Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Barat

posted on 19/04/2016

    “Tiga Faktor utama dari AKI(Angka Kematian Ibu) di Indonesia adalah, sarana yang belum memadai, budaya lokal yang masih kental dan jarak akses layanan kesehatan yang terlalu jauh.”

Sahabat GueTau, pernahkah kamu terpikir tentang Angka Kematian Ibu (AKI)? Yes, ibu hamil yang sedang menunggu kelahiran bayi ternyata memang penuh risiko. Ancaman kematian bagi ibu, selain dari masa kehamilan, juga datang dari kondisi keluarga prasejahtera dan akses kesehatan yang minim di beberapa daerah.

Data di lapangan menunjukkan bahwa jumlah AKI di Indonesia mulai menurun dari 359 per 100 ribu kelahiran hidup di tahun 2012 (hasil SDKI 2012) menjadi 214 per 100 ribu kelahiran hidup di 2014 (laporan WHO yang telah di publikasikan). Tapi, kemajuan ini masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDGs) 2015 dan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu 102 per 100 ribu kelahiran hidup.

Bagaimana dengan Provinsi Jawa Barat? Sama dengan halnya di tingkat nasional, Provinsi Jawa Barat juga menurun dari 1054 kematian Ibu di 2012 menjadi 776 kematian Ibu di 2014 (data statistik Jawa Barat).

Daerah manakan di Jawa barat yang Kasus AKI-nya tertinggi di 2014?

Kabupaten Karawang mencatat kasus AKI di daerahnya sebanyak 59 kasus di 2014 dan ini menjadi kasus tertinggi yang ada di wilayah Jawa Barat pada tahun tersebut. Penurunan AKI yang segnifikan ada di Kota Bekasi dengan AKI sebanyak 277 (2012) yang kemudian menyusut menjadi 22 kasus di tahun 2014.

Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi memiliki tingkat AKI yang relatif sama. Data statistik Jawa Barat mengemukakan bahwa AKI di Bandung mencapai 24 kasus (2012) dan mengalami peningkatan di tahun 2014 yaitu 30 kasus.

Apa sih yang Menjadi Penyebab Tingginya AKI?

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Sekretarian IBI Jawa Barat, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kematian Ibu di wilayah tersebut:

– Usia Ibu hamil di bawah 20tahun (16-18 yang tercatatat)
– Kurang Gizi, Nutrisi dan Vitamin
– Jauh dari akses layanan persalinan (terlambat mendapat pertolongan)
– Menganut beberapa budaya lokal yang merugikan kesehatan Ibu Hamil
– Persalinan tanpa di bantu medis
– Indikator penyakit (salah satunya hipertensi)
– Aborsi yang tidak aman

Sudah menjadi tugas dan kerja pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan yang dibutuhkan, sementara tugas kita adalah menjaga sanak saudara, istri atau bahkan diri sendiri ketika sedang dalam fase kehamilan. Beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:

– Mencukupi nutrisi, gizi dan vitamin pada ibu hamil
– Kontrol kehamilan satu bulan sekali atau minimal tiga bulan sekali
– Melahirkan dengan tenaga medis yang kompeten

Apakah di daerah Sahabat GueTau tinggal terlihat AKI yang tinggi? Kalau ya, beritahu GueTau lewat e-mail ke info@guetau.com ya! Semoga semua selaras dan saling melengkapi untuk kesehatan, baik Ibu yang melahirkan ataupun anak yang di lahirkannya.

Oleh Danish Mohhad

related post

AKI Tinggi, Akses Info dan Layanan Kespro Terbatas

posted on 08/01/2014

“Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan AKI melahirkan berjumlah 359 per 100 ribu kelahiran hidup.“   AKI ata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + four =