Mengenal Sindrom Ovarium Polikistik pada Perempuan

posted on 11/12/2013

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau dalam Bahasa Indonesia disebut Sindrom Ovarium Polikistik merupakan suatu sindrom yang cukup berbahaya yang hanya menyerang kaum perempuan.

 

Mengapa demikian?
PCOS merupakan kelainan metabolik yang menyerang kaum perempuan di usia produktif (masa pubertas hingga pra menapouse). Kelainan tersebut menyebabkan adanya resistensi insulin sehingga perempuan yang terkena PCOS akan mengalami gangguan ovulasi (pematangan sel telur) akibat kadar hormon yang tidak seimbang (estrogen dominan), dan hasilnya akan terjadi gangguan menstruasi juga kesulitan untuk hamil apabila sudah aktif seksual.
PCOS disebut juga sebagai silent killer karena jika tidak ditangani sesegera mungkin, karena resistensi insulin yang sudah terjadi bisa semakin parah sehingga bisa berkembang menjadi penyakit diabetes millitus, jantung koroner, kanker ovarium, tumor, kista, dan penyakit lainnya.

 

Apa penyebab PCOS?
Belum ada yang bisa memastikan penyebab resitensi insulin yang mengakibatkan adanya PCOS. Akan tetapi ada dua (2) hal yang disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya PCOS.

  1. Garis Keturunan, jika dalam suatu keluarga memiliki riwayat penyakit diabetes atau penyakit jantung kororner, maka kemungkinan besar beberapa wanita dalam keluarga   tersebut (nenek, ibu, kakak, adik, tante, maupun sepupu) mengalami PCOS.
  2. Gaya hidup yang tidak sehat. Terlalu sering makan makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi, junk food, kurang tidur dan jarang atau tidak pernah olahraga juga juga memberikan kontribusi berkembangnya PCOS.

 

Ciri-ciri PCOS
Berikut beberapa ciri-ciri utama PCOS yang bisa dikenali secara langsung maupun tidak langsung.

1)     Tingginya kadar hormon laki-laki yang disebut hormon androgen, menyebabkan tumbuhnya jerawat di wajah maupun tubuh padahal sudah lewat masa pubertas. Hormon androgen ini juga mengakibatkan hirsutism (tumbuhnya rambut halus berlebih, misal: kumis, bulu tangan, bulu kaki, dan untuk kasus ekstrim juga ada yang tumbuh janggut).

2)      Amenorrhea atau gangguan haid. Dalam kasus yang parah, ada yang hanya mendapatkan haid setahun sekali, bahkan ada pula yang tidak haid bertahun-tahun.

3)     Kecenderungan mengalami kenaikan berat badan dengan mudah dan mengalami kesulitan untuk menurunkannya. Disebabkan karena insulin yang tidak bekerja dengan baik, sehingga bukannya mengubah glukosa menjadi energi, melainkan menjadi lemak.

4)     Rendahnya kadar vitamin D. Menyebabkan sering merasa letih, dan lesu bahkan setelah makan. Untuk mengukur kadar vitamin D dalam tubuh bisa diketahui dengan tes darah.

5)     Memiliki sel telur dengan jumlah yang banyak. Bisa diketahui dengan tes darah, ataupun ultrasound.

6)     Infertilitas sekunder, yaitu kesulitan mempunyai anak akibat anovulasi (menstruasi tidak teratur).

Selain ciri-ciri di atas, beberapa perempuan yang mengalami PCOS juga ada yang mengalami gangguan kelenjar getah bening, gangguan kista pada ovarium ataupun rahim, mengalami keguguran berulang, dan lain sebagainya.

 

Nah, setelah mengetahui penyebab dan ciri-ciri PCOS, bagaimanakah cara untuk mengatasinya?

 

Sampai saat ini, belum ada obat atau terapi yang dipercaya dapat menyembuhkan PCOS secara total. Akan tetapi, ada beberapa cara, obat maupun herbal yang dapat meredam gejala-gejala PCOS.

a)     Mengurangi berat badan sekitar 5% – 10% dari berat badan sekarang (jika overweight atau obesitas) akan sangat membantu mengurangi gejala-gejala PCOS.

b)     Olahraga secara teratur. Jika tidak ingin olahraga berat, cukup dengan jogging, berjalan kaki atau bersepeda selama minimal 30 menit dan dilakukan minimal 3 kali seminggu akan sangat membantu metabolisme tubuh dan membantu menurunkan berat badan.

c)      Mengkonsumsi suplemen vitamin D jika merasakan gejala kekurangan vitamin D seperti yang disebut di atas. Atau cara lainnya berjemur pada pagi hari (sekitar jam 7-10 pagi) atau sore hari (jam 4-6 sore) untuk menyerap vitamin D alami dari sinar matahari.

d)     Pemberian obat diabetes tipe 2 (metformin) dipercaya dapat meningkatkan kinerja insulin sehingga bisa meredam gajala-gejala PCOS.

e)     Mengkonsumsi teh herbal daun Spearmint dipercaya dapat mengurangi gejala hirsutism.

f)       Mangkonsumsi kayu manis (misalnya menambahkan kayu manis bubuk pada minuman atau kue) dapat meningkatkan kinerja insulin.

g)     Pemberian obat-obat fertilitas (Obat KB, Clomiphene, Letrozole, dsb) dapat membantu melancarkan haid, juga membantu agar bisa hamil.

 

Jika Sahabat GueTau merasakan atau memiliki gejala-gejala PCOS, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau ke dokter kandungan. Cara lain yang lebih mudah adalah mulailah menerapkan pola hidup sehat dengan mengatur diet dan pola makan serta olahraga yang teratur. Nah semoga informasi tersebut berguna untuk kamu semua ya, Sahabat GueTau.

 

Ditulis oleh: Ira Setiana (Kontributor Lepas)

 

 

related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 16 =