Pentingnya Panti Rehabilitasi Ramah Remaja

posted on 08/09/2014

rehab

 

Fenomena hangat mengenai remaja sepertinya takkan pernah surut oleh waktu. Mulai dari stigma negatif yang dilekatkan pada penyandang gelar remaja hingga dikaitkan dengan penyalahgunaan NAPZA.

 

Remaja rentan terhadap penggunaan Napza

Fase remaja dianggap rentan sekali terhadap hal-hal negatif, seperti NAPZA. Menurut penelitian, sudah banyak remaja yang terjerat bahaya NAPZA. Hal ini terbukti dari hasil penelitian bahwa banyak pengguna NAPZA adalah remaja, usia13-17 tahun sebanyak 97% dan usia termuda 9 tahun dengan berbagai alasan seperti untuk menghilangkan kecemasan, kemurungan, ketakutan, sukar tidur dan kesenangan semata.

Dewasa ini, sosialisasi dilakukan dimana-mana. Namun sejauh ini, aksi yang dilakukan hanya memberatkan pada aksi preventif saja, dan bukan aksi represif untuk menanggulangi keadaan remaja yang terlanjur berada di bawah pengaruh NAPZA. Aksi represif seakan tenggelam dan kurang menjadi perhatian untuk terus diperbaiki dan ditingkatkan.

Pada kasus seperti ini, remaja cenderung didiskriminasi dan diintimidasi. Padahal remaja tersebut sangat membutuhkan bantuan untuk kembali pada jalur meraih cita-citanya. Bukan dicaci, dimarahi, ataupun dijauhi. Tanggapan negatif yang diberikan orang-orang di sekelilingnya bisa berakibat lebih buruk lagi kepada si remaja korban NAPZA. Keadaan psikologisnya dapat menjadi lebih rapuh, stres dan putus asa. Orang tua dan masyarakat tentu berperan penting, terutama untuk mendukung remaja agar terus bersemangat dan memperjuangkan cita-citanya. Namun, ada lembaga lain yang turut berperan banyak untuk kasus ini, yaitu Panti Rehabilitasi.

 

Belum ada panti rehabilitasi ramah remaja

Sejauh ini, Panti Rehabilitasi memberikan layanan yang sama untuk remaja dan dewasa. Belum ada panti rehabilitasi yang khusus untuk melayani remaja. Sehingga remaja yang masuk panti rehabilitasi dilayani seperti orang dewasa pula. Padahal, tentu saja orang dewasa dan remaja perlu diberikan layanan yang berbeda dan butuh penyesuaian yang lebih efektif dan efisien. Mengapa? Kondisi psikologis dan pola pikir orang dewasa dan remajasaja berbeda. Bisa dikatakan, sejauh ini Panti Rehabilitas yang sudah ada belum ramah remaja.

Remaja harus didorong agar lebih terbuka kepada lingkungannya dan lingkungannya harus bisa membuatnya lebih nyaman. Panti rehabilitasi yang menampung remaja pengguna NAPZA, seharusnya mempriotaskan program dan layanan yang dapat menjangkau kebutuhan remaja. Sama halnya dengan layanan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (KSR) 
 yang ramah remaja. Panti rehabilitasi juga harus bersikap ramah terhadap remaja agar bisa merangkul semua remaja yang menjadi korban NAPZA. Remaja tidak lagi canggung atau merasa tertekan untuk mendapatkan pertolongan keluar dari NAPZA. Dan pada akhirnya remaja dapat benar-benar terselamatkan dari NAPZA yang merugikan dirinya.

Sekian dari GueTau, jika Sahabat GueTau perlu informasi lebih lanjut silakanmenghubungi kami di info@Guetau.com

 

Ditulis oleh Suci Wulandari

 

Referensi:

  1. http://nad.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=1430&ContentTypeId=0x01003DCABABC04B7084595DA364423DE7897
  2. Wawancara dengan Samuel Nugraha, Rumah Singgah PEKA

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

5 Manfaat Masturbasi

posted on 27/05/2015

“Pengenalan akan anatomi tubuh ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan membangun body image yang positif.” Mastrubasi kerap diangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + four =