Toleransi Tanpa Batas Ruang Waktu

posted on 21/11/2014

“Di luar sana banyak orang-orang yang yang nampak berbeda dan mungkin jarang kamu lihat. Walaupun keberadaan mereka jauh berada di luar nilai-nilai yang kamu yakini, perlakukan saja mereka sebagai manusia seperti kamu.”

Kata toleransi tentu sudah akrab di telinga kita. Kata yang muncul setelah mendengar kata toleransi adalah keberagaman, menghormati dan menghargai. Kemudian timbul frase hidup damai berdampingan. Untuk tahu lebih lanjut, mari berbincang tentang toleransi lebih banyak lagi

Aku, Kamu, dan Semua Orang

Toleransi bukan sesuatu yang eksklusif sehingga hanya beberapa orang saja yang harus menerapkannya, begitu pun semua Sahabat GueTau. Sebuah aksi toleransi akan menginspirasi siapapun yang ada di sekitar kamu. Tidak perlu menjalankannya dengan cara yang berat dan membuatmu kesulitan, karena hal-hal yang sering dianggap sepele ternyata mampu menggugah seseorang lain di dekat kamu, sehingga ia akan menerapkannya juga dalam kehidupan sehari-hari.

Sahabat GueTau pasti penasaran, kan, bagaimana caranya memupuk rasa toleransi? Memulai toleransi hanya perlu dimulai dari niat yang tulus dan meyakini sebuah pengetahuan dasar nan sederhana bahwa semua orang dilahirkan sama dan setara, berinteraksi dengan harapan untuk diterima oleh lingkungan sekitar, dan melewati perjuangannya dengan cara masing-masing yang hampir tidak mungkin sama . Sama sekali tidak sulit, kan?

http://fc09.deviantart.net/fs34/f/2008/3 1

Toleransi Tanpa Batas

Terkadang, batas ruang dan waktu digunakan sebagai alasan untuk tidak memperlakukan orang di sekitar kita dengan perlakuan yang setara. Misalnya ketika kamu di sekolah. Kamu mungkin sudah merasa perlu untuk meyakini bahwa setiap orang ini lahir satu paket dengan keunikannya. Tapi teman-teman dekatmu punya kebiasaan buruk mem-bully teman lainnya karena mereka nampak berbeda. Laki-laki feminin, kutu buku, anti sosial, anak singkong, tidak ada yang bisa lepas dari aksi bully teman-teman dekat kamu.

Jika salah satu Sahabat GueTau yang hobi mem-bully, cuma satu hal yang perlu kamu ingat, bahwa sekarang sudah bukan zamannya lagi. Menjadikan teman-teman kamu yang unik dan berbeda sebagai bahan tertawaan justru membuat kamu semakin tidak ada keren-kerennya. Memandang rendah seseorang hanya membuat kamu terlihat lebih rendah dari yang kamu tertawakan. Sahabat GueTau ngaak mau, kan, seperti itu? Kalau jawabannya tidak, berhenti ikut menertawakan dan ingatkan teman-teman kamu, jangan diam saja. Kalau kamu memilih diam, kamu hanya membiarkan teman-temanmu terus menjadi kumpulan tukang bully.

Nah, tempat terbaik untuk belajar dan mulai menerapkan nilai-nilai toleransi adalah rumah kita sendiri. Bayangkan apabila di tengah keluargamu ada yang berbeda agama, dengan ritual yang berbeda, kepercayaan yang tidak senada dengan kamu, menghormati pilihan mereka adalah cara bijak untuk menjaga keharmonisan keluarga. Sangat tidak enak pastinya kalau kita bertengkar dengan anggota keluarga lain hanya karena perbedaan agama. Daripada sok menjadi guru bagi mereka, biarkan saja mereka menjalankan keyakinannya dengan damai.

Saat kamu keluar rumah, kamu dihadapkan dengan tantangan yang lebih besar dalam bertoleransi. Lingkungan sekitar dengan karakter orang-orang yang beragam membuat kamu harus memantapkan diri. Di luar sana banyak orang-orang yang nampak berbeda, yang mungkin jarang kamu lihat. Walaupun keberadaan mereka jauh berada di luar nilai-nilai yang kamu yakini, perlakukan saja mereka sebagai manusia seperti kamu.

Jangan lupa jika yang tidak mengerti tentang toleransi juga harus diedukasi. Hal ini kerap dilupakan karena biasanya orang yang terkesan tidak toleran akan dicap demikian seumur hidupnya. Padahal, jika ada 10 orang intoleran dibiarkan, sama saja menunggu mereka berkembang biak. Langkah tepat untuk mengajarkan mereka tentang toleransi adalah menjadi contoh nyata.

 

 

Kata Dalai Lama, guru terbaik dalam praktik toleransi adalah orang-orang yang intoleran. Mereka justru bisa dijadikan inspirasi untuk terus memberikan contoh praktik sederhana toleransi dalam berbagai dimensi seperti keluarga, berkawan, hingga beragama. Melawan intoleransi dengan cara halus dan damai bukan berarti kamu lemah. Melalui cara tersebut, kamu telah memberi contoh bahwa toleransi adalah pilihan yang lebih baik dan jauh dari kekerasan. Hal ini justru menunjukkan kekuatan kamu dan keyakinanmu akan toleransi.

Berbicara tentang toleransi, bulan November, tepatnya pada tanggal 16, merupakan Hari Toleransi Internasional. Momentum ini bisa dijadikan sebagai ‘umpan’ kampanye oleh Sahabat GueTau dalam menebarkan energi positif toleransi ke diri sendiri dan orang-orang di sekitar kamu. Ceritakan pengalaman kamu tentang langkah awal yang menyenangkan dan positif ini melalui info@guetau.com ya!

 

Ditulis oleh Justian Edwin Darmawan

 

Referensi

  1. http://www.un.org/en/events/toleranceday/background.shtml
  2. http://www.un.org/en/events/toleranceday/2013/gamessage.shtml
  3. http://www.wpi.edu/News/TechNews/951212/Respect.html
  4. http://elitedaily.com/women/4-quotes-help-learn-put/

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

5 Manfaat Masturbasi

posted on 27/05/2015

“Pengenalan akan anatomi tubuh ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan membangun body image yang positif.” Mastrubasi kerap diangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =