Stop Diskriminasi terhadap Penderita Kusta

posted on 21/03/2015

The hands of a leper from the Yi ethnic minority are pictured as he stands outside his house in Dayingpan Village

Penderita kusta di Indonesia sering mengalami perlakuan diskriminatif. Mereka tak jarang kesulitan dalam memperoleh hak pribadi ataupun hak di dalam lingkungan masyarakat.

Sahabat GueTau, kusta atau yang lebih dikenal sebagai Leprosy merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium Leprae. Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan Morbus Hansen, sesuai dengan nama penemu bakterinya yakni Gerhard  Armauer Hansen, yang merupakan seorang fisikawan berkebangsaan Norwegia. Penyakit ini banyak menjangkit masyarakat di negara berkembang, terutama masyarakat dari golongan ekonomi kelas bawah. Berdasarkan data terbaru di tahun 2013, di Indonesia jumlah penderita kusta diperkirakan telah mencapai 16.856 orang. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai peringkat ketiga negara dengan penderita kusta terbanyak di dunia setelah India.

leprosy2

Sahabat GueTau, penderita kusta di Indonesia sering mengalami perlakuan diskriminatif. Mereka tak jarang kesulitan dalam memperoleh hak pribadi ataupun hak di dalam lingkungan masyarakat. Diskriminasi terhadap penderita kusta terjadi di berbagai aspek. Mereka sulit mendapatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, tidak dapat menikah, pembatasan berorganisasi, menikmati sarana prasarana publik , bahkan pembatasan di dalam dunia kerjapun merupakan contoh nyata perilaku diskriminatif terhadap penyandang kusta.

Nah, hal ini berpotensi menyebabkan rasa malu dan tidak percaya diri pada penderita kusta. Hal ini justru akan berdampak negatif terhadap para penderita kusta baik secara fisik maupun psikologis. Sahabat GueTau, apa yang dapat kita lakukan untuk menghapus stigma negatif  terhadap penderita kusta? Berikut adalah beberapa tips yang dapat kalian simak.

1. Ubah Cara Pandang Terhadap Penderita Kusta

Kita harus mengubah pola pemikiran bahwa penyakit kusta adalah penyakit yang menjijikan, berbahaya, dan menakutkan. Memang benar bahwa penyakit kusta adalah penyakit yang menular, tetapipenularnnya tidak mudah.

Jika ada 100 orang yang berdekatan dengan orang yang menderita  kusta, hanya 5 orang saja yang berpotensi tertular, 3 orang diantaranya bisa sembuh dengan kekuatan imunitas dirinya sendiri. Dengan demikian, hanya 2 orang saja yang memerlukan obat untuk penyembuhannya.

Pernyataan ini diungkapkan Dr. Rita Djupuri yang merupakan Kepala Sub Direktorat Pengendalian Kusta dan Frambusia, Kementerian Kesehatan. Kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan secara tuntas dengan syarat adanya dukungan dan kerjasama dari penderita dan pihak sekitarnya.

2. Beri Dukungan Moral terhadap Penderita Kusta

Kita dapat memberikan dukungan agar mereka pantang menyerah dan terus semangat menghadapi hidup. Dukungan spiritual dan moril ini akan membangkitkan semangat mereka untuk terus berjuang melawan penyakitnya dan berusaha bangkit dari keterpurukan penyakit yang menderitanya.

3. Tunjukkan Aksi Nyata dalam Menolong Penderita Kusta

Sahabat GueTau, mari kita tunjukkan aksi nyata dalam menolong penyandang kusta! Kita dapat menjadi tenaga volunteer/sukarelawan dalam memberikan penyuluhan dan informasi terkait penyakit ini serta cara pengobatannya secara tepat. Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Pemerintah dapat turut menyediakan fasilitas dan akses kesehatan yang terjangkau bagi para penderita kusta. Selain itu, tenaga medis yang profesional dan kompeten juga dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi masyarakat penderita kusta.

 

Tentunya, kita sebagai generasi muda harus menghentikan perilaku diskriminatif terhadap penderita kusta. Karena mereka juga manusia yang membutuhkan kasih sayang. Hilangkan stigma negatif terhadap mereka. Tumbuhkan rasa kepedulian dan cinta kasih terhadap mereka. Dengan begitu kita akan mampu mengasah benih kemanusiaan, menghapus jejak diskriminasi yang telah tertanam, agar dapat mewujudkan kebahagiaan dan persatuan di antara kita tanpa adanya diskriminasi. Jika kalian memiliki opini atau pertanyaan seputar diskriminasi terhadap penderita kusta, silakan email ke info@guetau.com

 

Ditulis oleh Amanda Larasati

 

Referensi:

  1. http://www.koran-jakarta.com/?27629-tuntaskan+kusta+dengan+resolusi+jakarta
  2. http://lifestyle.okezone.com/read/2015/01/26/481/1097507/penderita-kusta-masih-sering-alami-diskriminasi
  3. http://indonesia.ucanews.com/2015/01/13/stop-diskriminasi-terhadap-penderita-kusta/
  4. http://www.sindotrijaya.com

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

6 Tips Bersih-Bersih Buat Cowok

posted on 14/12/2015

Sumber “Menurut suatu studi yang melibatkan para mahasiswa di Turki, hanya 47,6% dari mereka yang mengganti celana dalamnya setiap hari.

Indahnya Melihat Gender sebagai Pelangi

posted on 17/11/2015

Sumber “Seperti warna-warna pada pelangi, gender terbentang pada suatu spektrum, bukan hanya dua kategori biner lelaki-perempuan. “ Halo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *