Menjadi Remaja Asertif

posted on 02/12/2014

 

asertif2

 

“Bersikap asertif merupakan ketrampilan yang harus dimiliki remaja agar tidak kehilangan hak-hak pribadinya dan tidak mudah didominasi oleh orang lain.”

Masa remaja merupakan masa di mana kamu senang mencoba berbagai hal baru sebagai upaya eksplorasi diri. Saat melakukan eksplorasi tersebut, terkadang remaja dihadapkan pilihan dilematis, semacam melakukan hal negatif yang tidak diinginkannya atau kehilangan teman sepermainan.  Bersikap asertif merupakan ketrampilan yang harus dimiliki remaja agar tidak kehilangan hak-hak pribadinya dan tidak mudah didominasi oleh orang lain. Namun, perlu disayangkan bahwa tidak semua remaja memiliki modal asertif tersebut.

Faktor yang menyebabkan kenapa seseorang kurang terampil dalam mengekspresikan diri secara asertif adalah adanya pengaruh dari latar belakang budaya keluarga di mana remaja tinggal, pola asuh orang tua, jenis kelamin, status sosial ekonomi orangtua, atau bahkan dominasi orangtua. Dituntut untuk menghargai orang lain tanpa melakukan kekerasan secara fisik maupun verbal merupakan perbedaan mendasar perilaku asertif dengan perilaku agresif. Bersikap asertif berarti menghormati hak-hak, keyakinan, dan nilai diri sendiri dengan tetap menghormati hak orang lain.

Nah, berikut beberapa tips yang bisa Sahabat GueTau lakukan untuk bersikap asertif:

  1. Pahami jika sikap asertif adalah kualitas yang harus kamu milik untuk mengekspresikan diri secara positif.
  2. Tingkatkan percaya diri dan berbicara dengan yakin. Pribadi dengan penuh percaya diri akan memiliki kesan bagi orang lain.
  3. Katakan apa yang ingin kamu katakan. Ekspresikan keinginan kamu saat diperlukan tanpa harus menjadi agresif atau kasar.
  4. Tingkatkan bahasa tubuh dan kontak mata saat berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa tubuh berperan penting dalam komunikasi non verbal.
  5. Jangan terlalu banyak minta maaf untuk sesuatu yang tidak diperlukan. Katakan maaf sesuai situasinya agar menjadi bermakna, bukan sekadar karena formalitas kesopanan.
  6. Berani berkata “tidak” untuk sesuatu yang memang tidak ingin kamu lakukan.
  7. Bekali diri dengan informasi akurat untuk mendukung pendapat yang kamu ajukan.
  8. Sadari jika kamu tidak bisa menyenangkan semua orang. Fokus pada yang kamu butuhkan, yaitu berusaha menjadi terbaik.

Belajar untuk menjadi lebih asertif dalam setiap hubungan akan memperbesar peluang kamu menjalani hidup yang lebih bahagia. Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai sikap asertif, Sahabat GueTau bisa mengirimkan email ke info@Guetau.com.

 

Ditulis oleh Eunike Ally Sushmita

 

Referensi:

  1. Novianti, C.M. & Tjalla, A. (2008). Perilaku Asertif pada Remaja Awal. Depok: Universitas Gunadarma.
  2. http://www.amazine.co/18874/8-tips-menjadi-pribadi-yang-lebih-asertif/

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

5 Manfaat Masturbasi

posted on 27/05/2015

“Pengenalan akan anatomi tubuh ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan membangun body image yang positif.” Mastrubasi kerap diangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − seven =