Ada 3 Macam Kebahagiaan Loh!

posted on 21/03/2014

typehappiness0

“Pemahaman mengenai kebahagian dari sudut pandang filsafat: Hedonisme, Eudaimonia, dan Epicureanisme.

Pernah mendengar seseorang berkata, ‘aku bahagia hari ini!’ Bagaimana dengan Sahabat GueTau? Apakah juga sedang merasakan kebahagiaan? Semoga kebahagian terus menyelimuti Sahabat GueTau.

Jika mendengar kata bahagia, yang terlintas dalam benak Sahabat GueTau adalah sebuah perasaan yang positif dan menyenangkan, di mana setiap manusia bisa merasakannya dari dalam hati. Tentu saja, tidak ada manusia yang tidak menginginkan kebahagian, bahkan apa saja akan diusahakan dan dilakukan demi mencapai kebahagiaan.

Namun, kalau dilihat dari sudut pandang filsafat, kebahagiaan itu ada beberapa jenis. Nah, kali ini GueTau ingin berbagi pengetahuan seputar jenis-jenis kebahagian tersebut! Mari baca informasi berikut ini:

1. Hedonisme bisa didefinisikan sebagai sebuah pandangan yang berpegangan bahwa tingkah laku itu digerakkan oleh keinginan atau hasrat terhadap kesenangan. Dengan demikian, para hedonisme adalah orang-orang yang menghindarkan penderitaan dan boleh jadi merupakan tipe orang yang akan tetap mencapai kesenangan meski pun membuat orang lain menderita.

typehappiness2

Kesenangan (pleasure) dianggap oleh filsuf Aristoteles sebagai pandangan yang menjadikan manusia sebagai budak dari keinginan-keinginannya sendiri. Manusia yang seperti ini akan merasa nyaman apabila memakai pakaian bagus dan mahal. Ia akan bahagia jika memiliki mobil baru atau mempunyai rumah mewah. Kehidupan seperti ini dikritik sebagai kehidupan yang semu. Bagi orang-orang hedonis, mereka hidup untuk mencari kenikmatan, bukan sekedar untuk menikmati hidup.

 

2. Eudaimonia adalah sebuah cara hidup yang berfokus pada makna hidup itu sendiri. Jika hedonisme berpusat pada kesenangan, maka eudaimonia adalah bagaimana manusia tumbuh dan berguna bagi orang lain. Tipe eudaimonia juga berarti manusia yang mengerti kelebihan dan kekurangannya. Ia menjalani hidup dengan tujuan untuk kebahagiaan yang hakiki.

typehappiness3

Kebahagiaan Eudamonia, menurut Aristoteles, adalah kebahagiaan yang tidak kosong atau hilang setelah sumber kebahagiaan itu sudah tak terlihat oleh mata atau tak terasa oleh indera perasa. Sebagai contoh, menjalin hubungan yang indah dengan seseorang bisa mendatangkan senyum ke wajah kita, bahkan saat orang tersebut sedang jauh di negeri seberang, atau bahkan sudah meninggal.

 

3. Epicureanisme dibangun diatas tiga kriteria kebenaran yaitu sensasi atau gambaran (aesthesis), pra-konsepsi atau prasangka (prolepsis) dan terakhir ‘feelings’ atau perasaan (pathe). Epicureanisme memiliki perbedaan dengan hedonisme sebab paham ini  mementingkan rohani atau batin dibandingkan materi. Kebahagiaan epicureanisme muncul dari ketenangan hati atas diraihnya kebahagiaan yang disebut sebagai the greatest good atau kebaikan yang sebenarnya.

typehappiness4

Pada intinya, epicureanisme bersumber dari pemenuhan batin, termasuk dalam pencarian materi sekalipun. Epicureanisme percaya bahwa terhindar dari rasa sakit dan penderitaan adalah kebahagiaan paling tinggi.

 

Dari ketiga jenis kebahagian bedasarkan sudut pandang filsafat, tergolong tipe manakah Sahabat GueTau? Coba tunjukan artikel ini pada teman-teman Sahabat GueTau dan diskusikan!

Demikian pembahasan tentang jenis-jenis kebahagian berdasarkan pandangan filsafat. Semoga informasi yang diberikan menambah wawasan Sahabat GueTau. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, Sahabat GueTau bisa mengirimkan e-mail ke info@GueTau.com

 

Selamat Hari Kebahagiaan Internasional

 

Ditulis oleh Selvi Agnezmo

 

Referensi:

  1. http://meidykautsar.wordpress.com.kebahagiaanbagipandanganfilsafat-hedonisme-eudaimonia-dan-epicureanisme
  2. https://www.google.comgambarkebahagian

 

 

 

related post

Mengapa harus Bahagia?

posted on 19/03/2014

“Happiness may have different meanings for different people. But we can all agree that it means working to end conflict, poverty and o

One thought on “Ada 3 Macam Kebahagiaan Loh!

