang perempuan yang usianya lebih dari 50 tahun. Namun, kanker payudara bisa dialami oleh semua usia.

Mitos: Hanya perempuan yang berlatar belakang keluarga pengidap kanker yang dapat terkena kanker payudara.

Fakta: Sekitar 70% perempuan dengan kanker payudara justru tidak memiliki latar belakang tersebut. Namun, jika ada keluarga terdekat, misalnya orangtua atau saudara kamu yang mengidap kanker payudara, maka risiko kamu terkena kanker payudara pun meningkat.

Mitos: Perempuan dengan kelebihan berat badan memiliki risiko yang sama dengan perempuan yang memiliki berat badan normal.

Fakta: Perempuan obesitas memang memiliki risiko lebih tinggi terkena payudara, terutama setelah memasuki masa menopause.

Mitos: Hanya riwayat kanker payudara dari keluarga ibu saja yang berpengaruh.

Fakta: Riwayat kanker dari garis ayah atau ibu sama besar risikonya. Namun, seorang laki-laki yang memiliki kelainan gen kanker payudara pada keluarganya memiliki potensi yang lebih kecil untuk mengalami kanker payudara dibanding dengan perempuan dengan gen yang sama. Maka, pelajari riwayat kesehatan dari ayah dan ibu kamu dengan seksama.

Mitos: Penggunaan deodoran berisiko menimbulkan kanker payudara.

Fakta: Hingga saat ini belum ada bukti mendukung pernyataan bahwa bahan aktif yang terdapat pada deodoran dapat memicu risiko kanker payudara. Hubungan antara payudara dan deodoran tersebut merupakan informasi yang salah tentang anatomi tubuh dan kanker payudara.

Mitos: Kanker payudara dapat disebabkan oleh adanya luka di payudara.

Fakta: Tidak ada bukti yang menunjukkan benturan pada payudara dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Nah, itu tadi beragam mitos dan fakta tentang kanker payudara yang GueTau beberkan. Mau bertanya lebih lanjut tentang kanker payudara? Silakan kirimkan pertanyaan kamu ke  info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Eunike Ally

 

Referensi:

  1. http://meetdoctor.com/article/mitos-dan-fakta-kanker-payudara
  2. http://www.pesona.co.id/sehat/kesehatan/fakta.penting.kanker.payudara.1/002/002/94
  3. http://www.pesona.co.id/sehat/kesehatan/fakta.penting.kanker.payudara.2/002/002/95
  4. http://womenoptimizer.ning.com/profiles/blogs/14-mitos-dan-fakta-seputar-kanker-payudara

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

5 Manfaat Masturbasi

posted on 27/05/2015

“Pengenalan akan anatomi tubuh ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan membangun body image yang positif.” Mastrubasi kerap diangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *