‘Anak Mami’ (tidak) Pasti jadi Gay

posted on 16/01/2013

Banyak orang percaya bahwa seorang anak cowok yang kehidupannya didominasi dan terlalu dengan sang ibu, maka anak tersebut bisa menjadi seorang gay. Lebih serunya lagi, Sigmund Freud, bapak dari psikoanalisa paling terkenal di dunia psikologi modern, bahkan memiliki pendapat yang mendukung hal ini (Lewes, 1988).

Menurut Freud di dalam tulisannya berjudulkan Three Essays on the Theory of Sexuality, seorang anak homoseksual biasanya terlalu melekat dengan ibunya di masa kecil sehingga dia akhirnya meniru perilaku ibunya. Kedekatan dengan ibu yang terlalu mencintainya ini bisa menyebabkan ia menjadi narsisistik dan mencari objek cinta yang menyerupai dirinya (dalam hal ini tentu saja jenis kelaminnya), sehingga ia bisa mencintai sesama lelaki itu layaknya si ibu mencintai dirinya. Bagi Freud, seorang homoseks adalah individu yang belum melengkapi tahap perkembangannya untuk menjadi seorang heteroseks.

Pertanyaannya sekarang : jadi benarkah seorang mommy boy pasti akan jadi gay?

Penelitian yang dilakukan oleh Michael C. Lasala yang diterbitkan di buku Coming Out Coming Home pada tahun 2010, justru menunjukkan fakta yang sebaliknya: justru karena seseorang menjadi gay, dia akan menjadi jauh lebih dekat kepada ibunya. Kedekatan ini disebabkan karena mereka akan bisa lebih banyak membicarakan topik yang sama seperti fashion dan memasak serta lebih sensitif terhadap perasaan si ibu.

Namun perlu dicermati lagi, bahwa dari hasil penelitian tersebut kita bisa lihat sendiri bahwa sebenarnya dinamika hubungan yang terjadi antara si putra dengan ibunya lah yang menentukan kedekatan mereka, bukan semata-mata karena faktor orientasi seksualnya belaka. Sekedar menjadi seorang gay tidak menjamin seorang anak cowok bisa lebih dekat kepada ibunya jika ia tidak memiliki dinamika hubungan yang seperti sudah kita bahas sebelumnya.

Dengan kata lain, seorang putra heteroseksual pun bisa memiliki kedekatan dengan ibunya. Banyak koq hubungan yang sangat erat terjalin antara anak cowok yang heteroseksual dengan ibunya, kita tentunya bisa lihat ini sendiri dari sekitar kita. Seorang anak cowok yang dekat ibunya dari awal perkembangan pun tidak akan serta merta menjadi homoseksual. Penelitian di tahun 1950an pun sudah menyatakan bahwa faktor kedekatan ibu dengan anak cowoknya tidak memiliki pengaruh terhadap pembentukan homoseksualitas.

Jadi, kalau kamu merasa dirinya cowok heteroseksual yang lebih dekat dengan ibumu, gak usah takut kena stigma negatif jadi banci, gay ataupun sejenisnya. Itu berarti kamu justru memiliki sebuah hubungan spesial dengan ibumu yang harus kamu pertahankan. Untuk para gay yang merasa lebih bisa nyambung dengan ibunya, tetaplah bangga akan dirimu! 😀

__

Ditulis Oleh: Benny Prawira

related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 6 =