Bersama Ciptakan Sekolah Ramah LGBT!

posted on 21/05/2014


Terlepas dari pro dan kontra LGBT di Indonesia, GueTau ingin memberikan informasi terkait sekolah ramah LGBT di Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei.

Sebagai info untuk Sahabat GueTau, sudah banyak sekolah di negara-negara maju seperti Amerika dan Belanda yang mulai mengajarkan untuk menerima perbedaan, khususnya mengenai LGBT. Murid–muridnya diajarkan untuk bertoleransi dan mendukung hak–hak yang dimiliki oleh masing–masing murid. Sekolah ramah LGBT ini diharapkan mampu melindungi setiap murid dari segala bentuk bullying atau cemoohan dan pelecehan, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi LGBT sehingga mendorong murid-murid untuk lebih berprestasi..

Pada beberapa sekolah di luar negeri, seperti di Los Angeles, mereka membuat badge atau emblem bertuliskan “Ally” yang dalam bahasa Indonesia berarti sekutu, bertujuan memberikan sinyal untuk pendukung LGBT.Uniknya, tulisan sekutu sendiri ditulis dalam berbagai bahasa. Tidak hanya para murid yang menyukai gerakan ini, tetapi juga para guru dan para pendukung LGBT ikut merayakan.  Emblem itu sendiri menandai apa saja sumber daya yang berkaitan dengan LGBT, termasuk pendukungnya. Di sisi dunia lain, sebuah universita di Swedia bahkan ikut merayakan IDAHOT 2014 dengan memasang dua bendera lambang LGBT di menara utama universitas. Ini merupakan pertama kalinya bagi Universitas Lund merayakan IDAHOT.

Sudah pasti diperlukan kesadaran terlebih dahulu sebelum menciptakan sekolah yang ramah LGBT. Banyak guru dan dosen yang tidak yakin bagaimana mengajari anak-anak didiknya untuk mendukung LGBT. Yang terpenting adalah memulai dengan menciptakan lingkungan dimana siswa LGBT merasa aman dan dihargai. Kebijakan–kebijakan untuk guru, administrator dan konselor yang jelas dan imbang dapatmenciptakan kondisi yang kondusif bagi semua siswa, tidak hanya siswa LGBT saja.

Untuk Sahabat GueTau, membuat klub Sahabat LGBT di sekolah bisa menjadi ide untuk dicoba. Ajak teman-teman LGBT yang mempunyai kemampuan dibidang jurnalis untuk berbagi informasi mengenai LGBT kepada teman-teman satu sekolah atau kampus dengan berkomunikasi melalui tulisan atau juga melalui radio sekolah.

Jabatan seperti kepala sekolah atau rektor mempunyai pengaruh yang amat besar untuk menciptakan lingkungan ramah LGBT. Sedangkan untuk guru atau pengajar, bisa memberikan penghargaan untuk pengajar yang sudah bisa membantu menciptakan lingkungan yang ramah LGBT di sekolah. Tentunya selain murid, kepala sekolah dan pengajar sendiri, masyarakat juga harus mendukung, termasuk Sahabat GueTau ya, agar lingkunganramah LGBT semakin meluas.

Demikian informasi yang GueTau sampaikan, semoga informasi ini menginspirasi Sahabat GueTau untuk menjadi sekutu LGBT. Apabila ada pertanyaan silahkan e-mail ke info@Guetau.com.

 

Ditulis oleh Apoh 

 

Referensi:

  1. http://dailycaller.com/2013/10/11/los-angeles-school-district-wants-teachers-to-wear-pro-gay-badges/
  2. http://www.tolerance.org/lgbt-best-practices
  3. http://www.educationworld.com/a_issues/issues/issues149.shtml

 

related post

Sedih, Lagi-Lagi Rentetan Kasus Bullying Terjadi di Indonesia

posted on 19/07/2017

Kapan ya kasus bullying ini akan berakhir? Kasus bullying atau perundungan kembali terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil rekapan, dua kasu

Persyaratan bebas LGBT untuk masuk Universitas Andalas

posted on 30/04/2017

“Pendidikan adalah hak segala bangsa.” Universitas Andalas mengeluarkan persyaratan yang mengundang kontroversi. Agar seserang b

6 Keuntungan Ikut Organisasi Sekolah Atau Kampus

posted on 24/02/2017

  “Musim seleksi penerimaan siswa dan mahasiswa baru sudah dekat. Apa rencanamu di sekolah atau kampus baru?” Sahabat GueTa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × two =