Kontroversi Perayaan Valentine di Indonesia

posted on 25/02/2015

valentine5

“Alih-alih pencekalan terkait perayaan Valentine dan akses kontrasepsi, remaja justru lebih membutuhkan bekal informasi yang komprehensif.”

Valentine’s Day memang sudah beberapa hari berlalu, namun cerita yang menyertainya masih menarik untuk dibahas. Bukan berita baru jika Hari Kasih Sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari ini selalu mendapatkan kecaman dari sebagian masyarakat Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa perayaan Valentine bertentangan dengan norma sosial dan budaya di negeri kita. Adanya stigma negatif terhadap Valentine tersebut pun rupanya memicu beberapa pemangku kebijakan untuk membuat langkah preventif dengan melarang perayaan Valentine.

Dispendik Kota Surabaya melakukan langkah awal dengan membuat surat edaran tertanggal 12 Februari 2015 terkait Pelarangan Perayaan Hari Kasih Sayang, baik di dalam maupun di luar sekolah. Pada tanggal 13 Februari 2015, Wakil Wali Kota Bekasi serta Disdik Kota Depok pun menyusul dengan mengeluarkan surat edaran serupa. Ketiga surat edaran tersebut ditujukan kepada kepala SMP, SMA, dan SMK negeri dan swasta serta dihimbau untuk diteruskan kepada orangtua siswa agar melakukan pengawasan terhadap para remaja selama Hari Valentine berlangsung.

Tak cukup sampai disitu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga melarang minimarket dan swalayan untuk menjual alat kontrasepsi kepada pembeli yang belum menikah. Larangan yang tertuang dalam surat edaran bernomor 510/135/436.6.11/2015 tentang pembatasan peredaran alat kontrasepsi ini lahir atas dasar ditemukannya paket kado Valentine yang disisipi beberapa bungkus kondom oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kebijakan terkait penutupan akses remaja terhadap alat kontrasepsi ini mereka nilai sebagai salah satu upaya untuk menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Namun, benarkah tindakan tersebut cukup efektif?

 

Bekali Remaja dengan Informasi Komprehensif

valentine6

Alih-alih pencekalan terkait perayaan Valentine dan akses kontrasepsi, remaja justru lebih membutuhkan bekal informasi yang komprehensif. Sahabat GueTau tentu akan semakin penasaran jika  dilarang melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas, kan? Biasanya sih, kamu memilih untuk bertanya pada teman sebaya atau sumber yang belum tentu terpercaya, untuk menjawab rasa penasaranmu itu.

Menyadari karakteristik remaja yang demikian, sudah sepatutnya untuk memfasilitasi mereka dengan edukasi yang menyeluruh agar informasi yang didapat tidak rancu. Mengidektikkan kasih sayang dengan tindakan seks pra-nikah justru menimbulkan stigma baru pada remaja. Perlakukan remaja sebagai subjek, bukan objek, serta izinkan mereka menentukan pilihan sendiri sebagai bentuk kepercayaan dan pemenuhan HAM.

 

Valentine Bisa Dirayakan secara Positif

valentine7

Ada beragam cara positif yang bisa kamu lakukan jika memilih untuk merayakan Valentine, lho. Misalnya saja dengan mengikuti acara One Billion Rising yang dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Melalui acara ini Sahabat GueTau bisa menari bersama sebagai bentuk kampanye anti kekerasan terhadap perempuan. Berbagi kepada anak jalanan ataupun berkunjung ke panti asuhan juga bisa kamu lakukan untuk mengekspresikan kasih sayangmu. Semua itu bisa kamu lakukan baik bersama kekasih, sahabat, maupun keluarga.

Nah, bagi Sahabat GueTau ingin berbagi pengalaman dalam merayakan Valentine, langsung saja sampaikan di info@guetau.com.

 

Ditulis oleh Eunike Ally

 

Referensi:

  1. https://sebayapkbijatim.wordpress.com/2015/02/16/pro-kontra-terkait-valdays-terhadap-remaja/#more-345
  2. http://regional.kompas.com/read/2015/02/17/1702253/Risma.Larang.Minimarket.Jual.Alat.Kontrasepsi.untuk.Pembeli.yang.Belum.Menikah
  3. http://setia1heri.com/2015/02/13/surat-edaran-dinas-pendidikan-kota-surabaya-terkait-larangan-perayaan-valentine-day/
  4. http://megapolitan.kompas.com/read/2015/02/13/

related post

4 Hal yang Membuat Kamu Perlu Melakukan Tes dan Konseling HIV dengan Segera!

posted on 03/11/2016

Halo Sobat GueTau, gak terasa ya kita sudah memasuki bulan November! Kurang dari sebulan lagi, kita akan merayakan Hari AIDS Sedunia yang bi

Aborsi Ilegal: Apa Saja Risikonya?

posted on 10/11/2015

Source “Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.” Berdasarkan kuti

5 Manfaat Masturbasi

posted on 27/05/2015

“Pengenalan akan anatomi tubuh ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan membangun body image yang positif.” Mastrubasi kerap diangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 7 =