Remaja sebagai Agen Perubahan Isu Kependudukan

posted on 04/08/2014

change2

“Sudah saatnya, kita sebagai remaja untuk berpartisipasi dalam gerakan perubahan, juga bersuara untuk membuat perubahan dan menjadi salah satu pelopor untuk suatu perubahan tersebut.“

 

Aksi Nyata dari Sekarang! Berkembangnya teknologi memungkinkan luasnya pengetahuan remaja, termasukk tentang teknologi itu sendiri. Sayangnya, dengan begitu banyak yang dapat ia pelajari dan pahami dengan mudah, masih banyak remaja yang merasa dirinya belum mampu untuk melakukan sesuatu yang besar.

Pasti ada rasa malu, tidak percaya diri dan takut salah ketika memulai berpartisipasi.   Tapi jangan khawatir Sahabat GueTau, perubahan dapat dimulai dari suara-suara dan kreativitas inovatif yang datang dari para remaja. Tak perlu rendah diri apabila dipandang sebelah mata, justru kamu harus tetap maju dan menunjukkan bahwa kemampuan Sahabat GueTau sangat dibutuhkan. Dengan cara tersebut, berarti kamu sudah bisa dibilang memperjuangkan perubahan. Sangat sayang jika kita membiarkan generasi muda berkualitas dibiarkan tidak memiliki ruang untuk kreatifitasnya. Belum lagi jika kita bicara soal ruang kreatifitas yang belum dapat dinikmati oleh semua remaja, khususnya bagi teman-teman yang marjinalkan.

Apabila Sahabat GueTau sudah dapat memenuhi cita-cita kamu sendiri dengan memanfaatkan kreatifitas dan kemampuan yang dimiliki, banyak hal besar yang bisa diubah secara tidak langsung, salah satunya adalah isu kependudukan. Bagaimana caranya? Salah satunya sudah GueTau sebutkan di atas. Selanjutnya, kamu juga harus memahami hak remaja dan kaitannya dengan populasi dunia yang memerlukan banyak perubahan.

 

12 Hak Remaja

Sebagai remaja, Sahabat GueTau memilki hak yang berhak didapatkan. Melalui kesadaran akan hak-hak tersebut, kamu bisa menggunakan kreatifitas dalam mensosialiasikan Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja dan kaitannya dengan isu populasi dunia. Ada 5 hal pokok dalam hak remaja, antara lain:

1.  Hak untuk menjadi diri sendiri.

2.  Hak untuk mendapatkan informasi yang komprehensif.

3.  Hak dilindingi dan melindungi.

4.  Hak untuk dilibatkan.

5.  Hak untuk mendapatkan layanan yang komprhensif.

 

Kelima poin tersebut adalah hak pokok seluruh remaja. Tidak ada pembeda bagi remaja mana pun. Selain itu dari 5 hak pokok tersebut, sebetulnya, secara keseluruhan, ada 12 Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja yang juga perlu diketahui dan dipelajari oleh semua remaja, seperti:

  1. Hak untuk hidup.
  2. Hak untuk mendapatkan mafaat dari ilmu pengetahuan terbaru.
  3. Hak atas pelayanan dan perlindungan kesehatan.
  4. Hak untuk memutuskan punya anak atau tidak.
  5. Hak atas kerahasian pribadi.
  6. Hak atas informasi dan pendidikan.
  7. Hak atas kesetaraan.
  8. Hak atas berpikir.
  9. Hak berkumpul dan berpartispasi dalam politik untuk kesehatan reproduksi.
  10. Hak untuk memilih bentuk keluarga.
  11. Hak untuk terbebas dari penganiyaan dan perlakuan buruk.
  12. Hak atas kebebasan keamanan.

 

Peran Muda untuk Populasi Dunia

Generasi muda di Indonesia dan di seluruh dunia merupakan sumber daya utama untuk pembangunan. Mereka dapat berperan dalam menjadi agen kunci perubahan sosial, pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi. Tak terkecuali teman-teman remaja yang masih termarjinalkan (komunitas) juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk juga bisa merencanakan dan menjalankan apa yang sudah mereka rancang dan buat dari kreativitas yang inovatif tersebut.

Tepat pada peringatan Hari Populasi Dunia yang jatuh pada tanggal 11 Juli 2014, melalui tema yang diusung tahun ini adalah “Investing in Young People in Indonesia, kita seakan diingatkan lagi akan makna untuk saatnya anak muda di dunia, khususnya di Indonesia, agar bersama-sama memulai berinvestasi sebagai persiapan masa depan.

