Jadi Pekerja Sosial, Kenapa Tidak?

posted on 31/03/2014

 

 

­

Sadar tidak jika pekerja sosial adalah profesi yang belum banyak diketahui masyarakat secara luas di Indonesia?  Jarang sekali ada pembahasan di media massa mengenai hal ini. Maka, Sahabat GueTau tidak perlu heran jika masih ada sebagian masyarakat yang mengartikan profesi satu ini secara keliru terhadap.

Anggapan yang sering muncul adalah bahwa pekerja sosial identik dengan relawan (volunteer). Padahal antara pekerja sosial dan relawan memiliki perbedaan, yaitu dalam cara kerja dan pertolongan kepada para penyandang masalah sosial. Relawan senantiasa bekerja dan memberi pertolongan atas dasar belas kasihan atau karena dorongan amal. Lain lagi dengan pekerja sosial. Dalam menjalankan aktivitas profesionalnya, pekerja sosial didasari oleh tiga komponen yaitu, pengetahuan (body of knowledge), keahlian (body of skills), dan nilai (body of values).

Kali ini GueTau akan membagikan pengalaman teman-teman pekerja sosial kepada Sahabat GueTau. Silahkan disimak! Ayu Oktariani, pekerja sosial dari Indonesia AIDS Coalition bidang Public Campaign.


Ayu memilih untuk menjadi pekerja sosial karena ia tidak pernah membayangkan dirinya bekerja di kantoran yang cenderung statis. Jiwanya membutuhkan kerja yang lebih dinamis. Bekerja di masyarakat adalah mimpinya dari dulu. ‘Kenapa tidak? Saya punya kemampuan dan saya punya ruang,’ ungkapnya saat diwawancarai oleh GueTau. Baginya, pekerjaan ini memberikan banyak value (nilai) kehidupan terutama untuk dirinya sendiri. ‘Gaji nomor ke sekian lah!’ tambahnya lagi. Selain value, Ayu juga bisa terus menambah kemampuannya dan aktif melakukan inovasi-inovasi. Ya… harus kreatif, Sahabat GueTau. Bagi Ayu, menjadi pekerja sosial adalah sebuah kesempatan untuk memperbaiki diri, lingkungan dan keluarga. ‘Yang terpenting, pake hati ya!’, ujar Ayu.

 

jadi social worker3

Tini Rahayu, Konselor Cahaya Perempuan-Women Crisis Center (WCC) dan Centra Citra Remaja Raflesia (CCRR) Bengkulu. Tini adalah salah seorang pekerja sosial yang menganggap bahwa selama ini ia tidak ‘bekerja’ tetapi ‘beraktivitas’ sosial. Sahabat GueTau, Tini aktif di isu hak kesehatan seksual dan reproduksi remaja. Alasannya aktif di isu ini adalah karena kepeduliaannya terkait isu yang masih dianggap pemerintah bahkan orang tua kita sendiri tabu. Padahal kita butuh sekali informasi soal kesehatan, misalnya untuk remaja perempuan yang mendekati masa pubertasnya. Pastinya akan ada perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya dan terkadang orang tua merasa apa pun yang dilakukan untuk anaknya adalah hal yang terbaik padahal belum tentu. Begitu juga dengan seorang anak, apapun yang diberikan oleh orang taunya kadang mereka terima saja. Maka, Tini ingin lebih dapat membantu para remaja dengan topik ini. Bertanya soal hambatan yang ia alami, Tini tidak pernah menganggap sebuah kesulitan adalah halangan. Justru baginya, kesulitan sebenarnya adalah sebuah tantangan. ‘Remaja hebat adalah remaja yang bisa memilih dan bertanggung jawab atas aktivitas yang dipilihnya,’ pesan Tini kepada remaja di Indonesia.

 

Apakah Sahabat GueTau jadi tertarik menjadi pekerja sosial? Sekian informasi dan berbagi pengalamanmenjadi pekerja sosial. Semoga bisa menambah pilihan pekerjaan di masa depan Sahabat GueTau nanti. Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai pekerja sosial, Sahabat GueTau bisa mengirimkan e-mail ke info@Guetau.com.

 

Ditulis oleh Liona Aprisof

 

 

Referensi :

  1. https://www.kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=print&sid=419

 

 

 

related post

Tipe Pekerja Sosial Mana yang Cocok Untukmu?

posted on 21/03/2014

Tahukah Sahabat GueTau kalau tanggal 19 Maret adalah Hari Pekerjaan Sosial Dunia? Nah, apakah Sahabat GueTau sudah apa itu pekerjaan sosial

One thought on “Jadi Pekerja Sosial, Kenapa Tidak?

  1. gandi says:

    saya benar2 terinspirasi dengan kisah2 diatas, saya mohon informasinya yang lebih banyak tentang pekerja sosial, saya berminat, terutama di bidang penyuluhan terhadap remaja, ataupun dunia kesehatan, mohon bantuan informasinya. terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × two =