Menghapuskan Stigma HIV dan AIDS

posted on 18/10/2014

3

Meski sudah banyak kampanye dan sosialisasi mengenai penyakit HIV/AIDS, tetap saja masyarakat, khususnya di Indonesia, belum dapat memahami dan bersikap terbuka pada para penderita. Kondisi ini terlihat dari adanya stigma negatif yang berujung pada diskriminasi Dengan kata lain, masyarakat sebenarnya juga tidak mendapatkan pemahaman dan informasi yang tepat terkait penyakit satu ini.

Alhasil, ODHIV sering menerima perlakuan yang tidak semestinya, sehingga membuatnya menolak untuk membuka status terhadap pasangan atau sengaja mengubah perilaku untuk menghindari reaksi negatif. Rasa takut dan malu menghalangi diri sendiri dalam mencari pengobatan dan dukungan, juga tidak berusaha untuk mengurangi penyebaran. Reaksi ini tentunya dapat menghambat usaha untuk mengintervensi penyebaran HIV & AIDS.

Stigma dan diskriminasi sendiri pun dapat muncul dari adanya respon masyarakat pada HIV&AIDS yang berlebihan. Ancaman kepada individu yang terinfeksi atau yang termasuk dalam kelompok tertentu telah meluas. Mengingat HIV & AIDS sering diasosiasikan dengan seks, penggunaan narkoba dan kematian, banyak orang yang tidak peduli, tidak menerima, dan takut terhadap penyakit ini di hampir seluruh lapisan masyarakat.

 

“ Bentuk-Bentuk Diskriminas dan Stigma “

aids3g

 

Agar dapat memahami sisi ODHIV lebih baik,  berikut beberapa fakta yang terjadi terkait diskriminasi dan juga stigma yang dialami oleh para ODHIV, baik itu yang masih berusia remaja dan juga sudah lanjut usia sekalipun, antara lain adalah:

1.   Dukungan bagi ODHIV dan keluarga

ODHIV mengalami sebuah proses yang seharusnya mendorong pada penerimaan terhadap kondisi yang ada. Namun, masyarakat dan lembaga terkairt kadang memberikan opini negatif serta memperlakukan ODHIV dan keluarganya sebagai warga masyarakat kelas dua. Hal ini menyebabkan melemahnya kualitas hidup ODHIV.

 

2.  Tempat layanan Kkesehatan

Lembaga yang diharapkan memberikan perawatan dan dukungan, pada kenyataannya merupakan tempat pertama di mana orang mengalami stigma dan diskriminasi. Misalnya, memberikan mutu perawatan medis yang kurang baik, menolak memberikan pengobatan. Masih saja ada rasa takut tertular yang melatarbelakangi sikap-sikap tersebut. Contoh dari stigma dan diskriminasi yang dihadapi ini adalah: alasan dan penjelasan kenapa seseorang tidak diterima di rumah sakit (tanpa didaftar berarti secara langsung telah ditolak), isolasi, pemberian label nama atau metode lain yang mengidentifikasikan seseorang sebagai HIV positif, pelanggaran kerahasiaan, perlakuan yang negatif dari staf, penggunaan kata-kata dan bahasa tubuh yang negatif oleh pekerja kesehatan, juga akses yang terbatas untuk fasilitas-fasilitas rumah sakit.

 

3.  Akses untuk perawatan

ODHIV seringkali tidak menerima akses yang sama seperti masyarakat umum dan banyak yang juga tidak mempunyai akses untuk pengobatan ARV mengingat tingginya harga obat-obatan dan kurangnya infrastruktur medis di banyak negara berkembang untuk memberikan perawatan medis yang berkualitas.Bahkan ketika pengobatan ARV tersedia, beberapa kelompok mungkin tidak bisa mengaksesnya, misalnya karena persyaratan tentang kemampuan mereka untuk mengkonsumsi sebuah zat obat, yang mungkin terjadi pada kelompok pengguna narkoba suntikan.

 

4.   Pelanggaran hak asasi manusia

Membuka status HIV&AIDS seseorang pada orang lain tanpa seijin penderita, dan melakukan tes HIV tanpa adanya persetujuan pihak yang dites.

 

5.   Diskriminasi HAM

Penghilangan kesempatan ODHIV untuk bekerja, dalam pelayanan kesehatan bahkan perlakuan yang berbeda pada ODHIV oleh petugas kesehatan.

 

6.  Peradilan moral yang tidak sesuai

 Sikap yang menyalahkan ODHIV karena penyakitnya dan menganggap sebagai orang yang tidak bermoral serta keengganan untuk melibatkan ODHIV dalam suatu kelompok atau organisasi.

 

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kekerasan untuk STOP DISKRIMINASI DAN STIGMA pada ODHIV, diantara lain :

  1. Jadilah contoh yang baik. Terapkan apa yang sudah kita ketahui . Pikirkanlah kata-kata yang kita gunakan dan bagaimana memperlakukan ODHIV, lalu cobalah untuk mengubah pikiran dan tindakanmu.
  2. Berbagilah pada orang lain mengenai hal-hal yang sudah kita ketahui dan ajaklah mereka untuk membicarakan tentang stigma dan bagaimana mengubahnya.
  3. Atasilah masalah stigma ketika melihatnya di rumah, tempat kerja dan masyarakat. Bicaralah, katakana masalahnya dan buatlah orang paham bahwa stigma itu melukai seseorang lain.
  4. Lawanlah stigma melalui kelompok. Setiap kelompok dapat menemukan stigma dalam situasi yang dialami sendiri dan setuju untuk melakukan satu atau dua tindakan praktis agar terjadi perubahan.
  5. Mengatakan stigma sebagai sesuatu yang “salah” dan “buruk” tidaklah cukup. Bantulah orang yang bertindak melakukan perubahan. Setuju pada tindakan yang harus dilakukan, mengembangkan rencana dan lakukan.
  6. Berpikir besar, mulai dari yang kecil dan bertindak sekarang.
  7. Testimoni oleh ODHIV maupun keluarganya mengenai pengalaman hidup dengan HIV atau hidup dengan orang positif HIV.
  8. Pengawasan bahasa (language watch). Lakukan “survey mendengarkan“ untuk mengidentifikasi kata-kata yang menstigma yang sering digunakan dalam masyarakat (di media maupun lagu-lagu populer).

Sekian pembahasan mengenai stigma dan diskriminasi yang menimpa ODHIV.Bagi Sahabat GueTau yang punya pertanyaan, saran dan juga kritik lebih lanjut bisa mengirimkan e-mail ke info@Guetau.com.

 

Ditulis oleh Itas

 

Referensi:

  1. Kemenkes RI. 2012. Pedoman Penghapusan Stigma dan Diskriminasi Bagi Pengelola Program, Petugas Layanan Kesehatan dan Kader. Jakarta.
  2. Paryati, Tri. 2012. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Stigma dan Diskriminasi Pada ODHIV Oleh Petugas Kesehatan : Kajian Literatur. Universitas Padjadjaran. Bandung.
  3. http://dinkeskebumen.wordpress.com/2012/01/10/hapus-stigma-dan-diskriminasi-pahami-hiv-aids/
  4. http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1004
  5. Hasil Outreach divisi Pelayanan dan KIE Media SeBAYA PKBI Jawa Timur.

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Tips Sehat untuk Teman-Teman ODHA

posted on 28/03/2016

“Jauhi penyakitnya, bukan orangnya!” Itulah jargon yang sering terlihat pada peringatan Hari AIDS Dunia pada bulan Desember lalu. Akan t

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 6 =