  1. author says:

    Halo Redaksi GueTau.com

    Terima kasih telah menuliskan artikel tentang kebahagiaan di website GueTau.com (http://guetau.com/cinta/kemampuan-komunikasi/ada-3-macam-kebahagiaan-loh.html). Sehubungan dengan artikel tersebut, saya punya beberapa pertanyaan kepada Redaksi, yaitu:

    1). Pada artikel tersebut, penulis menyatakan ada 3 jenis kebahagiaan:
    a. Hedonisme
    b. Eudaimonia
    c. Epicureanisme Mengenai eudamonia, penulis memberikan contoh sebegai berikut: “Sebagai contoh, menjalin hubungan yang indah dengan seseorang bisa mendatangkan senyum ke wajah kita, bahkan saat orang tersebut sedang jauh di negeri seberang, atau bahkan sudah meninggal.”
    Sepengetahuan saya, eudaimonia itu sama saja dengan self-actualization. Jadi, lebih fokus menggali potensi diri. Maka potensi diri (atau dimensi psychological well-being) apakah yang bisa ditingkatkan oleh individu yang mengalami kejadian tersebut?

    2). Tentang epicureanisme, ditulis “Epicureanisme percaya bahwa terhindar dari rasa sakit dan penderitaan adalah kebahagiaan paling tinggi.” Bukankah ini sifatnya lebih hedonis ya? Jika benar, maka ini sama dengan hedonisme (subjective well-being).

    3). Dikatakan bahwa eudaimonia berfokus pada makna hidup. Sedangkan epicureanisme mementingkan rohani atau batin dibandingkan materi. Kebahagiaan epicureanisme muncul dari ketenangan hati. Intinya pemenuhan batin, termasuk dalam pencarian materi sekalipun. Pemenuhan batin seperti apakah yang dimaksud penulis? Bukankah pemenuhan batin tercapai karena adanya makna hidup? Jika demikian, bukankah eudaimonia sama saja dengan epicureanisme?

    4). Jika ketiga kebahagiaan tersebut benar memiliki perbedaan definisi, lalu bagaimanakah hierarkinya, apakah sebagai berikut?
    level tinggi: epicureanisme
    level medium: eudaimonia
    level rendah: hedonisme

    5). Beberapa literatur menyebutkan bahwa hedonisme = subjective well-being. eudaimonia = PWB. Lalu, apa istilah psikologi untuk epicureanisme?

    Semoga Redaksi GueTau.com bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ini. Terima kasih.

    Salam,
    Merlyna Revelia

    Jawaban dari Redaksi GueTau:

    Hi Merlyn,

    Berikut respon dari beberapa pertanyaan kamu tentang jenis-jenis kebahagiaan.
    1. Dari pengertian eudaimonia berdasarkan pandangan filsafat itu sudah jelas mengatakan bahwa kebahagian yang tidak kosong atau yang hilang setelah sumber kebahagian itu sudah tak terlihat mata atau tak terasa oleh indera perasa. Maka yang bisa ditingkatkannya adalah lebih peka lagi dalam merasakan kebahagian untuk mendatangkan sebuah senyuman sebagai contohnya. Kebahagian ini lebih kepada sebuah ungakapan perasaaan kebahagian dari dalam diri.

    2. Berbeda antara Hedonisme dan Epicuranisme, hedonisme orang yang berusaha menghindarkan dari penderitaaan hanya untuk mencapai kesenangan walaupun membuat orang lain menderita. Sedangkan Epicuranisme percaya bahwa terhindar dari rasa sakit dan penderitaan adalah kebahagian paling tinggi atau puncaknya kebahagiaan dalam hidupnya.

    3. Kebahagian juga dapat dirasakan dari dalam diri, dinilai dari dalam diri dan yang merasakan adalah batin yang terdapat dalam jiwa manusia. Sepertinya memberikan senyumanakepada orang lain merupakan suatu kepuasan batin yang bisa membuat orang lain senang melihatnya walaupun hanya sebuah senyuman. Setiap orang mempunyai makna hidup selama ia masih bisa berfikir. Susah maupun bahagia setipa orang mempunyai makna hidup dan kebahagian sesuatu pencapaian yang inign dirasakan oleh setiap manusia.

    4. Ini adalah kebahagian berdasarkan pandangan filsafat dan jenis-jenis kebahagian berdasarkan pandangan filsafat. Dari ketiga masing-masing mempunyai pandangan perbedaaa tentang kebahagian menurut para filsafat. Jika dibuat dalam sebuah tingkatan bisa jadi seperti yang Sahabat GueTau tuliskan.

    Salam,
    Redaksi GueTau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 14 =