Hentikan Stigma terhadap Korban Kekerasan Seksual!

posted on 01/04/2015

victim shaming2

Mereka bukanlah objek yang harus dihakimi. Namun, sebaliknya mereka adalah objek yang harus kita lindungi agar tidak ada lagi anak bangsa yang menjadi korban selanjutnya.

Miris sekali rasanya tatkala mendengar korban kekerasan seksual masih menjadi objek bullying, dan menjadi kambing hitam atas peristiwa yang menimpa mereka. Ibarat peribahasasudah jatuh tertimpa tangga, sudahlah mengalami guncangan traumatis akibat kasus kekerasan seksual, mereka juga harus mendapat stigma negatif dari lingkungan sekitar. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa lingkungan di sekitar mereka tidak bersahabat terhadap kondisi yang menimpa mereka.

Hal ini menyebabkan timbulnya tekanan psikologis bagi korban. Mereka dianggap tidak dapat menjaga dan mengontrol diri, tidak dapat mengaplikasikan norma dan nilai kesusilaan, terlalu mengumbar diri, dan tidak berani melawan. Mereka menjadi secondary victimization atau korban yang menjadi korban. Padahal, mereka tidak menginginkan hal itu terjadi. Tentunya, masyarakat tidak boleh bersikap demikian. Lalu, bagaimana seharusnya sikap masyarakat terhadap para korban kekerasan seksual? Simak beberapa informasinya sebagai berikut.

  1. Hentikan Stigma Negatif terhadap Korban

Sahabat GueTau, korban kekerasan seksual sering mendapatkan cibiran dan stigma negatif yang menyakitkan. Padahal, seharusnya kita sebagai masyarakat tidak boleh asal menilai dan menghakimi situasi yang menimpa mereka. Ingat, mereka adalah korban dan mereka bukanlah pihak yang seharusnya disudutkan. Mereka tidak menginginkan hal itu terjadi pada mereka. Mereka bukanlah faktor yang menyebabkan timbulnya kasus tersebut. Justru mereka adalah yang tertindas oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab. Pelaku telah memanfaatkan kekuatannya untuk melukai mereka yang tidak berdaya. Berhentilah menyalahkan mereka.

 

  1. Beri Perlindungan terhadap Para Korban

Yang paling penting dalam mengayomi korban kekerasan seksual adalah bahwa mereka memiliki kesetaraan hak untuk mendapat perlindungan hukum. Pemerintah juga harus lebih tegas dalam mengimplementasikan

produk hukum secara konsisten. Korban juga memiliki hak bersuara dan menyampaikan pendapat terkait apa yang telah menimpanya terutama ketika proses hukum berlangsung. Pelaku kekerasan harus ditindak secara tegas, adil, dan beradasarkan pada supremasi hukum. Selain itu, masyarakat juga harus berperan dalam mendukung penerapan hukum secara tegas namun tetap kondusif dan tertib, sertatidak menghakimi korban dan pelaku.

 

  1. Jalin Komunikasi dengan Korban

Sebagai bagian dari masyarakat, kita perlu memahami situasi dan kondisi korban. Jalinlah komunikasi yang baik dengan korban. Cobalah memahami perasaan, keluhan, dan beri tanggapan positif baginya sebagai masukkan. Tidak hanya itu, kita dapat memberikan dukungan secara moril dan spiritual berupa semangat kepada korban agar mereka dapat bangkit dari keterpurukan dan memiliki semangat hidup kembali.

 

  1. Ajak Korban untuk Melakukan Konsultasi dengan Terapis atau Dokter

Konsultasi dengan terapis dan ahli medis sangat membantu korban kekerasan seksual. Seringkali, dengan berkonsultasi mereka sedikit demi sedikit akan dapat membuka diri seputar keluhan dan masalah yang menimpanya, didampingi oleh ahli medis yang jauh lebih profesional dan tanggap terhadap persoalannya. Konsultasi secara medis dengan terapis atau dokter dapat mengetahui apakah korban mengalami gangguan pada fisik dan psikologisnya,   sehingga masalah tersebut dapat segera teratasi agar korban dapat berangsur pulih dan dapat menjalani hidupnya dengan lebih ceria, semangat, serta produktif kembali.

 

victim shaming

 

Sahabat GueTau, mulai saat ini mari hilangkan stigma negatif terhadap korban kekerasan seksual. Mereka hanyalah korban yang tidak sepatutnya disalahkan. Sebagai masyarakat yang baik, kita harus memberikan dukungan dan menanamkan semangat positif bagi mereka agar kembali bangkit dan tidak terpuruk terhadap kondisi yang menimpa mereka. Mereka bukanlah objek yang harus dihakimi. Namun, sebaliknya mereka adalah objek yang harus kita lindungi agar tidak ada lagi korban selanjutnya.

 

Jika kalian memiliki opini terkait stigma terhadap korban kekerasan seksual, jangan ragu untuk disampaikan melalui e-mail ke info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Amanda Larasati

 

Referensi:

  1. http://www.huffingtonpost.com/matt-pipkin/child-sexual-abuse-stigma_b_2138146.html
  2. http://ahlulbaitindonesia.org/berita/tag/stigma-negatif-masyarakat/
  3. http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/balita/psikologi/kasus.kekerasan.seksual/001/007/428/1/1
  4. http://nagaketjil.com/melihat-dari-perspektif-perempuan-korban/
  5. http://www.perspektifbaru.com/wawancara/934

 

 

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Terbungkam: Korban Perkosaan di Indonesia

posted on 26/07/2016

“…sebanyak 93% dari 1.636 korban perkosaan memilih diam atas apa yang terjadi pada dirinya.” Indonesia dikejutkan dengan b

Hantu Perempuan dan Perkosaan

posted on 14/03/2016

“Perilaku korban pemerkosaan akan berubah, korban akan menarik diri dari lingkungan, dan mengalami gangguan psikis seperti menyalahkan dir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *