Anak Jalanan Juga Punya Kesempatan!

posted on 31/01/2015

 anjal1

Jika kamu merasa usaha pemerintah belum maksimal, jangan diam dan berpangku tangan saja, apalagi hanya menjadi pengamat dan protes melelui media sosial semata. Lakukan sesuatu yang nyata untuk perubahan!

 

Indonesia, negara dengan polusi dan debu menghiasi langit ibukotanya. Di bagian lain, terlihat bersih namun ternyata terdapat cacat pada pemerintahannya. Ya, begitulah kurang lebih kita bisa mendeskripsikan Indonesia saat ini.

Masalah pokok lain Indonesia adalah tingkat pendidikan di Indonesia yang belum mencapai masa emasnya. Ibarat kata, kita berada pada lingkaran setan yang sulit diputus perputarannya. Masalah yang menjadi penghubung lingkaran tersebut seperti sudah menjadi hal yang biasa. Kepadatan penduduk, ekonomi yang tidak merata, dan pendidikan yang sulit dijangkau oleh masyarakat lemah secara ekonomi adalah akar dari masalah-masalah tersebut.

Korban yang paling malang dari masalah yang tidak kunjung selesai ini adalah anak-anak. Kenapa anak-anak? Pasti Sahabat GueTau mengerti jawabannya. Seorang anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi lemah harus terpaksa mengalah untuk tidak bersekolah karena untuk makan saja ia dan keluarganya harus bekerja keras. Karena pemicu tersebut, seorang anak akan mencari jalan keluar agar dapat membantu orang tuanya mencari nafkah. Tidak jarang, mereka adalah tulang punggung keluarganya.

anjal2

Jika masih bertanya-tanya apa yang mereka lakukan untuk mencari nafkah, jawabannya mudah, yaitu dengan menjadi pengamen jalanan. Pada beberapa kasus, anak-anak bahkan terpaksa menjadi pekerja seks karena hanya itu yang dapat mereka lakukan. Sekali lagi, semua itu bukan pilihannya, melainkan mereka dipaksa agar bisa tetap hidup.

Hidup di jalan membuat mereka tidak memiliki harapan untuk merasakan pendidikan yang layak. Hak untuk belajar  di lembaga pendidikan formal danbebas berekspresi layaknya anak-anak pada umumnya secara tidak langsung terampas. Padahal, katanya anak-anak adalah masa depan bangsa. Bagaimana bisa sebuah bangsa maju jika sebagian anak-anak yang merupakan generasi penerusnya tidak diperhatikan?

Berbicara tentang anak jalanan, pemerintah harusnya mengakomodasi apa yang menjadi kebutuhan anak jalanan sesuai dengan apa yang ada dalam UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1. UU tersebut berbunyi bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Khusus untuk siapa yang kita sebut sebagai anak jalanan, harusnya mereka juga dilindungi oleh negara, sesuai dengan UU Perlindungan Anak  UU No.23 Tahun 2002. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa anak-anak harus dilindungi oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari negara hingga unit terkecilnya, keluarga.

Jika kamu merasa usaha pemerintah belum maksimal, jangan diam dan berpangku tangan saja, apalagi hanya menjadi pengamat dan protes melalui media sosial semata. Lakukan sesuatu untuk perubahan! Kita juga bisa jadi agen perubahan dan membantu mereka memberikan harapan baru lewat hal-hal kecil, lho!

Bicara skala luas, sekumpulan anak muda yang peduli akan isu ini telah tergerak dan mendirikan Sahabat Anak, yaitu organisasi anak muda yang mencoba untuk memenuhi hak dasar anak seperti bermain, mendapat pendidikan, dan mendapat perlindungan. Seorang relawan bernama Andi Cintana menjelaskan, bahwa mereka membuat banyak program. Salah satu program andalannya adalah membuat bimbingan belajar kepada anak jalanan di sekitar Cijantung. Wah, inspiratif sekali, ya!

anjal3

Selain Sahabat Anak, ada juga Sanggar Anak Akar yang mungkin namanya sudah akrab terdengar di telinga Sahabat GueTau. Sanggar Anak Akar memiliki program yang kurang lebih sama dengan Sahabat Anak, berfokus pada pendidikan untuk anak pinggiran melalui sekolah otonom yang dapat menjembatani anak-anak untuk menempuh ujian kesetaraan. Sanggar Anak Akar juga aktif membuat pertunjukkan seni yang pastinya akan membuat kamu terkagum-kagum dengan penampilan mereka.

anjal4

Contoh tersebut hanya beberapa saja, sebenarnya masih banyak sekali orang-orang yang tergugah untuk menyisihkan waktunya bagi anak-anak jalanan. Inspiratif dan luar biasa! Semua dimulai dari kepedulian dan niat untuk membantu dengan sungguh-snungguh. Jangan mau kalah! Kamu tak harus membuat organisasi baru, cobalah bergabung dan fokus membantu organisasi yang sudah ada. Biasanya lembaga atau organisasi serupa membuka program relawan untuk kamu yang tertarik. Bagaimana? Apakah masih mau berpangku tangan atau menjadi bagian dari perubahan? Ceritakan pengalamanmu terkait anak jalanan ke info@guetau.com ya!

 

Ditulis oleh Justian Edwin Darmawan

 

Referensi:

  1. http://www.sanggaranakakar.org/index.php?go=page&id=2&title=sertifikasi-akademik
  2. http://sahabatanak.org/index.php/in/tentang-kami/gerakan-sahabat-anak.html
  3. http://www.jambiekspres.co.id/berita-17247-anak-jalanan-dan-hak-yang-terlupakan.html

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Olahraga di Rumah Tanpa Ribet

posted on 20/03/2016

“Pergi ke gym pastinya memerlukan biaya, waktu, dan tenaga yang lebih dibandingkan dengan berolahraga di rumah.” Selalu terlihat sehat d

5 Mitos dan Fakta Hubungan Antara Makanan dan Kesehatan Reproduksimu

posted on 23/12/2015

Sumber “Hasil penelitian para dokter dari Harvard university Amerika serikat yang melakukan analisis sperma milik seratus laki-laki berusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *