Mengenal Lebih Dekat Teman-teman Transgender dan Transseksual

posted on 15/11/2014

transgender

“Inti dari banyaknya istilah ini adalah menghargai keberadaan teman-teman kita yang tidak berada dalam perspektif masyarakat umum, sekaligus merayakan keberagaman.”

 

Mungkin sebagian dari Sahabat GueTau pernah merasa takut saat dihampiri teman-teman transgender dan/atau transseksual yang berprofesi sebagai musisi jalanan. Citra teman-teman transgender dan transseksual memang tidak terlalu bagus di mata masyarakat kita. Tapi percayalah, hidup mereka lebih dari sekadar godain kamu.

Banyak perjuangan di balik hidup mereka. Mereka sering dikucilkan oleh masyarakat, sementara mereka harus berusaha keras bekerja dansekaligus mencari kelompok baru yang bisa menerima. Kadang hidup mereka berhenti di satu pilihan berat; diterima tapi harus menjual tubuh. Sulit memang, namun terkadang profesi itu bukan pilihan mereka, hanya karena balas jasa atas kepedulian dan penerimaan yang didapatkan. Banyak yang berhasil keluar dan berusaha di bidang lain, namun banyak pula yang menyerah dengan keadaan. Yang sudah bahagia pun masih dihinggapi risiko. Masih ingat kasus Mayang Prasetyo yang dimutilasi pasangannya di Australia?

 

Sebenarnya siapa, sih, mereka?

Jadi, ada hal penting yang perlu Sahabat GueTau mengerti tentang istilah-istilah yangada. Istilah-istilah tersebut mungkin masih menjadi perdebatan, tapi sebenarnya bisa ditarik benang merahnya, kok.

Mari kita mulai dengan transgender. Transgender adalah istilah atau terminologi umum yang digunakan untuk mendeskripsikan teman-teman yang merasa bahwa organ biologis, ekspresi, dan identitasnya tidak sejalan. Ada laki-laki yang merasa ‘terjebak’ dalam tubuh perempuan atau sebaliknya. Varian dari transgender banyak sekali, yakni transseksual, transvestites, crossdresser, drag queen, intersex, dan lain-lain.

Contoh umum dari seorang transgender adalah Dena Rahman, seorang selebriti Indonesia yang dulunya lelaki dan kini berubah menjadi seorang perempuan cantik. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku belum pernah mengubah organ reproduksinya, maka dengan demikian, ia belum menjadi seorang transseksual. Perubahan pada dirinya baru sebatas ekspresi dan identitas.

Transseksual lebih ‘praktis’ daripada transgender. Orientasi istilah transseksual ini lebih kepada fisik dan biologis seseorang. Teman-teman transseksual pada awalnya merasa bahwa gender mereka tidak sejalan dengan kondisi fisiknya, lantas mengubah organ biologisnya menjadi lawan jenis. Jika seorang laki-laki merasa ia sebenarnya adalah seorang perempuan dan mengubah penisnya menjadi vagina, maka ia dapat dikatakan sebagai transseksual.

Contoh mudah dari transseksual adalah model terkenal Andrej Pejic (sekarang Andreja Pejic). Nama Andreja berkibar setelah debutnya di beberapa pagelaran busana. Yang unik dari dirinya adalah pada saat kemunculannya, ia mengaku sebagai seorang androgini, yakni memadukan femininitas dan maskulinitas pada dirinya. Pada awal 2014, akhirnya  Andreja mengubah organreproduksinya menjadi vagina di Thailand. Dengan begitu, Andreja dapat dikategorikan sebagai seorang transseksual.

 

transgender2

 

Sebenarnya ada satu istilah lagi, yaitu transvestite. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang berpakaian layaknya lawan jenis. Transvestite juga hampir sama dengan crossdresser karena pengertian yang kurang lebih sama. Namun, istilah-istilah ini dihindari karena dianggap tabu dan erat hubungannya variasi hubungan seksual seseorang. Ya, karena ada sebagian orang yang terpacu gairah seksualnya apabila melihat seorang transvestite atau crossdresser.

Inti dari banyaknya istilah ini adalah menghargai keberadaan teman-teman kita yang tidak berada dalam perspektif masyarakat umum, sekaligus merayakan keberagaman. Kembali kepada titik di mana hidup adalah pilihan dan semua pilihan tergantung kepada teman-teman transgender, juga kamu, Sahabat GueTau!

Cara untuk mengerti dan merayakan keberagaman banyak sekali, Sahabat GueTau. Metodenya dapat dikemas dalam bahasa musik, tulisan bebas, grafik, hingga foto-foto. Yang terakhir disebut dengan sukses dikaryakan melalui ‘Pameran Fotografi Aliansi Remaja Independen: Hidupku (harusnya) Pilihanku’. Pameran yang dilaksanakan dari 26-28 Oktober ini bertujuan untuk menampilkan secara langsung kehidupan orang-orang yang dengan berbagai macam masalah Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksinya, termasuk transgender. Secara sadar, ternyata fotografi dapat menjadi media yang bagus bagi penyebaran informasi.

Sahabat GueTau punya pertanyaan tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi atau serba serbi transgender? Bisa bertanya langsung ke GueTau melalui info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Justian Edwin Darmawan

 

Referensi

  1. http://itspronouncedmetrosexual.com/2013/01/a-comprehensive-list-of-lgbtq-term-definitions/
  2. http://iamtransgendered.com/Transsexuals_Transvestites_Transgendered.aspx
  3. http://www.diffen.com/difference/Transgender_vs_Transsexual
  4. http://grammarist.com/usage/transgender-transsexual-transvestite/

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

The Danish Girl: Tentang Perjuangan

posted on 03/03/2016

Kalau Sahabat GueTau pernah mendengar lagu ‘berawal dari tatap’, begitulah film The Danish Girl ini bermula. Dari tatapan timbul

Ramai-Ramai Bicara LGBT: Membahas Transphobia

posted on 03/02/2016

“Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Arus Pelangi–sebuah lembaga swadaya masyarakat yang membela hak-hak kaum lesbian, gay, bisek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *