5 Hal yang Kamu Tidak Tahu Tentang Laki-Laki

posted on 19/12/2014

laki-laki

“Yang perlu diingat adalah bahwa menangis bukanlah tolok ukur kejantanan seorang laki-laki. Lagipula, apa yang disebut kejantanan atau maskulinitas bagi laki-laki sangat relatif, sayang sekali jika kamu memandang sebelah mata seorang laki-laki hanya karena dia pernah menangis di depan kamu.”

 

1. Menangis itu Wajar

Banyak orang berpendapat, “Laki-laki itu harus jantan”, “menangis itu haram untuk laki-laki.”, atau “laki-laki belum boleh menikah sebelum mapan”. Lho, jadi, alki-laki itu manusia atau bukan, sih?1. Ekspresi Emosional.Laki-laki juga menangis dan itu lumrah! Sahabat GueTau yang laki-laki merasa tidak punya hak untuk menangis? Itu salah banget. Amrie, seorang pekerja sosial, berpendapat bahwa  menangis adalah sesuatu yang niscaya bagi seorang laki-laki ketika ada tekanan berlebihan dalam pekerjaannya. Namun, ia juga berpendapat bahwa inti dari persoalan ini bukan boleh atau tidaknya laki-laki menangis. Laki-laki sebenarnya dapat memilih kapanpun dan di manapun tergantung kepada kenyamanannya menunjukkan dan meluapkan emosi.

Beberapa laki-laki mungkin akan merasa malu karena masyarakat di Indonesia tidak biasa melihat seorang laki-laki menangis, apalagi di depan umum. Namun perlu diingat adalah bahwa menangis bukanlah tolok ukur kejantanan seorang laki-laki. Lagipula, apa yang disebut kejantanan atau maskulinitas bagi laki-laki sangat relatif, sayang sekali jika kamu memandang sebelah mata seorang laki-laki hanya karena dia pernah menangis di depan kamu. Dia hanya menunjukkan emosinya, sama seperti Sahabat GueTau yang perempuan saat menangis. Jadi, jangan malu untuk menangis jika kamu merasa sedih.

 

2. Peduli Penampilan

Laki-laki juga berdandan. Memang kenapa? Bukan, bukan menggunakan makeup yang dimaksud dengan kata ‘berdandan’ di atas, walaupun sebenarnya sah-sah saja laki-laki menggunakan makeup. Namun, maksud dari berdandan di sini adalah memperhatikan penampilan. Banyak laki-laki saat ini semakin memperhatikan penampilan, lho. Tampil rapi atau sesuai dengan tempat dan acara yang ia datangi juga perlu, kan?

Cara laki-laki memperhatikan penampilannya memang agak berbeda dengan perempuan. Mayoritas laki-laki memilih untuk fokus pada kebersihan dan aroma tubuh yang harum. Tidak heran, rangkaian perawatan tubuh dan wewangian bagi laki-laki marak kita jumpai belakangan ini.

Dalam hal berpakaian, laki-laki tidak lagi ‘diharuskan’ menggunakan pakaian dengan warna tipikal dan seragam. Apabila Sahabat GueTau melihat ke toko-toko pakaian saat ini, model pakaian laki-laki tidak lagi terbatas pada pilihan membosankan seperti dulu. Pakaian laki-laki mulai banyak mendapat aksen motif dan warna yang sangat beragam dan dapat dipilih sesuai bentuk tubuh dan kepribadian masing-masing. Wah, tentunya laki-laki sekarang lebih mudah untuk mengekspresikan dirinya.

 

3. Maskulin tidak sama dengan Kekerasan

Laki-laki suka berkelahi? Belum tentu. Laki-laki yang dibilang keren identik dengan laki-laki maskulin. Maskulin menurut kebanyakan dari masyarakat kita adalah sangar dan suka berkelahi dan juga tawuran. Tidak semua laki-laki suka tawuran, dan bukan berarti mereka tidak sepenuhnya laki-laki. Banyak laki-laki lembut dan penyayang yang anti tawuran ternyata memperlakukan perempuan lebih baik daripada yang suka tawuran.

Percaya, deh, laki-laki juga gerah dengan label ini. Kenapa? Karena di zaman yang sudah maju ini, tawuran justru dianggap sebagai lambing keterbelakangan. Tawuran tidak lagi dijadikan predikat kelaki-lakian seseorang. Lelaki yang peduli terhadap sesama dan memperlakukan perempuan dengan baik justru terlihat lebih mempesona. Lagipula, jika tawuran jadi kebiasaan, bagaimana nantinya jika dia pacaran sama kamu?

 

laki-laki2

 

4. Caranya Peduli

Sebenarnya, dibalik cueknya ada perhatian, meskipun memang tidak semua laki-laki cuek. Banyak juga yang menunjukan jelas perhatiannya. Namun, stereotip laki-laki cuek ini sudah mendunia sejak dulu kala. Kita yang meyakini bahwa laki-laki memang sudah cuek sejak lahirlah yang semakin memperkuat keyakinan ini. Maksudnya, laki-laki jadi lebih gengsi untuk menunjukkan kasih sayang, kepedulian, atau apapun yang berhubungan dengan perasaan. Laki-laki dituntut untuk menunjukkan kesan kerasnya karena hal tersebut dianggap maskulin dan, err, keren.  Padahal sebenarnya di balik cuek itu ada keinginan untuk menunjukkan kepeduliannya.

 

5. Setelah menikah, banyak laki-laki dan perempuan yang bertukar peran

Ini adalah fakta paling keren tentang laki-laki. Sebuah symbol kemajuan pemikiran masyarakat bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran yang sama secara sosial. Perempuan bekerja? Keren! Laki-laki jadi pengurus rumah tangga? Kenapa tidak?

laki-laki3

Menurut situs pewsocialtrends.com, jumlah laki-laki yang menjadi pengasuh anak-anaknya dan bertahan di rumah meningkat hingga 2juta per tahun 2012 lalu. Hal ini membuktikan bahwa stereotip laki-laki sebagai kepala keluarga dan satu-satunya sumber penghasilan sudah hilang secara perlahan. Dampaknya secara langsung adalah meningkatnya kesempatan bagi perempuan untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam bekerja di berbagai lini profesi.

Beberapa stereotip di atas, sering membuat laki-laki juga merasa tertekan karena dituntut untuk tidak menjadi dirinya sendiri. Kita, sebagian dari masyarakat, seharusnya mencoba untuk tidak lagi memberikan label demikian kepada laki-laki. Ternyata selama ini mereka jengah juga, ya. Kamu punya cerita menarik tentang stereotip gender? Jangan sungkan ceritakan melalui info@guetau.com ya!

 

Ditulis oleh Justian Edwin Darmawan

 

Referensi:

  1. http://www.marieclaire.com/sex-love/men/guys-crying-090426
  2. http://www.pewsocialtrends.org/2014/06/05/growing-number-of-dads-home-with-the-kids/
  3. http://www.womansday.com/sex-relationships/10-biggest-myths-about-men-106408http://www.askmen.com/top_10/dating/top-10-masculinity-myths_4.htmlhttp://www.cbn.com/family/familyadvice/burns_masculinity.aspx

related post

What’s Up November: International Men’s Day di Inggris

posted on 21/11/2016

“Di 19 November tahun 2016 ini, UK’s Men’s Day mengusung tema Making a Difference for Men and Boys. Tema ini didesain agar masyarakat

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Indahnya Melihat Gender sebagai Pelangi

posted on 17/11/2015

Sumber “Seperti warna-warna pada pelangi, gender terbentang pada suatu spektrum, bukan hanya dua kategori biner lelaki-perempuan. “ Halo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 2 =