Serba-Serbi Perilaku Merokok

posted on 18/12/2012

Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

Berawal dari coba-coba, ketagihan, hingga menjadi kebiasaan. Begitulah perilaku merokok.

Mungkin bagi sebagian orang topik tentang rokok sudah sangat familiar. Berbagai kampanye antirokok telah banyak menghiasi hari-hari kita. Sederhananya, pasti sudah sering liat iklan rokok atau bungkus rokok. Nah, di sana tertera peringatan tentang dampak konsumsi rokok. Namun, apakah dengan begitu para perokok berhenti merokok? Sayangnya, tidak.

Kenapa? Karena faktor lingkungan yang tidak mendukung. Sebut saja teman sebaya.

Anak muda, terutama remaja, memiliki kecenderungan untuk selalu sama dengan teman sebaya. Sebagai bentuk persahabatan, kerap kali remaja melakukan hal-hal yang dilakukan teman, tak terkecuali kebiasaan merokok.

Tau nggak sih? Kebiasaan merokok itu ternyata ada tahapannya.

Tahapan Menjadi Perokok Aktif

  1. Tahap Prepatory

Pada tahap ini, seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat, atau dari hasil bacaan. Hal-hal ini menimbulkan minat untuk merokok.

  1. Tahap Initiation

Tahap perintisan merokok berada pada tahap ini. Selama tahap ini, seorang ‘calon perokok’ akan mengalami masa tawar-menawar, apakah akan meneruskan atau tidak perilaku merokok.

  1. Tahap Becoming a Smoker

Jika seseorang telah mengonsumsi rokok sebanyak empat batang per hari, maka besar kecenderungan menjadi perokok aktif.

  1. Tahap Maintenance of Smoking

Nah, pada tahap ini merokok telah menjadi kebiasaan dan menjadi bagian dari cara pengaturan diri (self-regulating). Merokok dilakukan untuk memperoleh efek fisiologis yang menyenangkan.

Nah, sekarang udah tahu kan tahapan-tahapannya? Selanjutnya, coba identifikasi perilaku teman-teman kalian atau diri kalian sendiri, adakah yang sudah termasuk tahap di atas?

Selain tahapan, ternyata perilaku merokok pun ada klasifikasinya loh. Mari kita simak !

Tipe Perokok Aktif Menurut Jumlah Rokok yang Dihisap

  1. Perokok berat, jika menghisap rokok lebih dari 15 batang rokok dalam sehari
  2. Perokok sedang, jika menghisap rokok 5-14 batang dalam sehari
  3. Perokok ringan, jika menghisap rokok 1-4 batang dalam sehari

Tipe Perilaku Merokok Berdasarkan Tempat Merokok

  1. Merokok di tempat-tempat umum/ruang publik

Kelompok Homogen

Tipikal kelompok ini ialah secara bergerombol mereka menikmati kebiasaannya (merokok). Umumnya, mereka masih menghargai orang lain, karena itu mereka menempatkan diri di smoking area.

Kelompok Heterogen

Kelompok ini melakukan kebiasaanya (merokok) di tengah-tengah orang lain yang tidak merokok (anak kecil, lansia, orang sakit, dll). Kelompok tipe ini nih yang sering menyebabkan banyak perokok pasif.

  1. Merokok di tempat-tempat yang bersifat pribadi

Tipe Perilaku Merokok Berdasakan Management of Affect Theory:

  1. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif

Pleasure relaxation. Perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang sudah didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan.

Simulation to pick them up. Perilaku merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk menyenangkan perasaan.

Pleasure of handling the cigarette. Kenikmatan yang diperoleh dari memegang rokok.

  1. Perilaku merokok yang dipengaruhi perasaan negatif

Banyak orang yang merokok untuk mengurangi perasaan negatif dalam dirinya. Misalnya, merokok bila marah, cemas, gelisah. Rokok dianggap sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi, sehingga terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak.

  1. Perilaku merokok yang adiktif

Perokok yang sudah menyandu akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang dihisapnya berkurang.

  1. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan

Mereka menggunakan rokok sama sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan.

Pastinya, sudah makin nambah nih pengetahuannya tentang rokok sekarang.

Harapannya, setelah ini teman-teman muda bisa lebih kritis terhadap fenomena merokok di kalangan pergaulan teman-teman, di kampus, di tempat les, atau pun di rumah.

Nggak hanya teman sepermainan kalian lho, keluarga kalian, tetangga, bahkan pacar juga harus kita identifikasi jika masuk dalam tahapan-tahapan di atas.

Karena mencegah itu jauh lebih baik dari mengobati.

Selamat Membaca dan Salam Anti Rokok!

Yang muda, yang berpikir kritis 🙂

___

Ditulis Oleh: Nikita Dewayani, Kontributor Gue[tau]dot.com

related post

One thought on “Serba-Serbi Perilaku Merokok

  1. Vunny says:

    Terimakasih postnya :D, untuk sumbernya boleh tau darimana, buku atau websitenya gitu, soalnya lagi memperdalam perilaku menyimpang merokok ^^ dan mencari tokoh2 dari luar yang membahas topik ini. Terimakasih banyak, tetap semangat mnenulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 4 =