Like Parent, Like Child (?)

posted on 14/05/2013

Ayo kita sama-sama tes kepekaan diri kita terhadap lingkungan sekitar, Sahabat #GueTau! 😀

Sahabat #GueTau perhatikan nggak, semakin hari, di semakin banyak tempat, semakin banyak orang dengan beragam kalangan yang merokok? Kalau Sahabat #GueTau menyadari hal ini dan sempat merasa ini perasaan kalian doang, tenang… ini lebih dari sekedar perasaan kamu doang kok.

Karena eh karena , berdasarkan hasil survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia yang diluncurkan Kementerian Kesehatan pada 11 September 2012, jumlah perokok aktif di Indonesia terbanyak dari enam belas negara. Tercatat sekitar 61,4 juta penduduk Indonesia merupakan konsumen tembakau. Dari total jumlah perokok di Indonesia, Komnas Anak mencatat 50% di antaranya berada pada usia anak, yaitu 15-18 tahun. Mereka bisa jadi kita, teman-teman kita, dan para Sahabat #GueTau yang tersebar di seluruh penjuru bangsa.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan jumlah perokok bisa terus menerus meningkat dari ke hari seperti itu? Masih berdasarkan Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia, penyebab pertumbuhan pesat terhadap jumlah perokok di Indonesia adalah karena murahnya harga rokok. Selain itu, akses untuk mendapatkan rokok juga tersedia dengan mudah. Akibatnya, anak muda dan bahkan anak-anak semakin mudah mendapatkan rokok.

Selain harga terjangkau dan akses terhadap rokok yang mudah, kenaikan jumlah perokok (terutama perokok muda) di Indonesia juga diakibatkan oleh perilaku anak yang ‘mencontoh’ orangtuanya. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Modernisator dan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, 75,5% anak merokok karena mencontoh ayahnya. Yang mengagetkan, 13,3% anak yang disurvey menyatakan kalau awal-awal menjadi perokok adalah karena ditawari oleh orangtuanya sendiri.

 

“Like parent, like child”

Sebagian besar Sahabat #GueTau pasti tidak asing dengan quote lawas itu. Awalnya kita mungkin sering saja menggunakan ungkapan itu untuk menggambarkan hal-hal positif pada orangtua, yang kemudian menurun kepada anaknya. Misalnya, ketika melihat kesuksesan keluarga pengusaha yang rata-rata menurun dari buyut hingga cucu. Atau, ketika kita melihat betapa seru dan inspiratifnya kisah orangtua dan anak yang sama-sama berkecimpung di dunia seni. Ungkapan “like parent, like child” tadinya berfungsi sebagai sebuah kalimat yang mengekspresikan kekaguman, sekaligus mengiyakan bahwa pada hal-hal berbau bakat, kesuksesan, jalan hidup, dan sebagainya memang berkaitan dengan hal genetik/keturunan. Tapi, setelah mengetahui fakta tentang perokok di  atas, apakah “like parent, like child” masih pantas disematkan di tengah-tengah pembicaraan mengenai anak yang mencontoh perilaku merokok orangtuanya?

Sebagai penutup, #GueTau.com mau membagi tautan video kampanye tentang rokok yang menurut #GueTau sangat brilian berikut ini: http://www.youtube.com/watch?v=RrKozhMaiKw. Jangan lupa juga, bagikan kutipan di bawah kepada orangtua, keluarga, sahabat, atau teman sepermainan kamu yang merokok ya!

“You worry about me, but why not about yourself?

Reminding yourself is the most effective warning to help you quit.”

Ditulis Oleh: Nisrina Nadhifah, kontributor GueTau.com

 

Sumber:

http://www.tempo.co/read/news/2012/09/14/083429409/307-Juta-penduduk-Indonesia-Perokok-Anak

http://www.poskotanews.com/2013/05/08/13-3-siswa-mengaku-ditawari-rokok-oleh-ortu/

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Rokok Elektrik: Alternatif yang Menyimpan Bahaya

posted on 26/05/2015

“Rokok elektrik mirip seperti 2 mata pisau. Di satu sisi, bisa digunakan sebagai alternatif cara berhenti merokok pada perokok konvensiona

Berhenti Merokok dengan Bantuan HP

posted on 01/04/2015

Mengapa Sulit Berhenti Merokok di Indonesia? Tahukah kamu mengapa meskipun dampak merokok sudah terbukti membahayakan dan merugikan masyarak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 5 =