Los Frikis, Komunitas yang Menyuntikkan Virus HIV ke Tubuhnya Sendiri

posted on 03/05/2017

Virus HIV sudah menjadi perhatian masyarakat di berbagai belahan dunia. Banyak himbauan untuk tes HIV agar bisa melakukan pengobatan sejak dini. Banyak juga cara ditemukan agar terhindar dari virus ini. Namun, siapa sangka ternyata ada sekelompok orang yang malah dengan cuma-cuma menyuntikkan virus HIV ke dalam tubuhnya sendiri. Lho kok?

Los Frikis, sebutan untuk para punk asal Kuba-lah yang menjadi aktor penyuntik virus HIV ke tubuhnya sendiri. Usut punya usut, Los Frikis sengaja menyuntikkan darah temannya yang positif HIV ke dalam tubuhnya agar lepas dari kekerasan, baik dari polisi ataupun orang-orang sekitar termasuk keluarga mereka. Tindakan kekerasan ini dilakukan karena mereka dianggap mengganggu ketenangan serta termasuk ke dalam orang-orang kelas bawah.

Gerson Govea adalah seorang Frikis yang diketahui secara sadar dan sengaja menyuntikkan virus HIV ke dalam tubuhnya agar ia terhindar dari kekerasan lalu bergabung dengan teman-teman Frikisnya yang berada di Cuba’s HIV Sanatorium.

Cuba’s HIV Sanatorium sendiri memberikan mereka kebebasan untuk melakukan apapun yang mereka suka serta mendengarkan musik apapun yang menjadi favorit mereka. Bahkan, Frikis juga diizinkan untuk menjalin pertemanan dengan Frikis lainnya yang berasal dari Sanatorium luar. Mereka juga mendapatkan asupan makanan normal, yaitu tiga kali sehari di mana kala itu Kuba sedang mengalami krisis makanan. Dengan alasan-alasan itulah, para Frikis pun merasa bahwa hidup mereka jauh lebih baik apabila berada di dalam sanatorium.

Saat seluruh negara kelaparan, para ODHA memperoleh berbagai fasilitas gratis seperti perawatan medis dan makanan yang mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada 1989, pemerintah pun menyerahkan kendali atas para Frikis di Sanitarium pada Kementerian Kesehatan Masyarakat.

Luis Trelles, seorang produser dokumentari kehidupan Frikis, mengungkapkan bahwa para frikis diberikan makan tiga kali sehari saat berada di sanatorium, itu termasuk daging dan es krim. Selain itu, beberapa kamar yang tersedia juga dilengkapi dengan pendingin ruangan yang membuat mereka akan merasa nyaman.

Namun, saat ini seluruh Sanatorium sudah ditutup. Yang tersisa hanyalah Santiago de Las Vegas yang masih beroperasi sebagai unit rawat jalan. Sementara itu, para Frikis yang masih bertahan hidup  yang tinggal di Sanatorium yang sudah tutup kini menjadi penghuni liar di jalan. Sedih ya, ODHA menjadi terlantar karena Sanatorium sudah ditutup. Bagaimana pendapat Sahabat Guetau?

Oleh Dewi Maharani

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 1 =