Remaja dengan Disabilitas Juga Makhluk Seksual

posted on 09/12/2013

Dalam rangka merayakan Hari Penyandang Disabilitas Internasional yang jatuh setiap  tanggal 3 Desember 2013, GueTau akan membahas mengenai disabilitas dan seksualitas. Menarik kan? Yuk simak!

Sebelumnya, ketika Sahabat GueTau ketemu dengan penyandang disabilitas mental atau fisik di jalan, apa sih yang ada di benak Sahabat GueTau? Apakah Sahabat tau kalau penyandang disabilitas memiliki kerentanan terhadap berbagai permasalahan seksualitas ? Nah, kali ini GueTau akan membahas tentang permasalahan yang dihadapi remaja penyandang disabilitas nih.

 

1. Permasalahan Pencitraan Tubuh (Body Image)

Remaja penyandang disabilitas memiliki permasalahan dalam pencitraan tubuh karena memiliki perbedaan pada tubuh maupun kejiwaan mereka dibandingkan orang kebanyakan, yang tidak jarang menimbulkan prasangka negatif oleh masyarakat. Salah satu akibatnya, penyandang disabilitas memiliki kesempatan terbatas untuk berpacaran ataupun membina hubungan, karena prasangka masyarakat yang terkadang menimbulkan perasaan minder.

 

2. Informasi dan Pendidikan Seksualitas

Remaja penyandang disabilitas juga mengalami permasalahan untuk memperoleh informasi dan pendidikan seksualitas. Contohnya seorang remaja penyandang disabilitas intelektual yang mendapatkan pendidikan seksualitas, karena keterbatasannya perlu dididik dengan cara yang mudah dimengerti olehnya. Sayangnya, seringkali guru dan dan orang tua tidak memiliki pengetahuan ataupun keterampilan tersebut.

 

3. Sensasi Seksual

Remaja penyandang disabilitas tertentu seperti cidera tulang belakang, mungkin memiliki permasalahan dalam merasakan sensasi seksual meskipun dalam beberapa kasus kenikmatan seksual bisa dirasakan oleh bagian tubuh lain yang diberi rangsangan.

 

4. Hak-Hak Seksual dan Reproduksi

Banyak hak-hak seksual dan reproduksi penyandang disabilitas yang secara langsung maupun tidak langsung dilanggar oleh masyarakat, termasuk ke layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang ramah untuk penyandang disabilitas, terutama remaja. Masyarakat berpikiran bahwa penyandang disabilitas adalah aseksual atau tidak memiliki hasrat seksual sehingga tidak membutuhkan kebutuhan seksual, padahal nyatanya mereka juga makhluk seksual.

 

5. Kontrasepsi

Kontrasepsi merupakan kebutuhan manusia, termasuk remaja penyandang disabilitas. Mereka juga membutuhkan akses kontrasepsi, dan harusnya kondisi disabilitas tidak membatasi mereka untuk mengakses kontrasepsi. Untuk disabilitas tertentu, mereka mungkin kesulitan untuk memakai dan melepas kondom, kesulitan untuk mengonsumsi hormon karena obat lain yang dikonsumsi dan sebagainya sehingga perlu diberikan informasi, keterampilan dan dukungan.

 

6. Kehamilan

Laki-laki penyandang disabilitas memiliki kemungkinan impotensi lebih tinggi daripada laki-laki biasa, tetapi untuk perempuan penyandang disabilitas memiliki kesuburan sama dengan perempuan pada umumnya. Terkadang prasangka masyarakat yang menganggap penyandang disabilitas adalah aseksual membuat mereka terpinggirkan (marginalisasi). Masyarakat juga menganggap perempuan penyandang disabilitas tidak mampu menikah dan merawat anak. Padahal perempuan penyandang disabilitas juga bisa memiliki keturunan, hanya perlu dukungan selama kehamilan dan perhatian medis lebih.

 

7. Eksploitasi

Remaja penyandang disabilitas memiliki kerentanan terhadap eksploitasi lebih tinggi daripada remaja umum. Beberapa penyandang disabilitas memiliki kesulitan komunikasi sehingga lebih rentan menjadi objek ekspoloitasi termasuk kekerasan fisik maupun seksual.

 

Hak-hak Orang dengan Disabilitas

Indonesia sudah menandatangani Konferensi Hak-Hak Orang dengan Disabilitas loh. Melalui penandatanganan itu, Indonesia secara konstutisional telah mengakui dan melegalkan hak-hak penyandang disabilitas. Dengan dikeluarkannya Undang-undang No.19 Tahun 2011, maka hak-hak penyandang disabilitas seharusnya dilindungi, dipenuhi dan dipromosikan oleh negara, termasuk akses layanan kesehatan seksual dan reproduksi.

 

Apa yang Bisa Kamu dan Kita Lakukan?

Hal sederhana yang bisa Sahabat GueTau lakukan adalah menghargai penyandang disabilitas, mendukung mereka  serta tidak mendiskriminasi ataupun memberikan stigma negatif.

Selain itu, penyandang disabilitas juga perlu mendapatkan pemahaman dan keterampilan tentang seksualitas melalui program pendidikan seksualitas yang komprehensif yang sesuai dengan kebutuhan dan ramah penyandang disabilitas.

Oh iya, pemerintah juga sudah mulai peduli loh terhadap penyandang disabilitas. Contohnya di Bus Transjakarta, penyandangdisabilitas sudah disediakan tempat khusus, bertujuan menghindari adanya gangguan seperti pelecehan seksual yang banyak terjadi di dalam Bus Transjakarta.

Sahabat sudah taukan permasalahan yang dialami remaja penyandang disabilitas? Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyandang disabilitas yuk jangan sungkan email ke info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Achmad Mujoko

 

Referensi:

  1. http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Disability_and_sexual_issues?OpenDocument

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Klinik Masturbasi untuk Difabel

posted on 25/05/2016

“Hasil survey NSPCC (National Society for the Prevention of Cruelty to Children), hampir 63% kasus pelecehan seksual dilaporkan oleh o

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + four =