Stop Diskriminasi Remaja Korban KTD di Sekolah!

posted on 09/04/2015

KTD1

“Remaja korban KTD juga manusia. Dia punya hak asasi untuk terbebas dari diskriminasi. Jangan biarkan diri kita menjadi pihak yang berlaku tidak adil terhadapnya. Mari bersikap adil dan tidak mendiskriminasi. Karena dia membutuhkan lebih banyak dukungan dibandingkan cemoohan. “

 

Pernah tidak Sahabat GueTau bertemu seorang remaja perempuan yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan masih berstatus sebagai siswi? Apakah dia tetap bersekolah dan mempertahankan kehamilannya, ataukah tidak? Lalu bagaimana sikap orang-orang di sekitarnya tentang kehamilannya itu?

 

Stop Diskriminasi Remaja Korban KTD di Sekolah

Tahukah Sahabat GueTau mengapa remaja yang mengalami KTD disebut korban? Pada usia remaja, tujuan seseorang melakukan hubungan seksual adalah untuk rekreasi atau bersenang-senang, bukan reproduksi atau menghasilkan keturunan. Selain itu, meski sistem reproduksi mereka sudah aktif untuk melakukan hubungan seksual, tapi hamil di usia remaja dapat memiliki resiko kesehatan karena usia ibu yang terlalu muda dan belum siap secara fisik dan psikologis untuk melahirkan dan merawat anak.

 

Belum lagi stigma yang keliru di masyarakat tentang KTD. Banyak orang mengira bahwa KTD hanya dialami oleh perempuan muda yang belum menikah, yang suka kehidupan malam, dan suka melakukan hubungan seksual yang beresiko. Tapi, faktanya, kebanyakan perempuan yang mengalami KTD adalah perempuan yang telah menikah dan mengalami kegagalan kontrasepsi, jarak lahir dengan anak sebelumnya terlalu dekat, atau jumlah anak yang telah dimiliki sudah terlalu banyak. Selain itu, banyak pula yang menganggap bahwa KTD hanya terjadi karena hubungan seksual suka sama suka. Namun, kenyataannya, KTD juga bisa dialami perempuan yang mengalami kekerasan seksual.

 

 

 

Lalu, apa saja bentuk diskriminasi yang dialami remaja korban KTD di sekolah? Yuk, kita lihat.

  1. Ditekan untuk berhenti sekolah dengan alasan kehamilan. Di satu sisi, orang tua dan keluarga remaja tersebut akan menekannya untuk menikah dengan pelaku untuk menutupi aib. Sementara di sisi lain, pihak sekolah juga menekannya untuk berhenti karena tidak ingin nama baik sekolah tercemar.
  2. Untuk yang sudah di kelas 3 SMP atau SMA, beberapa sekolah melakukan kebijakan melarang siswi hamil untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) dan menggantinya dengan ujian Paket B atau C.
  3. Sebagian besar teman di sekolah akan menjauhi mereka seolah mereka menderita penyakit menular.
  4. Di-bully secara verbal dan beberapa bersifat fisik.
  5. Dianggap sebagai perempuan tidak baik karena mengalami KTD.

 

Ini Cara yang Bisa Dilakukan untuk Membantu Remaja Korban KTD

Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan Sahabat GueTau untuk membantu teman yang mengalami KTD.

  1. Menghibur dia agar tidak terpuruk dengan kehamilannya dan mengajaknya untuk berpikir positif. Misalnya, meski hamil, dia masih tetap punya masa depan yang cemerlang.
  2. Selalu ada untuknya, terutama sebagai pendengar segala keluhan dan curhatannya. Jangan biarkan dia merasa depresi, kesepian, dan sendirian.

 

KTD2

 

  1. Meyakinkannya bahwa ada pilihan yang bisa dilakukannya untuk menyelesaikan masalahnya itu. Dan pastikan bahwa pilihan yang Sahabat GueTau utarakan aman secara medis.
  2. Mengajaknya untuk konseling ke pihak yang bisa lebih membantu, seperti psikolog atau layanan konseling dari pihak yang bisa lebih membantu, seperti konselor di sekolah, psikolog, atau layanan konseling dari youth center atau LSM yang fokus pada masalah kesehatan seksual dan reproduksi, yang ada di kota Sahabat GueTau.

Remaja korban KTD juga manusia. Dia punya hak asasi untuk terbebas dari diskriminasi. Jangan biarkan diri kita menjadi pihak yang berlaku tidak adil terhadapnya. Mari bersikap adil dan tidak mendiskriminasi. Karena dia membutuhkan lebih banyak dukungan dibandingkan cemoohan.  Buat Sahabat GueTau yang ingin tahu lebih banyak tentang KTD sekolah, silahkan kirimkan pertanyaan ke info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Fatimah

 

Referensi:

  1. http://pkbi-diy.info/?page_id=3534
  2. http://www.rahima.or.id/index.php?option=com_content&view=section&layout=blog&id=8&Itemid=150&lang=en&limitstart=81&fontstyle=f-smaller
  3. http://www.swaranusa.net/index.php?lang=id&rid=31&id=823
  4. http://rifkaanisa.blogdetik.com/2012/11/05/menyoal-hak-pendidikan-bagi-siswi-korban-tindak-kekerasan-seksual/

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

6 Tips Bersih-Bersih Buat Cowok

posted on 14/12/2015

Sumber “Menurut suatu studi yang melibatkan para mahasiswa di Turki, hanya 47,6% dari mereka yang mengganti celana dalamnya setiap hari.

KTD: Siapa yang Dirugikan?

posted on 10/12/2015

Sumber “11% kasus kehamilan pada remaja di seluruh dunia terjadi pada gadis berusia 15 hingga 19 tahun dan 95% kasus kehamilan pada remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *