Homeschooling: Ketika Sekolah Tak Lagi (Hanya) Rutinitas

posted on 05/06/2013

Rajin Pangkal Pandai

Semboyan di atas rasanya familiar sekali sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Semboyan yang memotivasi anak-anak supaya rajin belajar agar lekas pandai. Tapi apa jadinya kalau sekolah hanya jadi rutinitas, yang ujung-ujungnya bukannya lekas pandai, tapi lekas bosan.

Sobat Gue Tau, apa sih yang ada di pikiran kalian saat mendengar kata ‘sekolah’?

Masuk pagi, Senin sampai Jum’at, Ujian Tengah Semester (UTS), upacara, Pekerjaan Rumah (PR), dan lain sebagainya. Pastinya sangat subjektif yah jawabannya tergantung pengalaman masing-masing selama sekolah. Tak bisa dipungkiri, boleh jadi aktivitas di atas telah menjadi rutinitas bagi sebagian besar pelajar di Indonesia, khususnya yang mengenyam pendidikan formal di sekolah. Sesekali ada rasa jemu yang mungkin hinggap di benak para pelajar tersebut.

Menyikapi perubahan trend gaya hidup masa kini yang didominasi teknologi dan kompleksitas fasilitas umum yang mudah dijangkau membuat belajar tak harus pergi ke sekolah. Homeschooling atau sekolah rumah dapat menjadi alternatif sistem pendidikan bagi yang mendambakan rutinitas belajar yang lebih dinamis dan eksploratif.

Homeschooling secara umum didefinisikan sebagai model pendidikan alternatif atau proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur, dan terarah yang dilakukan orang tua, keluarga, dan lingkungan dimana komponen-komponen tersebut terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan dan proses pembelajarannya. Fokus dan tujuan utama sistem ini adalah mengarahkan anak sesuai dengan minat dan bakatnya guna memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Sayangnya, saat ini tidak banyak yang mengenal sistem pendidikan ini sehingga seringkali dianggap kurang efektif.

Seperti namanya, pendidikan ini memang berbasis di rumah dimana orang tua dalam hal ini bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan anaknya. Akan tetapi, pada implementasinya, sarana belajar yang digunakan tidak hanya terpaku di rumah. Fasilitas umum dan koneksi internet di rumah pun bisa jadi sarana belajar. Fasilitas umum seperti perpustakaan, museum, mall, sampai kebun binatang biasa digunakan sebagai sarana belajar anak homeschooling. Pendidikan dengan jalur  ini memberikan anak kesempatan untuk belajar melalui contoh dan aplikasi secara langsung.

Meski orang tua memegang tanggung jawab utama dalam pendidikan, tetapi dalam pelaksanaannya orang tua dapat melibatkan orang lain yang relevan dengan subyek atau materi yang akan dipelajari. Guru privat, online course, kursus musik atau olahraga, mendaftarkan anak ke dalam program magang (internship) adalah beberapa pilihan yang biasa digunakan untuk menggantikan peran orang tua sebagai pendidik. Hal utama yang membedakan sistem pendidikan homeschooling dengan pendidikan formal di sekolah adalah anak dihadapkan pada realita kehidupan sebagai media pembelajaran. Anak dilibatkan secara langsung dalam proses kerja sumber belajar.

Penyelenggaraan pendidikan alternatif informal homeschooling secara hukum telah diatur dalam UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 ayat 10: “Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”

Ada lima syarat yang harus dimiliki orang tua yang ingin menerapkan sistem homeschooling, yaitu mencintai anak-anak, kreatif, bersahabat dengan anak, memahami anak-anak, dan memiliki kemauan untuk mengetahui standar kompetensi dan standar isi kurikulum nasional. Dan berita baiknya, homeschooling bisa disetarakan dengan pendidikan formal juga lho. Menarik yah sepertinya!

Eits, tunggu dulu! Ada baiknya sebelum memutuskan untuk memilih jalur pendidikan alternatif ini, kita telaah dulu aspek positif dan negatif dari sistem pendidikan alternatif ini.

 

(+) nya  Homeschooling

ü  Customized, dapat disesuaikan sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga.

ü  Memaksimalkan potensi anak sejak usia dini, tanpa harus mengikuti standar waktu yang ditetapkan di sekolah. Potensi ini akan dikembangkan secara maksimal bila keluarga memfasilitasi suasana belajar yang mendukung dirumahnya.

ü  Metode ini mampu menghindari pengaruh lingkungan negatif yang mungkin akan dihadapi oleh anak di sekolah umum.pergaulan bebas, tawuran, rokok, dan obat-obatan terlarang.

ü  Dengan homeschooling, kecerdasan anak akan berkembang secara penuh karena anak diberikan kebebasan untuk belajar. Homeschooling memberi banyak keleluasaan bagi anak didik untuk menikmati proses belajar.

ü  Setiap siswa homeschooling diberi kesempatan untuk terjun langsung mempelajari materi yang disediakan.

ü  Lebih siap untuk terjun di dunia nyata karena proses pembelajarannya berdasarkan kegiatan sehari-hari yang ada di sekitarnya.

ü  Kemampuan bergaul dengan orang tua dan yang berbeda umur (vertical socialization).

ü  Kesesuaian pertumbuhan nilai-nilai anak dengan keluarga. Relatif terlindung dari paparan nilai dan pergaulan yang menyimpang (tawuran, drug, konsumerisme, pornografi, mencontek, dsb).

 (-)nya Homeschooling

L  Anak kurang bersosialisasi menyebabkan anak homeschooling dijauhi oleh siswa usia tertentu.

L  Membutuhkan komitmen dan tanggung jawab dari orang tua.

L  Proteksi berlebihan dari orang tua dapat memberikan efek samping ketidakmampuan menyelesaikan situasi dan masalah sosial yang kompleks dan tidak terprediksi.

Nah, Sahabat GueTau, ternyata yang namanya belajar itu prosesnya beragam, begitu juga sistemnya. Semua kembali pada minat dan gaya belajar kita yang semuanya memiliki tujuan untuk mencapai cita-cita hidup. Banyak jalan menuju Roma!

 

Semoga bermanfaat yah dan bisa jadi referensi sistem pendidikan yang lebih inovatif

 

Gue Tau, Kalo Loe?

 

ditulis oleh : Oleh: Nikita Dewayani, kontributor Guetau.com

related post

6 Keuntungan Ikut Organisasi Sekolah Atau Kampus

posted on 24/02/2017

  “Musim seleksi penerimaan siswa dan mahasiswa baru sudah dekat. Apa rencanamu di sekolah atau kampus baru?” Sahabat GueTa

Mengenal Layanan Pendidikan bagi Remaja Down Syndrome

posted on 22/03/2015

  Tahukah kamu jika setiap 21 Maret diperingati sebagai Hari Down Syndrome Sedunia? Pada tanggal tersebut, organisasi down syndrome di

Mengapa Memilih Homeschooling?

posted on 21/05/2014

  Homeschooling atau sekolah rumah adalah suatu metode pendidikan alternatif diluar metode belajar formal di sekolah di mana kegiatan b

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =