Melawan Kekerasan terhadap Anak dan Remaja

posted on 18/11/2013

Sahabat GueTau pernah dimarahin sama orang tua sampai dipukuli? Wah harus hati-hati tuh, apalagi kalau kamu berusia kurang dari 18 tahun, itu termasuk kekerasan terhadap anak loh. Kekerasan paling sering terjadi pada anak-remaja perempuan, penyebabnya karena kurangnya kesabaran orang tua untuk menghadapi tingkah laku anak, sehingga tidak segan menggunakan kekerasan untuk mengatur seorang anak. Walupun sebenarnya orang tua menyayangi anaknya, namun orang tua kerap menggunakan kekerasan sebagai bentuk hukuman yang bertujuan untuk menimbulkan efek jera bagi anaknya. Selain kekerasan yang dilakukan orang tua, kekerasan terhadap anak-remaja juga dilakukan berbagai pihak di lingkungan sekitar anak-remaja contohnya guru, teman sebaya, kakak dan sebagainya.

Bentuk Kekerasan

Kekerasan bukan hanya kekerasan fisik tetapikekerasan psikis, fisik, verbal dan sebagainya, Berikut ini terdapat beberapa bentuk kekerasan yang patut Sahabat GueTau ketahui :

  1. Kekerasan fisik merupakan suatu tindakan kekerasan yang bersentuhan langsung dengan tubuh atau fisik, baik yang meninggalkan bekas maupun yang tidak berbekas. Contoh : memukul, menampar, mencubit, dan menjambak.
  2. Kekerasan verbal merupakan suatu bentuk komunikasi berbahasa berupa kata-kata yang di dalamnya mengandung unsur pelecehan atau penghinaan. Kekerasan ini tidak menimbulkan luka secara lahir, namun bias menyebabkan luka secara batin. Contoh : berbicara kasar, membentak, menghardik, memberikan sebutan yang tidak pantas (labeling).
  3. Kekerasan seksual merupakan kekerasan yang bersangkutan dengan masalah seksual, seperti melakukan pencabulan, sodomi, dan inses.

 

Dampak Negatif Kekerasan Terhadap Anak-Remaja

Dampak negatif dari kekerasan terhadap anak-remaja, di antaranya :

  1. Dampak psikis merupakan dampak kekerasan yang dapat menyebabkan terguncangnya kondisi jiwa atau psikologi anak-remaja. Akibatnya anak-remaja tersebut dapat mengalami depresi, trauma, bahkan fobia.
  2. Dampak fisik merupakan dampak yang dapat menyebabkan luka, seperti luka memar serta dapat menimbulkan suatu penyakit maupun trauma pada daerah tubuh tertentu yang mengalami kekerasan.
  3. Dampak sosial bagi anak-remaja yang menjadi korban kekerasan mungkin akan mengalami pengucilan oleh masyarakat di sekitarnya, bahkan dapat menimbulkan sebutan atau julukan baru yang tidak pantas baginya.

kekerasan pada anak_2

Mencegah Kekerasan Seksual

Berikut adalah cara yang mungkin dilakukan Sahabat GueTau  ketika mengalami kekerasan yang perlu sahabat ketahui:

1.     Menyerang mata

Perlawanan ini dilakukan bisa dengan mencolok mata pelaku, atau pukul keras mata pelaku, seketika pelaku akan kesakitan dan kita bisa segera pergi dari hadapan pelaku. Bisa hanya dengan menggunakan jari tangan, atau menyemprotnya dengan parfum maupun dengan minyak angin yang telah kita masukkan dalam botol parfum (sebagai pengganti cairan merica).

2.     Menyerang organ kelamin

Perlawanan ini perlu sedikit ruang dan keberanian untuk menyerang organ kelamin pelaku, baik menendang dengan lutut kaki, telapak kaki, atau memukul organ kelamin pelaku dengan alat yang ada seperti buku, payung dan map. Bila korban adalah seorang perokok, bisa menyundut organ kelamin pelaku menggunakan rokoknya. Bila korban menggunakan bros, bisa menusuk kemaluan pelaku menggunakan brosnya.

3.     Berteriak

Perlawanan Jika merasa tidak punya kekuatan lebih, segera berteriak sehingga mendapat perhatian dari orang sekitar dan biarkan mereka membantu kita menjauh dari pelaku.

4.     Mencakar

Perlawanan ini sangat ampuh untuk kita yang memiliki kuku panjang, tentunya pelaku akan kesakitan sehingga focus kepada luka yang kita cakar dan memberikan kesempatan untuk menjauh dari pelaku.

5.    Menampar

Perlawanan ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat kita terhadap pelaku, membuat orang lain melihat dan pelaku akan merasa malu dan pergi.

6.    Menginjak kaki pelaku/menyikut

Perlawanan ini kita lakukan jika tempat kita mengalami pelecehan di tempat yang sangat penuh dan ramai, lakukan perlawanan ini agar pelaku merasakan kesakitan dan mengetahui kalau kita sadar dan melakukan perlawanan.

7.    Mendorong

Mendorong pelaku agar orang sekitar juga tahu apa yang sedang terjadi dan memungkinkan memberikan bantuan.

8.     Menggigit

Menggigit apapun dari tubuh pelaku agar pelaku merasa kesakitan dan ketakutan.

 

Ditulis oleh Achmad Mujoko

 

Referensi:

  1. http://goperpus.blogspot.com/2012/09/cara-mencegah-dan-menangani-kekerasan.html
  2. Fatma, Astrid Malahayati dan R Rika Rosvianti, 2013 Panduan Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat dan Kendaraan Umum: Jakarta.
  3. http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2013/10/27/kekerasan-terhadap-anakpelajaran-atau-kesalahan-604158.html

 

related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + eighteen =