Tertarik Coba Sabu? Kenali Dulu Dampaknya Untuk Tubuhmu

posted on 30/03/2017

Sumber: surabaya.tribunnews.com

“Jangan tertipu kebahagiaan sesaat.”

Sabu-sabu adalah narkoba jenis metamphethamin yang sifatnya menatimulasi sistem syaraf dan menimbulkan ketagihan. Di dunia kedokteran, obat ini digunakan dalam dosis kecil untuk pengobatan beberapa penyakit, seperti ADHD dan narkolepsy. Tapi, pengguna narkoba menggunakannya untuk kegiatan yang bersifat rekreasional.

Sabu-sabu digunakan oleh pecandu narkoba dengan banyak cara, beberapa di antaranya adalah, menghirup, menghisap, dikunyah (jika dalam bentuk pil), atau menyuntikan larutannya ke dalam tubuh.

Cara kerja sabu-sabu pada otak adalah dengan meningkatkan kadar dopamin. Dopamin adalah zat kimia yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan memberikan efek euforia, nyaman, dan bahagia pada tubuh seseorang. Perasaan tersebut yang juga timbul jika seseorang menggunakan sabu.

Sahabat GueTau, ada banyak sekali efek yang bisa ditimbulkan oleh sabu selain euforia dan kesenangan sesaat yang akan hilang dengan cepat. Apa saja sih efeknya?

Efek Jangka Pendek

Ketika menggunakan sabu, seseorang akan langsung merasakan semangat, inisiatif untuk melakukan aktivitas fisik, dan kehilangan nafsu makan. Pada dosis berlebih, seseorang akan merasakan cemas berlebihan. Karena seseorang cenderung menjadi lebih banyak melakukan aktivitas, ada kecenderungan untuk menjadi lebih agresif.

Efek Jangka Panjang

Banyak pecandu sabu yang merasa cemas berlebihan dan timbul perasaan melayang. Hal ini dapat terjadi karena adanya kadar keseimbangan hormon serotonin dan dopamin pada seseorang yang sudah jauh berkurang. Dalam keseharian, seorang pecandu sabu sulit untuk berkonsentrasi karena sabu merusak proses kognisi seseorang.

Ada juga efek kesehatan yang wajib diperhatikan ketika menggunakan sabu. Seorang pecandu sabu akan rentan mengalami kerusakan gigi, masalah tidur, paranoia, dan halusinasi. Yang paling pasti, pecandu sabu yang mengonsumsi sabu berlebihan sangat dekat dengan kemungkinan overdosis yang bisa jadi berujung pada kematian.

Jadi, masih tertarik pakai sabu?

Oleh GueTau

Sumber:

https://nationalgeographic.co.id/berita/2017/03/dampak-mengonsumsi-sabu-pada-otak

https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/methamphetamine

https://www.theguardian.com/science/2013/feb/03/dopamine-the-unsexy-truth

 

related post

5 Kepribadian yang Lebih Rentan Terhadap Ketergantungan Alkohol & Narkoba

posted on 24/02/2017

“Kenali kepribadianmu agar tidak terjerat ketergantungan narkoba dan alkohol.” Kenapa beberapa orang dapat berhenti minum alkoho

Narkoba: Si Serigala Berbulu Domba

posted on 09/07/2016

“Penyalahgunaan narkoba dapat mempengaruhi sirkuit “hadiah” pada otak” Sahabat GueTau, Tahukah kamu kalau jumlah pen

Jangan Korbankan Kami yang Sudah Menjadi Korban

posted on 24/06/2014

  Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menyebutkan: “Pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan nar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 6 =