Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Dalam Keluarga

posted on 20/10/2012

Sebetulnya teman-teman ada banyak cara sebagai keluarga untuk mengoptimaliasasikan  Tumbuh kembang anak. Salah satu dengan  Pendidikan usia dini, seperti playgroup dengan biaya yang sangat tinggi. Hal ini seolah-olah telah terjadi tren yang umum bagi para orang tua kelas kalangan menengah keatas sebagai tempat untuk “menjaga” dan “mengawasi” anak-anak mereka dengan memanfaatkan setiap momen yang dilalui oleh anak-anak agar menjadi pengalaman belajar. Meskipun kenyataannya sebagian orang tua melakukan hal tersebut karena kurangnya waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak di tengah kesibukan mereka dalam bekerja – dan menyerahkan pengawasan anak kepada pihak lain, namun sebagian orang tua juga menyadari bahwa pendidikan usia dini memang mempunyai peranan penting dalam perkembangan anak.

Sudah menjadi hal yang umum bahwa dalam pikiran hampir setiap orang tua, ada ketakutan dan kekuatiran untuk menghadapi kenyataan bahwa sang anak “tertinggal” dalam hal pengetahuan dan keterampilan. Maka untuk bersaing, orang tua berusaha keras untuk menemukan tempat yang tepat untuk perkembangan anak mereka. “Apa yang ditawarkan program ini? Siapa yang mengajar kelas ini? Berapa lama dan berapa kali sesi anak saya dapat hadir? Namun, ditengah kesibukan dalam pencarian pendidikan prasekolah yang tepat bagi anak mereka, orang tua sering lupa bahwa mereka tidak perlu melihat jauh, sebab tempat terbaik untuk mulai belajar sebenarnya lebih sederhana daripada yang mereka pikirkan – Rumah!

 

Rumah Tempat Belajar

Potensi Rumah

Ide ini sangat menentukan optimalisasi tumbuh kembang anak karena prosentse waktu lebih banyak dihabiskan di dalam rumah.Didalam kelurga merupakan tempat yang tepat bagi anak untuk membentuk pola piker dengan mengetahui peran dan fungsi masing masing anggota keluarga.
Dalam bukunya The Family Filipina, Belen Madinah (2001) menguraikan bahwa keluarga adalah lembaga dasar masyarakat yang merupakan kelompok sosial pertama dimana seorang individu berinteraksi, serta merupakan kelompok sosial dimana sesorang menghabiskan paling banyak waktu bersama di masa hidupnya. Karena kontak yang mendalam dan berkelanjutan antara para anggotanya, keluarga berbagi pengalaman yang menghasilkan kesan abadi pada individu di dalamnya. Untuk anak kecil, maka rumah (melalui pengalaman dan interaksi) akan menjadi penggerak utama dalam tahun-tahun perkembangannya.

Hampir semua konsultan pendidikan sangat menekankan pentingnya rumah dan interaksi yang terjadi di dalamnya untuk anak. Mereka setuju bahwa lingkungan belajar pertama seorang anak di rumahnya. Bisa jadi rumah di beberapa keluarga mungkin tempat yang kumuh, atau hanyalah tempat kos, rumah susun, apartemen atau kondominium tetapi tempat dimana anak memiliki interaksi dengan orang tuanya merupakan hal yang sangat penting. Rumah, yang merupakan salah satu lingkungan yang dinamis disekitar anak, akan menjadi tempat perkembangan yang baik bagi pertumbuhan fisik, sosial, emosional dan kognitif. Melalui interaksi anak dengan orang tua serta komunikasi aktif antar keduanya dan keterlibatanya dalam aktivitas yang dia lakukan, kekuatan dan kemampuan anak akan berkembang. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah adalah tempat yang penting untuk belajar baik untuk kebutuhan akademik dan sosial. Tapi lingkungan rumah dapat menyediakan banyak hal yang baik jika sebuah keluarga mempunyai komitmen untuk mendidik dan merawat anak mereka di rumah.
Sumber: Rumah Sebagai Sebuah Tempat Belajar | Keluarga http://keluargacemara.com/pendidikan/pendidikan-anak/rumah-sebagai-sebuah-tempat-belajar.html#ixzz20noY4XuE

related post

Kamu dan Peranmu dalam Keluarga

posted on 27/05/2015

“Peran tersebut tentunya akan menjadi nilai plus kamu nantinya sebagai bekal saat dewasa.” Sebagai remaja, tentu waktu yang kamu habiska

3 Fakta yang Mengubah Pandangan Kamu Tentang Keluarga LGBTIQ

posted on 19/05/2015

“Kemungkinan seorang anak disakiti oleh orang tua mereka, tidak perlu melihat identitas gender dan orientasi seksual yang dimiliki, melain

Ngobrolin Seksualitas dengan Orang Tua, Kenapa Tidak?

posted on 25/06/2014

Untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, anak remaja harus, ibaratnya, pindah secara bertahap dari kursi penumpang ke kursi pengen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + seventeen =