Lalu, apa hubungannya peran remaja dengan masalah populasi dunia? Dari data sensus penduduk pada tahun 2010, sebanyak 62,3persen adalah usia muda dengan rata-rata umurnya adalah 10-24 tahun, dan setiap tahunnya akan terus mengalami pertumbuhan yang semakin maju dan melesat tinggi.Tentu angka ini akan ditambah dengan perkembangan yang juga semakin maju dan terus berkembang dengan pesatnya, dan tak terkecuali permasalahan yang terjadi pada terus meningkatnya laju pertumbuhan tersebut juga akan semakin terus meningkat dan berkembang pula dengan pesat. Nah, dengan memanfaatkan hak remaja dan menjadi agen perubahan, masalah populasi ini dapat diselesaikan satu per satu.

Dalam perayaan World Population Day di kota-kota besar, seperti Jakarta, Jogja, dan lainnya, Badan PBB Bidang Kependudukan PBB (UNFPA) dengan bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) mengadakan seminar dengan tema ’Investing in Young People in Indonesia. Dalam seminar itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Indonesia (BKKBN), Fasli Jalal melihat pendidikan kesehatan reproduksi yang diberikan semenjak dini bisa menjadi salah satu strategi dalam menginvestasi generasi muda. “Pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif kepada generasi muda dengan tujuan penundaan usia nikah, juga untuk mengurangi tingkat kelahiran melalui program GenRe (Generasi Berencana),” ujarnya. Fasli menambahkkan jika pendidikan kesehatan reproduksi sangat penting diberikan sejak usia dini. Tidak hanya itu program ini juga penting diterapkan di seluruh institusi pendidikan formal dan non formal, termasuk di perguruan tinggi, melalui “Konselor Teman Sebaya” di Pusat Informasi dan Konseling Remaja.

agent of change2

Apa Saja yang Remaja Bisa Lakukan Buat “World Population Day”?

Semua remaja bisa turut berpartisipasi dalam perayaan “World Population Day” dengan banyak cara. Apalagi kita sebagai remaja juga tahu, kalau kita juga punya yang namanya Hak Pokok Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja tersebut, dimana artinya Sahabat GueTau juga berhak dan punya suara juga dalam merayakan “World Population Day” dan terpenting, melakukan dan menjadi bagian dalam gerakan perubahan. Banyak yang hal yang bisa Sahabat GueTau lakukantanpa perlu dengan sesuatu yang bersifat mewah dan megah.Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan dan suarakan untuk juga bisa berpartisipasi dalam World Population Day tersebut, diantara lain adalah:

  • Berkampanye untuk bersama-sama memperjuangkan kesetaraan hak yang dimiliki oleh remaja, khususnya teman-teman remaja dari komunitas yang masih termarjinalkan.
  • Menggalang dukungan, untuk mewujudkan kota dari masing-masing teman-teman remaja tersebut agar menjadi kota yang ramah dan tidak ada lagi marjinalisasi dan terhambat akses untuk mendapatkan hak-hak remaja yang sudah dijelaskan tadi.
  • Menjadi pelopor untuk masing-masing komunitasnya dan memberitahukan pada masing-masing komunitas terkait informasi kesehatan reproduksi remaja.

 

Selain itu, hal kecil yang mungkin juga bisa dilakukan oleh teman-teman remaja, seperti, membuat media informasi berupa poster, pin, kaos, atau gambar mural yang mengangkat tema tentang memperjuangkan hak kesetaraan sebagai seorang remaja dalam rangka turut berpartispasi dan juga berperan aktif merayakan “World Population Day” dan menyuarakan inti pokok dari tujuan perayaan itu sendiri.

Demikian pembahasan tentang “Remaja sebagai Agent Of Change Untuk Isu Kependudukan”. Semoga informasi yang diberikan bisa menambah wawasan buat Sahabat GueTau.Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai Remaja sebagai Agent Of Change Untuk Isu Kependudukan, Sahabat GueTau bisa mengirimkan pertanyaan di email kami info@Guetau.com.

 

Ditulis oleh Itas

 

Referensi: 

  1. http://www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1668
  2. http://www.sesawi.net/2014/07/15/investing-in-young-people-in-indonesia/
  3. http://thepresidentpostindonesia.com/2014/07/14/memanfaatkan-peluang-dari-generasi-muda-di-indonesia/

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Penting! Pendidikan KesPro Sejak Dini

posted on 20/12/2015

Sumber “Sampai sekarang masih banyak orang tua yang menilai pemberian pendidikan KesPro pada anak adalah tabu, melanggar etika dan kesopan

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + thirteen =