STRESS SIAPA TAKUT

posted on 17/10/2012

Stress menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Akh masa sih? Saya ‘ga stress koq, saya bangga menjadi lesbian atau Stress? Ga pernah tuh, mungkin kalau galau pernah, tapi ga pernah stress koq! Wah? Bahaya nih kalau kamu ga pernah stress.., nah loh?!?! Dari pada teman-teman pada bingung, kita simak pemaparan berikut tentang stress yaa…

Stress dapat digambarkan sebagai kondisi dimana terjadi ketidakseimbangan fisiologis dalam tubuh yang memiliki komponen emosional dan kognitif yang tidak menyenangkan. (Epstein, 2000) Ketika berada dalam kondisi tersebut, kita seringkali melihat situasi sebagai ancaman atau kita sedang menghadapi tanggung jawab yang besar. Ketika sedang stress, mungkin penyebabnya tidak terlihat tapi kita bisa melihat dengan jelas dampak dari stress. Stress bersifat individual, artinya pada setiap orang akan berbeda-beda.

Stress bisa memberi kita motivasi; ketika kadar stress tidak terlalu tinggi maka kita akan termotivasi. Misalnya saat mendekati orang yang kita sukai, biasanya kita akan tetap berusaha berbagai cara supaya kita bisa jalan dengan orang tersebut walaupun sudah sering ditolak. Ketika tingkat stress terlalu tinggi maka akan melumpuhkan motivasi atau bahkan bisa membuat kita tidak berdaya dan melakukan hal yang tidak sesuai. Misalnya ketika mengetahui bahwa diri kita hamil dan menganggap hal tersebut sebagai bencana, kita akan melakukan hal-hal yang menyakiti diri kita sendiri dan calon bayi.

Berikut adalah ciri-ciri individu yang berada dalam kondisi stress, coba cek apakah ini sedang terjadi atau pernah terjadi dalam keseharianmu…

Secara Fisik

  • Sakit kepala
  • Gangguan pencernaan
  • Ketegangan otot & rasa nyeri
  • Gangguan tidur
  • Lelah
  • Nyeri pada bagian dada
  • Gangguan pada kulit
  • Bertambahnya atau berkurangnya berat badan
  • Gangguan pernafasan
  • Gangguan sistem reproduksi
  • Penurunan daya tahan tubuh

Secara Emosi

  • Perubahan suasana hati yang cepat
  • Gelisah
  • Frustrasi
  • Marah
  • Perasaan iri
  • Mudah tersinggung
  • Reaksi berlebihan terhadap peristiwa-peristiwa tak terduga
  • Peningkatan perasaan takut akan kegagalan
  • Cemas
  • Depresi
  • Apatis
  • Keinginan untuk menangis

Secara Perilaku

  • Terlalu banyak/ kurang makan dan tidur
  • Memisahkan diri dari lingkungan, termasuk dari orang-orang terdekat
  • Peningkatan konsumsi tembakau, alkohol, narkoba, atau kopi
  • Melakukan kebiasaan-kebiasaan saat grogi, seperti menggigit kuku, memilin-milin rambut, mondar-mandir
  • Melakukan aktivitas seperti olah raga atau berbelanja secara berlebihan
  • Kehilangan kendali emosi
  • Bertengkar dengan orang lain
  • Menjadi kasar

 

Apakah kita bisa menghilangkan kondisi stress dalam kehidupan kita? Tentu saja tidak, tapi kita bisa mengelolanya sehingga stress bisa menjadi hal yang memotivasi kita bukan melumpuhkan kita, berikut adalah salah satu dari sekian banyak cara untuk mengelola stress, yakni The Four A’s.

The Four A’s :

  1. Avoid, hindari situasi-situasi yang membuat kita berada dalam kondisi stress. Coba belajar untuk bilang ‘TIDAK’
  2. Alter, ayo komunikasi dan belajar berkompromi.
  3. Accept, kalau tidak bisa mengubah situasi yang membuat kita berada dalam kondisi stress – coba untuk sharring dengan orang-orang yang berada dalam situasi tersebut dan belajar untuk memaafkan.
  4. Adapt, ketika tidak bisa mengubah situasi mungkin kita bisa mengubah cara pandang kita dan melihat kondisi yang ada sebagai tantangan bagi kita dan stay positive thinking!

related post

Kesehatan Mental Remaja di Sekolah

posted on 31/05/2013

Masa-masa remaja adalah masa perkembangan paling kritis bagi pertumbuhan individu. Di masa ini, identitas dan konsep diri akan terbentuk dan

Tips Menghadapi Stress

posted on 17/10/2012

Ada tips nih buat teman buat yang menghadapi stress dari teman kita yang namanya Vica Larasati. Biar tidak kelamaan buruan catet nih : Ada t

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + seven =