Berkenalan dengan Layanan Kesehatan Ramah Remaja!

posted on 16/04/2014

YFS1

“Remaja merupakan masa peralihan (fase transisi) dari anak-anak ke masa dewasa. Pada masa transisi ini remaja sering kali menghadapi permasalahan yang sangat kompleks dan sulit ditangani sendiri. Ditambah lagi risiko-risiko yang sering dihadapi remaja, antara lain risiko yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi (kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi tidak aman, dan infeksi menular seksual) dan penyalahgunaan Napza.” Ni Wayan Setiani, Amd.Kep

 

Sahabat GueTau, ada tiga milyar orang di bawah umur 25 tahun dan sebagian besar dari mereka adalah remaja yang tidak memiliki akses layanan kesehatan dan reproduksi atau bahkan informasi yang dibutuhkan. Karena itu, layanan kesehatan ramah remaja hadir sebagai upaya untuk memberikan tindakan pengobatan atau penanganan terhadap keluhan-keluhan yang remaja alami. Dari segi pencegahan, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) khususnya tentang pendidikan hak kesehatan seksual reproduksi remaja yang benar dan sesuai.

Kunci dari layanan ramah remaja ini adalah keterbukaan akses layanan kesehatan seksual dan reproduksi untuk remaja. The International Planned Parenthood Federation (IPPF) mengartikan kesehatan ramah remaja ini sebagai layanan yang memiliki kemampuan yang bisa menarik remaja untuk datang, merespon kebutuhan mereka dan memberikan perawatan yang berkelanjutan.

GueTau mewawancarai Heny Widyaningrum dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Nasional. Berdasarkan standar internasional, Heny menyampaikan bahwa ada beberapa karakteristik layanan kesehatan ramah remaja menurut panduan WHO tahun 2003 dan IPPF, seperti prosedur pelayanan sampai kerahasiaan yang terjaga. Karakteristik tersebut merupakan usaha untuk mencegah remaja kesulitan mengakses layanan kesehatan yang peduli remaja, misalnya paham dan menghormati keberagaman identitas (termasuk identitas gender dan seksual), sosial budaya dan ekonomi remaja.

Layanan kesehatan ramah remaja di Indonesia sebenarnya sudah banyak dikembangkan dan dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun lembaga non pemerintah.  Akan tetapi keterbatasan kualitas dan jumlah penyedia layanan ramah remaja masih menghambat remaja untuk mengakses layanan. “Kalau di puskesmas, sebenarnya juga mendapatkan panduan seperti itu. Hanya memang di beberapa puskesmas belum berfungsi dengan baik, belum dimanfaatkan oleh remaja. Jadi ada tempatnya saja tapi tidak ada sumber daya manusianya. Ada juga setingannya aja, tapi pemanfaatannya belum maksimal,” ungkap Heny saat di wawancarai GueTau.

Sekarang ini, PKBI sedang mengembangkan tools (alat) untuk mengetahui kepuasan klien remaja  supaya juga bisa memberikan masukan terkait layanan yang sudah diberikan. Beberapa poinnya seperti bagaimana petugasnya memberikan pelayanan dan apakah prinsip peduli remaja digunakan petugas dalam berkomunikasi. Meski menurut penyedia layanan sudah memenuhi standar, namun bukan berarti layanan tersebut baik untuk remaja. Jadi, remaja diberikan peluang untuk memberikan masukan terhadap layanan tersebut.

Pelibatan remaja sendiri melalui pelatihan pendidik sebaya atau peer educator juga bisa menjadi salah satu usaha untuk terbukanya akses layanan. Menurut Heny, karena remaja memiliki masalah yang kompleks, maka pelayanan kesehatan remaja bukan sekedar pelayanan medis saja yang bisa disampaikan kepada orang tuanya lalu diantar lagi ke klinik. “Kadang remaja membutuhkan informasi yang mereka tidak berani sampaikan kepada orang tua dan teman. Layanan ramah remaja ini sebagai upaya untuk mereka mencari tahu informasi yang benar untuk menyelesaikan masalahnya dengan tetap menghormati hak-hak remaja,” jelasnya lagi mengakhiri wawancara bersama GueTau.

Bagaimana menurut Sahabat GueTau sendiri?

Buat Sahabat GueTau yang ada di wilayah Jakarta, GueTau merekomendasikan beberapa layanan yang ramah remaja yang dapat dilihat di tautan berikut: http://guetau.com/category/pelayanan-dan-konsultasi/jakarta.

Sekian artikel GueTau kali ini, semoga bermanfaat ya. Jika ada saran, kritik atau pertanyaan tentang layanan kesehatan ramah remaja silahkan kirim email ke info@guetau.com

 

Ditulis oleh Liona Aprisof

 

Referensi :

  1. http://www.ippf.org/resources/publications/Keys-youth-friendly-services
  2. http://www.imobeducare.com/story/%E2%80%9Ctrend-2012-pelayanan-kesehatan-yang-ramah-remaja%E2%80%9D

 

related post

Puskesmas Mekarwangi: Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja Kota Bogor

posted on 25/03/2016

“Kini, Sahabat GueTau tak perlu takut lagi untuk ke puskesmas!” Masa-masa transisi menjadi seorang remaja bukanlah masa yang mud

Antara Inovasi dan Diskriminasi: Gambaran Akses Layanan Kesehatan oleh Remaja Termarjinalisasi

posted on 13/09/2014

Antara Inovasi dan Diskriminasi Berbagai macam masalah yang dihadapi oleh remaja saat ini, namun remaja malah menjadi sosok yang sering kali

PKPR dan PIK Remaja, Efektif atau Tidak?

posted on 04/07/2014

PKPR (Pelayananan Kesehatan Peduli Remaja) merupakan Pelayanan Kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja. Pelayanan ini dikon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 1 =