Apa Saja Contoh Peer Pressure?

posted on 29/12/2014

 

“Semua hanya karena kamu tidak ingin dijauhi, dijuluki dengan predikat tertentu, atau tidak ingin kalah ‘keren’ dari teman-teman itu, padahal sebenarnya belum tentu keren.”

 

Peer pressure bisa dikatakan sebagai sebuah momen di mana proses pengambilan keputusan kamu dipengaruhi oleh orang lain. Lebih jauh lagi, ada unsur paksaan (baik langsung atau tidak langsung) dalam proses tersebut. Apapun hasil keputusannya bukanlah murni hasil perhitungan kamu, tapi memasukkan unsur pendapat orang lain yang mengandung paksaan.

Peer pressure, menurut beberapa sumber, memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif. Peer pressure yang dapat dikatakan positif adalah jika keputusan yang diambil akan berujung kepada perubahan positif pada seseorang. Misalnya, remaja yang selalu merasa ditekan untuk berhenti merokok atau yang dipaksa untuk berhenti menjadi pecandu alkohol. Jika mereka berhenti, dampaknya akan sangat positif bukan? Nah, itulah sisi baik dari fenomena ini. Namun, setinggi apapun kadar positif yang diberikan, tetap ada unsur paksaan di dalamnya. Keputusan tersebut bukanlah benar-benar sebuah keputusan yang dipikirkan matang-matang.

 

 

 

Mari kita pindah ke sisi negatif dari peer pressure. Pernahkah Sahabat GueTau merasa dijauhi jika tidak ikut kebiasaan jelek teman main atau teman di sekolah? Misalnya, dibilang tidak jantan hanya karena kamu tidak ikut merokok? Jika karena hal-hal tersebut akhirnya membuat kamu memutuskan untuk merokok, maka teman-teman telah berhasil dijerumuskan oleh apa yang disebut peer pressure.

Ada tekanan, paksaan, untuk mengikuti hal-hal yang sebenarnya tidak kamu inginkan. Semua hanya karena kamu tidak ingin dijauhi, dijuluki dengan predikat tertentu, atau tidak ingin kalah ‘keren’ dari teman-teman itu, padahal sebenarnya belum tentu keren.

Contoh kasus peer pressure yang sering terjadi, yaitu berkenaan dengan standar ukuran dan bentuk tubuh, rokok, dan alkohol. Standar ukuran dan bentuk tubuh biasanya dialami oleh remaja perempuan. Teman-teman yang merasa tidak memiliki badan dengan bentuk dan ukuran ideal akan merasa terintimidasi oleh lirikan mata hingga olok-olok atas tubuhnya. Karena tidak lagi ingin diolok-olok ditambah ingin terlihat sesuai dengan standar cantik, mereka mati-matian untuk menurunkan berat badan dengan pola makan yang tidak sehat.  Lebih parah lagi, kamu bisa mengalami kelainan pola makan seperti bulimia.

 

Remaja laki-laki memiliki permasalahan yang berbeda. Rokok dan alkohol menjadi masalah utama bagi mereka. Banyak remaja laki-laki yang mulai mengkonsumsi alkohol dan menjadi perokok sejak baru memasuki fase seragam putih biru. Menurut mereka, merokok dan mengkonsumsi alkohol membuat mereka terlihat lebih keren. Yang tidak merokok dan minum alkohol dianggap tidak keren dan tidak dianggap dalam lingkaran pergaulan mereka. Jika ingin masuk dalam lingkaran pergaulan tersebut, tiket emas satu-satunya hanyalah dengan merokok dan mengkonsumsi alkohol.

Bagaimana menanggapi hal-hal tersebut? Jangan sedih, kamu belum terlambat untuk melawan apa yang sejak tadi kita sebut sebagai peer pressure. Langkah pertama, cari role model atau figur positif untuk kamu jadikan contoh. Kamu akan sadar bahwa di luar sana banyak orang keren tanpa rokok dan tanpa alkohol. Bahkan banyak dari mereka di luar sana yang populer karena rajin olah raga! Kedua, selalu pikirkan risiko yang akan kamu terima jika melakukan satu hal hanya demi dianggap keren, salah satunya adalah dilabeli anak bandel, padahal sebenarnya itu bukan kemauan kamu. Ketiga, menolak ajakan yang menurut kamu tidak baik dengan santai. Tidak ada salahnya kamu bilang ‘maaf ya, malu ah, udah besar masih kayak gitu’ dengan nada santai dan humoris. Yakin, deh, teman kamu akan mengerti dengan sendirinya dan menghormati prinsip kamu. Mudah, kan? Yuk, ceritakan pengalaman pribadi kamu tentang berani melawan peer pressure ke info@guetau.com!

 

Ditulis oleh Justian Edwin Darmawan

 

Referensi:

  1. http://www.kidshelp.com.au/teens/get-info/hot-topics/peer-pressure.php
  2. http://www.healthofchildren.com/P/Peer-Pressure.html

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

5 Manfaat Masturbasi

posted on 27/05/2015

“Pengenalan akan anatomi tubuh ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan membangun body image yang positif.” Mastrubasi kerap diangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 1 =