DECIDING ABOUT SEX

posted on 13/10/2012

1. Pada usia berapa sih sebaiknya kita pertama kali berhubungan seksual?
Banyak orang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seksual pertama kali? Terutama remaja ya karena banyak pendapat yang mengatakan bahwa hubungan seksual itu hanya boleh dilakukan setelah menikah. Lalu apakah seseorang yang sudah menikah namun berusia masih remaja (kurang dari 20 tahun) telah benar-benar siap berhubungan seksual? Bagaimana menurutmu? Sebenarnya terlepas dari menikah ataupun tidak menikah, orientasi seksual, gender dan karateristik lainnya, seseorang disarankan untuk memulai hubungan seksual setelah berusia 20 tahun. Mengapa? Karena pada saat usia kurang dari 20 tahun secara biologis organ seksual dan reproduksi kita belum cukup matang. Sehingga pada perempuan misalnya akan meningkatkan risiko kanker leher rahim. Apalagi jika kemudian kamu mengalami kehamilan pada usia muda yang berisiko kesehatan bagi perempuan dan bayinya. Selain itu, pada usia tersebut kebanyakan remaja belum memiliki kemandirian pribadi dan ekonomi yang membatasi kita untuk bisa mengakses layanan kontrasepsi seperti kondom atau layanan pemeriksaan kesehatan reproduksi. Jadi sebelum kamu benar-benar yakin untuk melakukan hubungan seksual dengan pacar/pasanganmu sebaiknya tunggu sampai kamu dan pacarmu/pasanganmu benar-benar siap. Jangan sampai hubungan seksual dilakukan karena untuk menyenangkan pacarmu/pasanganmu saja, atau karena tekanan teman-temanmu.

2. Berhubungan seksual dengan pacar merupakan bukti cinta.
Ini kalimat yang seringkali dipercaya oleh remaja perempuan maupun laki-laki. Padahal pernyataan ini tidak sepenuhnya benar loh, sebetulnya ada banyak cara untuk menunjukkan rasa sayang atau cinta kepada pacar/pasangan kita dan tidak melulu hubungan seksual. Apapun bentuk rasa sayang itu harus dilandasi oleh kepercayaan dan kemampuan untuk menentukan pilihan tanpa adanya paksaan dari pasangan, teman, keluarga, dan lainnya. Jadi jika kamu merasa belum saatnya untuk melakukan hubungan seks dengan pacar kamu, maka kamu berhak untuk berkata tidak. Karena hanya kamu yang berhak atas tubuh kamu. Karena hubungan seks seharusnya bebas dari paksaan, ancaman, dan dari risiko infeksi menular seksual.

3. Pacarku selalu mengajak untuk berhubungan seksual, padahal saya merasa masih terlalu muda. Bagaimana caranya saya bisa menolak tanpa membuat dirinya marah dan merusak hubungan kami?
Kamu sungguh baik sekali mau memikirikan perasaan pacarmu/pasanganmu, tapi sebenarnya penting juga loh memikirkan perasaanmu sendiri pada situasi seperti ini. Karena setiap orang berhan untuk membuat batasan-batasan untuk hubungan yang sedang dijalani dan batasan-batasan tersebut harus dihormati dan diterima oleh kedua pihak. Contoh batasan seperti berkata apa adanya dan jujur tentang apa yang masing-masing rasakan, inginkan atau tidak inginkan. Bilang pada pacarmu/pasanganmu bahwa kamu tidak bermaksud membuatnya marah atau kecewa, tapi hanya untuk menekankan kembali tentang batasan-batasan yang sudah kalian sepakati. Jelaskan saja bahwa saat ini kamu belum siap untuk berhubungan seksual, dan pacar/pasangan yang baik tentunya tidak akan memaksa sebelum kamu merasa siap. Perlu kamu jelaskan juga, bahwa hal ini bukan berarti kalian putus, bahwa kamu masih menginginkan untuk pacaran dengannya. Dengan komunikasi yang terbuka maka kalian akan lebih saling memahami satu sama lain.

4. Umur saya baru saja 15 tahun tapi sudah memikirkan untuk berhubungan seksual. Apakah itu hal yang normal?
Tenang saja. Merupakan hal yang normal bagi remaja mulai berpikir untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini karena pubertas secara alami membuat orang menjadi ingin tahu dan lebih sensitif terhadap seksualitas dirinya dan orang lain. Perasaan ini tidak jarang membuat kita merasa bersalah dan tertekan sehingga berusaha untuk membuang perasaan tersebut jauh-jauh. Padahal kenyataannya kita tidak bisa menghilangkan perasaan tersebut.
Namun perlu dipahami bahwa walaupun kita merasa terangsang untuk berhubungan seksual, bukan berarti kita siap untuk berhubungan seksual loh. Karena untuk mendapatkan pengalaman seksual yang menyenangkan, kita membutuhkan lebih dari sekedar keingintahun bagaimana rasanya berhubungan seksual. Penting untuk kita memahami bahwa kita perlu memiliki hubungan yang baik dan menyenangkan dengan pacar/pasangan kita sebelum memulai aktivitas seksual apapun. Hal ini penting karena banyak hal positif dan negatif dari hubungan seksual. Hubungan seksual hanya salah satu cara untuk berbagi kemesraan dengan pasangan namun juga memiliki konsekunsi seperti kehamilan dan infeksi menular seksual.
Jadi jika kamu dan pacar/pasangan belum merasa siap maka sebaiknya tunda dulu. Jangan sampai kamu menyesal setelah melakukannya.
Karena keinginan untuk berhubungan seksual tidak dapat dihilangkan, maka beberapa remaja memilih untuk melakukan masturbasi. Masturbasi merupakan aktifitas merangsang diri sendiri untuk mendapatkan kenikmatan seksual atau orgasme.
Beberapa orang memutuskan siap berhubungan seksual setelah lulus SMA, setelah memiliki hubungan serius seperti pertunangan atau pernikahan. Jika kamu sudah siap maka setelah kamu melakukannya kamu akan menikmatinya dan tidak akan menyesalinya.

5. Saya pernah berhubungan seksual dengan pacar/pasangan, tapi tidak yakin apakah ingin melakukannya lagi. Apakah saya boleh menolak jika dia mengajak untuk berhubungan seksual lagi?
Tentu saja. Kamu berhak melakukan apa yang kamu rasakan dan apa yang menurut kamu paling baik, terlepas apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya. Saat kita berbicara pengalaman seksual ada baiknya kita selalu mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan. Beberapa orang kemudian sampai pada kesimpulan bahwa saat itu mereka sebetulnya belum siap untuk berhubungan seksual. Namun beberapa orang lainnya memang sudah siap dan tidak menyesalinya. Jadi tidak peduli berapa kali kamu pernah berhubungan seksual, kamu tetap punya hak untuk menentukan apakah lain kali kamu siap dan mau untuk bergubungan seksual.

related post

Bulan Mei=Bulan Masturbasi

posted on 14/05/2013

Halo bulan Mei! Halo bulan Masturbasi! Yup! Di Amerika Serikat, bulan Mei merupakan salah satu bulan penting yang dinanti-nanti untuk diraya

One thought on “DECIDING ABOUT SEX

  1. Raymoond says:

    100% Agree, memutuskan untuk seksual aktif atau tidak merupakan pilihan pribadi, namun hendaknya pilihan pribadi tersebut dibarengi dengan kesiapan informasi yang memadai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + nineteen =