PKPR dan PIK Remaja, Efektif atau Tidak?

posted on 04/07/2014

PKPR (Pelayananan Kesehatan Peduli Remaja) merupakan Pelayanan Kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja. Pelayanan ini dikonsep dengan cara yang menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, serta peka akan kebutuhan terkait kesehatan secara efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan remaja. PKPR ini adalah program Dinas Kesehatan yang sudah dijalankan oleh Puskesmas sejak tahun 2003. Macam-macam pelayanan yang diberikan PKPR yaitu meliputi konseling/curhat, pemeriksaan kesehatan, pengobatan penyakit, penyuluhan kesehatan melalui diskusi dan dialog.

Sedangkan PIK Remaja merupakan suatu wadah kegiatan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga. Program PIK-R ini dibuat oleh BKKBN dan meliputi hanya pelayanan informasi dan konseling tanpa pelayanan tindak lanjut seperti PKPR.

Kedua program tersebut mempunyai sasaran yang sama, yaitu remaja. Namun, apakah program ini telah berjalan seperti yang diharapkan? Sementara, sejauh ini, PKPR cenderung lebih dikenal di antara kedua program tadi. Hal ini dikarenakan PKPR memiliki pelayanan yang komperhensif termasuk tahap tindak lanjut. Namun, apakah Sahabat GueTau sendiri sudah familar dengan PKPR dan bahkan memanfaatkan pelayanaannya?

Di beberapa wilayah di Indonesia, PKPR telah dikenal di sekolah-sekolah pada taraf SMP dan SMA berkat para petugas yang mensosialiasikannya. Sayangnya, hal itu tidak berlaku di bagian wilayah Indonesia yang lain. Sebagai contoh, beberapa kota di Sumatera, seperti di Jambi, belum banyak remaja yang mengetahui adanya program ini. Padahal sasaran utama program ini adalah mereka, para remaja. Tidak adanya informasi terkait program yang disediakan pemerintah itu, membuat remaja semakin jauh dalam menyadari dan memahami Hak-Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi mereka sendiri.

Faktanya, lembaga yang tidak dijalankan oleh pemerintah alias lembaga non-pemerintah, lebih cenderung gesit dan efektif untuk merangkul remaja, seperti program PKBI di berbagai wilayah Indonesia atau LSM-LSM terkait lainnya. Di berbagai kesempatan, pihak non-pemerintah tersebut cenderung mensosialisasikan program Pelayanan Ramah Remaja yang mereka buat dan benar-benar meyakinkan remaja akan tingkat ‘keamanan dari penggunaan layanan tersebut.

Selain itu, program dari pemerintah acap kali menciptakan hambatan yang menyulitkan remaja untuk mengakses, seperti jam buka yang terbentuk waktu sekolah remaja dan kurangnya keramahan dari petugas. Di beberapa Puskesmas, masih ada saja petugas yang melayani dengan cemberut atau pun ketus. Kedua hal ini menjadi jurang pemisah bagi remaja untuk mendapatkan haknya melalui program dari pemerintah, sehingga tidak berjalan efektif.

Jika dibandingkan lagi dengan Program Ramah Remaja yang dimiliki oleh lembaga non-pemerintah, mereka memiliki nilai tambah pada kedua kelemahan program pemerintah. Mereka bahkan mengefektifkan program dengan layanan tak tatap muka, seperti melalui sms, telepon, media sosial dan sebagainya. Selain itu, pelayanan diberikan dengan keramahan yang membuat remajanyaman dan terbuka untuk membicarakan permasalahan yang remaja miliki.

Tentunya, keterlibatan remaja diperlukan karena program ini dibuat untuk memenuhi Hak-Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang remaja miliki. Sahabat GueTau punya hak untuk menggunakan layanan tersebut dan juga berhak berpasrtisipasi secara aktif dalam program tersebut. Partisipasi remaja, termasuk Sahabat GueTau, membuat program ini dapat terus berjalan. Ingat, mereka ada untuk dan karena remaja. Semoga pemerintah terus mengevaluasi dan menyempurnakan kedua program ini, sehingga remaja terdorong untuk menggunakan Layanan Ramah Remaja tersebut agar program pemerintah bukan sekedar nama, namun ada wujudnya.

Silahkan kirim surel jika Sahabat GueTau butuh penjelasan yang lebih banyak tentang Program Layanan Ramah Remaja ini ke info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Suci Wulandari 

 

Referensi:

  1. http://njuliyanti.blogspot.com/
  2. http://www.youtube.com/watch?v=m_3THyOJ8yU
  3. http://pkpr.datainformasi.net/
  4. http://pkbi-diy.info
  5. http://bidan.fk.ub.ac.id
  6. http://pkprdepkes.blogspot.com/
  7. http://www.infodokterku.com
  8. http://pikremaja8.blogspot.com/

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Puskesmas Mekarwangi: Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja Kota Bogor

posted on 25/03/2016

“Kini, Sahabat GueTau tak perlu takut lagi untuk ke puskesmas!” Masa-masa transisi menjadi seorang remaja bukanlah masa yang mud

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =