Konflik dan Dampaknya terhadap Kesehatan Remaja

posted on 13/09/2014

Banyak hal yang mungkin sangat tidak terpikirkan oleh banyak orang apabilasedang terjadi peperangan ataupun konflik-konflik.Dengan peliknya kepentingan politik yang bertabrakan, maka dampak dan akibat dari adanya peperangan dan konflik yang pecah tersebut tidak terlalu dipedulikan. Tak hanya terjadi di dunia, tapi juga di Indonesia. Kondisi seperti ini tentu menghambat banyak generasi muda dalam tumbuh normal dan menggapai cita-cita mereka.

Dentum-dentuman bom, peluru-peluru besar tiada henti terjadi, tak pelak bukanlah hal yang asing lagi untuk sebagian remaja, dimana tempat mereka berlindung, tempat mereka akan memulai mimpi dan cita-citanya tersebut berubah menjadi tempat beraduuntuk beberapa orang tak bertanggung jawab yang hanya mementingkan keinginan dan mewujudkan ego masng-masing.

Mungkin sesaat, perang dan konflik sudah berakhir, mereka yang tak bertanggung jawab tersebut hanya akan lagi-lagi kembali saling menyalahkan antar satu sama lainnya. Sementara mereka sama sekalipun tidak pernah memirkan atau terpikir, jika akibat dari perbuatannya tersebut ada banyakpihak yang sangat dirugikan, tak terkecuali mereka yang masih berusia muda.
Bukan hanya soal hilangnya materi saja, tetapi lebih dari itu.Anak-anak dan remaja adalah korban dari ego yang berebut kekuasaan. Setelah itu, nasib mereka pun tidak dipedulikan. Hilangnya materi dan hal non-materi pun sulit untuk diganti.

Hingga saat ini pun, bantuan-bantuan yang datang setelah pasca adanya peperangan dan konflik pun juga tidak terlihat merata. Ditambah lagi dengan munculnya beberapa masalah dan konflik pasca perang tersebut, yang tak lain adalah sabotase beberapa bantuan di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Berikut beberapa hal yang termasuk dalam dampak pacsa adanya peperangan dan konflik terkait dengan masalah kesehatan remaja, antara lain:

1.     Adanya rasa traumatis yang berlebih dari remaja usia dini akibat dari adanya peperangan dan konflik tersebut.

2.     Munculnya role model yang salah terhadap remaja yang masih belum mengetahui siapa yang salah dan benar dari adanya peperangan dan konflik tersebut.

3.     Tingginya perilaku berisiko yang berbasis kekerasan seksual dan gender akibat dari konflik yang berkepanjangan tersebut.

4.     Adanya hambatan pola berpikir dari remaja tersebut yang disebabkan oleh keadaan konsep diri yang kurang baik akibat dari lingkungan yang masih mengalami konflik dan peperangan tersebut.

 

Sekian dari GueTau, jika Sahabat GueTau perlu informasi lebih lanjut sila menghubungi kami di info@Guetau.com

 

 Ditulis oleh Itas

 

Referensi :

  1. https://www.unfpa.org/public/publications/pid/4169

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Layanan Kesehatan Seksual Reproduksi dalam Situasi Darurat Kemanusiaan

posted on 08/09/2014

Bencana alam, perang atau situasi darurat kemanusiaan lainnya memang tak dapat diduga-duga. Kedatangannya yang tiba-tiba membuat semua orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 5 =